SALIB

Pandanglah Salib! – Itulah kata-kata yang sering saya serukan kepada novis dan pranovis. Seruan tersebut berdasarkan pada pengalaman St. Eugenius de Mazenod, Bapa Pendiri OMI yang mengalami perubahan besar dalam hidupnya saat memandang Yesus Kristus yang tersalib. Demikian pula saya berani mengubah langkah hidup saya karena tertarik oleh salib yang dikenakan para Oblat. Mengapa salib?

Salib: sengsara menuju mulia – Melihat salib tergambarlah kesengsaraan yang luar biasa. Tidak seorang pun mau disalib seperti itu. Tetapi Yesus justru mengambil salib sebagai tahtaNya untuk mengubah sengsara menjadi mulia, kematian menjadi kehidupan dan keputusasaan menjadi harapan agar setiap muridNya setia pada salib yang dipikulnya.

Salib: pertobatan menuju pembaruan – Kalau Yesus saja bersedia tergantung di kayu salib demi dosa manusia, apakah manusia juga akan tetap tinggal dalam kedosaannya? Manusia memang makhluk yang lemah dan cenderung berbuat dosa. Tetapi keberanian menatap salib memberikan kekuatan pada manusia untuk memperbarui dirinya dan mengalami pertobatan.

 

Salib: cinta diri menuju perutusan – Seorang sahabat sejati adalah seorang yang bersedia mengorbankan dirinya bagi sahabat yang dikasihinya, itulah kata Yesus. Terdorong oleh kasih dan terinspirasi oleh salib, setiap murid Tuhan meninggalkan cinta dirinya dan menyambut perutusan baru  untuk hidup dalam kasihNya dan menjadi pewarta kasih itu.

Berani memandang salib berarti berani merenungkan masa lalu, melangkah di masa sekarang dan memandang masa depan. Ungkapan dalam buletin ini menjadi salah satu perjalanan salib  Komunitas Novisiat yang layak disyukuri. Selamat menikmati dan selamat merayakan kasih Tuhan!

(Penulis: Pastor Antonius Sussanto, OMI, Magister Novis, Novisiat OMI "Beato Joseph Gerard", Yogyakarta/diambil dari Buletin Novisiat OMI "Gerard.Com" Edisi Maret 2016)

Eugene de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.