Menjadi Satu Karena Kasih

Bacaan Kitab Suci: KIS 20:28-38

Bacaan Injil: Yoh 17:11b-19

 

Seorang Pastor yang baru ditugaskan di sebuah paroki merasa sangat sedih dan hampir putus asa. Belum satu bulan, dia sudah mengalami perselisihan dan perpecahan di antara umat. Ada yang tersinggung karena merasa dilecehkan, ada yang marah karena pendapatnya ditolak, ada yang mundur karena tidak cocok dengan tim kerja yang lain, bahkan ada yang pindah gereja karena merasa ditolak dan dipermalukan. Menghadapi situasi ini, Pastor itu menghadap Bapa Uskup untuk meninjau kembali SK yang sudah dikeluarkan. Namun Uskup justru berkata: “Jangan khawatir dan cemas. Berdoalah dan mohon kekuatan kepada Tuhan. Jadilah gembala yang mempersatukan mereka.”

Sejak awal, Yesus mengetahui bahwa persoalan terbesar yang akan dialami oleh murid–muridNya adalah perpecahan. Ini terungkap dalam doa Yesus: “supaya mereka menjadi satu”. Paulus juga menyadari hal yang sama maka dia berpesan: “Jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan.” Hampir 2000 tahun sejarah Gereja, perselisihan dan perpecahan ini selalu muncul. Bahkan Gereja seringkali berada dalam situasi krisis karena perselisihan dan perpecahan yang terjadi. Sebagai contoh perpecahan Gereja Barat dan Gereja Timur sekitar tahun 1054 dan reformasi pada tahun 1517.

Bila kita belajar dari sejarah, perselisihan dan perpecahan selalu disebabkan oleh ego dan kesombongan. Inilah serigala–serigala yang ganas yang dimaksud oleh Paulus. Saking ganasnya, satu–satunya jaminan kita selamat adalah perlindungan dan penyelenggaraan Tuhan: “Aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karuniaNya.” Yesus juga menyadari hal ini sehingga menyerahkan Gereja kepada perlindungan Bapa sendiri.

Namun tentunya perlindungan dan penyelenggaraan Tuhan akan dialami bila manusia hidup dalam kasih. Kasih inilah senjata ampuh yang dapat membunuh serigala–serigala ganas tersebut. Kasih memampukan orang memaafkan. Kasih mendorong orang menjadi lebih baik. Kasih membuat orang mau memahami dan menerima. Kasih menjadi kekuatan paling besar dalam berkorban. Dalam kasih, manusia menjadi satu dan bersatu dengan Allah, karena Allah adalah Kasih.


(Penulis: Pastor Reynold A. Sombolayuk, OMI, seperti yang dimuat di situs www.antoniusbanjarnegara.org)

Eugene de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.