Santa Maria adalah Pelindung Keluarga

Santa Maria - Pelindung Keluarga

 

Membaca Perikop Kitab Suci: Yohanes 2:1-11

 

Renungan Singkat:

Injil mengisahkan salah satu kejadian saat Yesus dan IbuNya sedang menghadiri sebuah upacara perkawinan di Kana. Pada suatu saat Ibu Maria melihat bahwa ada hal yang tidak beres, yang bisa merusak sukacita dalam pesta perkawinan tersebut, yaitu habisnya persediaan minuman anggur. Maka bunda Maria mengambil sebuah inisiatif untuk turun tangan mencari solusi atas permasalahan yang terjadi. Bunda Maria kemudian menemui putranya dan memintaNya untuk melakukan sesuatu yang diperlukan. Yesus memperhatikan dan melaksanakan kehendak bundaNya dengan sungguh baik sehingga pesta itu tetap dapat berlangsung dengan baik, bahkan lebih baik daripada pesta pada umumnya.

Dengan inisiatifnya tersebut, Bunda Maria bersama Putranya, sebenarnya telah menjadi “pelindung” bagi keluarga di Kana itu.

 

 

Membaca Kisah Kehidupan St. Eugenius de Mazenod:

Bagi Eugenius de Mazenod, Santa Maria adalah pelindung yang tak diragukan lagi bagi keluarga besarnya yaitu komunitas Misionaris Provence atau kelak lebih dikenal sebagai kongregasi misionaris OMI itu.

Konon Santo Eugenius mempunyai pengalaman rohani yang sangat khusus dengan Bunda Maria. Namun hal itu memang tidak pernah secara eksplisit ia ceritakan kepada siapa pun. Hanya secara tersamar hal itu disampaikan dalam salah satu suratnya kepada sahabat dekatnya, Pastor Tempier, yang pada saat itu berkarya di Notre-Dame du Laus. Dalam sebuah surat tertanggal 15 Agustus 1822. Santo Eugenius menulis :

”Semoga aku dapat berbagi denganmu segala sesuatu yang aku alami berkaitan dengan penghiburan pada hari yang indah yang dipersembahkan kepada Maria, Ratu kita ini!... Aku ingin beranggapan bahwa aku dipahami dan sungguh yakin bahwa semua umat yang datang ke gereja kita sore ini juga berbagi sukacita yang telah menyemangatiku di depan wajah Perawan Suci, lebih-lebih berbagi rahmat yang -aku berani katakan- telah diterimanya dari Putra Ilahinya sehingga kita memanggilnya dengan kasih yang sedemikian rupa karena ia adalah ibu kita. Aku percaya bahwa aku juga berhutang kepada beliau sebuah pengalaman istimewa yang aku rasakan pada hari ini. Aku tidak akan melangkah lebih jauh daripada yang telah aku katakan, tetapi tentu saja lebih daripada biasanya. Aku tidak dapat menjelaskan hal itu dengan amat baik karena ini menyangkut beberapa persoalan tetapi semuanya itu menyangkut satu hal yang sama, (yaitu) Tarekat kita yang terkasih ini.”...( Living in the Spirit’s Fire, hal 126-127 dan 304)

Sebelum pengalaman pada tanggal 15 Agustus 1822 ini terjadi, Eugenius sebenarnya sedang berada dalam salah satu masa sulit dalam hidupnya, yaitu semacam perasaan ragu-ragu tentang perkembangan kongregasinya mengingat jumlah anggotanya yang naik-turun, bahkan cenderung konstan berjumlah sedikit ; belum lagi adanya relasi tidak harmonis antara dirinya dengan beberapa rekan imam.

Pengalaman 15 Agustus 1822 ini menjadikan Eugenius kembali optimis tentang masa depan kelompok Misionaris dari Provence-nya. Berkat pengalaman itu, Eugenius memperoleh keyakinan besar akan sumbangsih kelompoknya demi pelayanan kepada orang-orang miskin dan demi pengudusan para anggotanya... Tiga setengah tahun kemudian, pada Februari 1826, Misionaris Provence diakui sebagai kongregasi tingkat dunia dengan nama baru Misionaris Oblat Maria Imakulata.

Dalam kesempatan lain, Eugenius menulis:

”Maria yang Dikandung tanpa Noda adalah pelindung kongregasi kita. Karena terbuka kepada Roh Kudus, Maria mempersembahkan dirinya seutuhnya sebagai hamba yang rendah hati kepada pribadi dan karya Sang Juru Selamat. Maria menerima Kristus untuk membagikan Dia kepada dunia karena Kristus adalah harapan dunia...” (Konstitusi OMI no. 10)

 

Sharing Iman:

Pernahkah dan kapankah dalam hidup, Anda mempunyai pengalaman mendapatkan perlindungan yang istimewa dari Bunda Maria?

 

(Ditulis oleh Pastor F.X. Rudi Rahkito Jati, OMI, Animator Triennium Distrik Jakarta, "Bersama St. Eugenius de Mazenod, Makin Dekat dengan Bunda Maria", Panitia Triennium Distrik Jakarta)

** Catatan: Renungan di atas dapat menjadi bahan pertemuan Triennium sambil berdoa Rosario.

Eugene de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.