SENYUM - TIKET KE SURGA

Yesus Kristus Yang Bangkit

Mengapa ada Paskah bagi Yesus Kristus? Hidup Kristus bernafaskan kasih kepada Allah dan manusia. Paskah adalah pintu surga! Pintu itu hanya bisa dibuka dengan kasih Allah, karena Allah adalah Kasih.  Kasih tidak bisa menolak Kasih.  Sederhana alasannya.  Dalam gambar ilustrasi terlihat bahwa Yesus yang telah bangkit memberikan senyum yang indah!  Maka pesan Paskah yang saya ingin Anda bawa pulang adalah pesan yang sederhana.  Pesan yang tidak terlalu tinggi.  Pesan apakah itu?

Sebuah cerita sederhana.

Pada suatu hari, sekelompok guru dari Amerika mengunjungi Suster Teresa dan karyanya di Kalkuta.   Sebelum mereka pamit pulang, guru-guru itu berkata kepada Suster Teresa: “Suster, kami ingin membawa pulang sesuatu untuk keluarga kami.  Maka kami harap Suster akan memberikan kepada kami satu dua nasihat yang bisa kami bawa pulang. “  Suster Teresa menjawab:  “Tersenyumlah kepada istrimu. Tersenyumlah kepada suamimu.”

Mungkin karena merasa heran dengan nasihat seperti itu, mungkin juga karena merasa yakin bahwa Ibu Teresa sebetulnya tidak tahu suka-duka hidup berkeluarga, salah seorang dari mereka kemudian bertanya, “Apakah Anda pernah menikah, Suster?”

 

“Ya,” jawab Suster Teresa.  “Dan saya mengalami, kadang sangat sulit untuk tersenyum kepada Yesus. Dia sering terlalu menuntut.”

Bagi Suster Teresa, Yesus adalah "suami"-nya.  Teresa hidup demi Yesus, dan layaknya relasi suami-istri, Teresa kadang ingin marah juga dengan Yesus sehingga ia sulit tersenyum kepada Tuhan.   Teresa kadang merasa kesal, marah kepada Yesus , karena sepertinya Tuhan diam saja melihat banyak penderitaan di dunia ini, khususnya penderitaan yang bisa dijumpai di lorong-lorong jalan di kota Kalkuta itu. Kekesalan Teresa masih belum pudar dan masih terbawa saat ia berdoa.   Dalam doa itu, ia mungkin melihat Yesus yang meledeknya sambil berkata, "Hai Teresa, senyum dulu donk!"

Maka hari ini saya ingin katakan, "Manusia Paskah adalah manusia yang bisa tersenyum! Seperti Yesus yang tersenyum setelah Ia bangkit!"

Jadikan senyum sebagai habitus yang paling kuat dalam rumah Anda! Bangun tidur, ada senyum; sebelum dan sesudah makan, apalagi bila menu di meja hanya sederhana, ada senyum; sebelum marah, ada senyum; sesudah marah, ada pelukan; sebelum gajian ada senyum, setelah gajian, jangan lupa bayar hutang....

Senyum bukan hanya tanda hati yang gembira atau sabar, tetapi juga ekspresi kasih!  Yesus yang tersenyum itu seakan berkata: "Engkau teramat berharga dan berarti bagiKu!"

Tersenyum itu tidak selalu mudah. Apalagi tersenyum pada seseorang yang mungkin telah melukai hati Anda, telah menyepelekan Anda, pernah memukul Anda, pernah meninggalkan Anda, pernah menghina Anda, pernah mengkhianati Anda.   Mungkin tidak mudah juga untuk tersenyum kepada ibu mertua, ya?!

Kalau senyum itu tidak mudah, jadi harus bagaimana?  Memang yang paling mudah adalah senyum di depan smartphone Anda untuk foto selfie!  Ketahuilah, menurut para ahli, dibutuhkan 62 otot untuk cemberut, dan hanya 26 otot untuk tersenyum. Kalau orang tidak mau tersenyum, mungkin karena orang belum tahu manfaat dari sebuah senyum! Kemarin saya coba Googling dan menemukan ada lebih dari 10 manfaat senyum, antara lain: membuat orang lebih menarik asal tidak  over dosis; senyum mengubah suasana hati kita jadi lebih baik; senyum mengurangi stress; senyum menurunkan tekanan darah; senyum meningkatkan sistem kekebalan tubuh; senyum membuat orang terlihat lebih muda. Terlebih daripada itu, alasan kita untuk  tersenyum adalah karena Yesus yang menginginkan kita tersenyum, maka kita memang terkadang perlu memaksa diri kita untuk mau tersenyum!

Ingatlah, Anda tidak sempurna, pasangan Anda juga tidak sempurna. Anda membutuhkan dia, begitu juga sebaliknya.  Untuk apa?  Untuk memperoleh tiket ke surga.  Suami-istri selalu tersenyum untuk memperoleh tiket ke surga, karena tersenyum adalah ekspresi kasih.  Maka saya pun berani dan yakin untuk mengatakannya sekarang, perkawinan Anda dan keluarga Anda adalah penentu dapat-tidaknya Anda tiket ke surga! Dapat tidaknya Anda Paskah.  Selama tidak ada senyum di antara kita, tiket itu hanyalah mimpi! Tapi kalau Romo Paroki Anda pelit tersenyum, harap maklum, itu hanya karena Romo harus jaim – jaga image!

Naik gajah pakai topi – Selamat Paskah, Tuhan memberkati!

(Penulis: Pastor F.X. Rudi Rahkito Jati, OMI, Homili Minggu Paskah, 27 Maret 2016, di Gereja Trinitas, Paroki Cengkareng, Jakarta/Ilustrasi: Poster Film Son of God diambil dari internet)

Eugene de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.