Devosi dan Rosario

Devosi kepada Bunda Maria memiliki tempat khusus dalam hidup orang beriman. Gereja bahkan memberikan waktu khusus bagi kita untuk menyatakan hormat dan kebaktian kepada Bunda Maria yaitu bulan Mei (Bulan Maria) dan Oktober (Bulan Rosario).

Kongregasi OMI contohnya, menekankan aspek internal dalam devosi kepada Bunda Maria yaitu mengidentifikasikan diri dengan Bunda Maria yang mempersembahkan hidupnya bagi rencana keselamatan Allah. Seluruh hidup Oblat adalah ‘proyek’ mengidentifikasikan diri dengan Bunda Maria. Maka Bunda Maria menjadi idola kita dalam mempersembahkan hidup kita kepada rencana keselamatan Allah.

Di dalam kehidupan masyarakat umum, sang idola selalu menjadi pusat perhatian. Orang tergerak untuk mengagumi dan memuja sang idola. Ada berbagai cara mengungkapkan kekaguman dan pujian terhadap sang idola misalnya memakai baju bergambar sang idola, meniru gaya rambut dan penampilan sang idola,dst.

Maka bila kita menjadikan Bunda Maria sebagai idola, berarti kita digerakkan untuk semakin mengenal dan membina relasi yang personal serta menumbuhkan dan mengembangkan keutamaan-keutamaan yang dihayati Bunda Maria.

Doa Rosario membantu kita agar semakin mengenal dan akrab dengan Bunda Maria. Ketika berdoa Rosario, kita mengucapkan Salam Maria berulang-ulang. Sapaan atau salam penuh kasih seorang sahabat, menimbulkan kebahagiaan dan kemesraan. Kita juga dibantu berkembang dalam keutamaan, ketika kita merenungkan misteri-misteri Rosario bersama Bunda Maria.

(Penulis: Pastor Ignatius Yulianto, OMI, seperti yang terbit dalam Buletin Novisiat OMI Indonesia "Gerard.Com", Edisi 1, Oktober 2015)

Eugene de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.