Godaan Daya Tarik Budaya yang Berorientasi pada Kemajuan

Hidup rohani berarti hidupnya Roh Kristus dalam dan di antara kita.  Roh Kudus membimbing kita di jalan pengosongan diri, bukan untuk membuat kita menderita atau mengalami rasa sakit dan penghinaan, melainkan untuk membantu kita melihat Allah hadir di tengah pergulatan kita.  Seperti halnya kita melihat Allah ketika Kristus mengosongkan diri, demikianlah kita akan menyadari keputraan ilahi kita ketika kita mengambil bagian di jalan pengosongan diri, yaitu jalan salib.

Para penulis Injil melukiskan bagaimana Yesus pada malam sebelum kematianNya menjelaskan kepada para muridNya bahwa pelayanan mereka itu dapat dijalankan hanya jika mereka tidak lagi menjadi milik dunia dengan segala jalan pikirannya.  Dalam doaNya kepada BapaNya, Yesus berkata: "Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia."

"Tidak menjadi milik dunia", inilah yang menjadi dasar perutusan mereka: "Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka daripada yang jahat.  (...)  sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia." (Yoh 17:15-19).  Dengan kata-kata ini, Yesus menyatakan kepada kita bahwa Roh yang membuat kita berpartisipasi dalam hidup ilahi adalah Roh yang sama, yakni Roh yang memperkenankan kita tinggal di dalam dunia tanpa menjadi milik dunia.

Namun dunia adalah tempat Si Jahat berkeliaran.  Dunia adalah rumah si penggoda yang ingin menjarat kita agar menjauh dari Allah dan membawa kita kembali ke jalan yang berorientasi pada ketenaran, pujian dan pengakuan.  Kita harus menghadapi langsung si penggoda ini.  Sebagaimana Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai, demikianlah juga halnya dengan kita.  Mungkin sekali bahwa mutu suatu hidup rohani hanya dapat dikenali ketika kita sedang menghadapi godaan-godaan.

Tiga godaan yang kita hadapi terus-menerus adalah godaan untuk menjadi orang yang relevan, godaan untuk menjadi orang yang mengagumkan, serta godaan untuk menjadi orang yang berkuasa.  Ketiga godaan ini bertujuan membawa kita kembali ke jalan dunia, yang mendewakan ketenaran, pujian dan pengakuan.  Semua godaan itu membelokkan kita dari perutusan kita yang tidak lain daripada menampakkan Kristus kepada dunia.

(Disalin dari buku "The Selfless Way of Christ - Jalan Pengosongan Diri Kristus, Henri Nouwen, Dioma, 2008)

Eugene de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.