Menyediakan Tempat Yang Layak

Tanggal 04 September 2016 nanti, Beata Teresa dari Kalkuta akan dikanonisasi oleh Paus Fransiskus. Dengan Kanonisasi itu, beliau akan mendapatkan gelar “Santa Teresa dari Kalkuta”, orang kudus dari Kalkuta. Proses pemberian gelar kudus kepada Ibu Teresa dari Kalkuta ini terhitung cepat sejak kematiannya. Biasanya Gereja membutuhkan waktu berpuluh tahun untuk memberikan gelar kudus kepada seseorang. Hal ini tentu tidak terlepas dari yang dilakukan Ibu Teresa selama hidupnya. Sebagai seorang Suster Biarawati sederhana, Ibu Teresa sudah dipandang sebagai orang suci semasa hidupnya. Mengapa?

 

Orang melihat secara langsung yang ia lakukan untuk membantu orang-orang miskin di Kalkuta, India. Ibu Teresa menolong orang-orang yang sudah tidak berdaya, hampir mati, dibuang dan tidak dipedulikan oleh sesamanya di jalan-jalan kota Kalkuta.  Ia mengambil orang-orang itu dari pinggir jalan dan membawanya pulang ke rumah “biara”, memandikan mereka, memberi pakaian dan makanan. Banyak di antara mereka yang setelah dimandikan dan diberi pakaian meninggal dunia. Ibu Teresa tidak merasa sia-sia, karena ia telah membuat orang-orang itu mati sebagai manusia yang bermartabat, bukan mati di pinggir jalan seperti binatang. Yang lainnya ada yang bertahan hidup dan sehat kembali. Mereka kemudian membantu Ibu Teresa melaksanakan pelayanan untuk membantu sesamanya.

 

Bacaan Injil Lukas 14:1, 7-14 mengajak kita semua merenungkan sikap yang mesti kita bangun atau lakukan agar dapat memasuki Kerajaan Allah. Yesus mengajak kita untuk tidak memburu tempat terhormat dan mengundang orang-orang yang hebat ke pesta. Sebaliknya, Dia mengajak kita memilih tempat yang di belakang serta mengundang pesta orang-orang miskin yang tidak mampu membalas undangan kita. Ini adalah ajakan bagi para murid untuk menyediakan tempat terhormat sebanyak-banyaknya bagi orang lain agar mereka dapat kesempatan mengalami keselamatan. Kita berjasa bukan karena mendapatkan tempat terhormat, tetapi karena kita berani mendahulukan tempat terhormat itu bagi orang lain, terutama yang membutuhkan dan tidak mampu membalas sepadan dengan yang kita lakukan. Inilah sumber kebahagiaan.  Inilah yang sudah dibuat oleh Santa Teresa dari Kalkuta dan banyak pelayan lainnya. Apakah dalam karya pelayanan kita, di rumah, di kantor, di masyarakat, di Gereja, dan tempat-tempat lainnya kita lebih mengutamakan diri kita sendiri atau mengutamakan orang yang kita layani?

(Penulis:  Pastor Antonius Andri Atmaka, OMI, Pastor Kepala Paroki Sta. Maria Imakulata, Kalideres, Jakarta)

Eugene de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.