Menjadi Murah Hati dan Berbelaskasih Seperti Bapa

Bacaan Kitab Suci: Keluaran 32:7-11, 13-14 ; 1 Timotius 1:12-17 ; Lukas 15:1-32

Hari ini, bacaan Kitab Suci mau menampilkan wajah Bapa yang penuh kasih dan sungguh penuh kerahiman. Kebaikan dan belaskasihNya sangat sulit digambarkan sehingga perlu ditampilkan dengan tiga perumpamaan yang kesemuanya bermuara pada belas kasihNya yang luar biasa.

Perumpamaan pertama adalah tentang seorang kaya yang memiliki 100 ekor domba. Ketika membawanya ke padang rumput, ada satu ekor yang tersesat. Ia meninggalkan sembilan puluh sembilan ekor dan pergi mencari satu ekor yang tersesat. Setelah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya, kembali ke rumah dengan suka cita. Perumpamaan kedua, ada seorang Bapa yang murah hati. Ia memiliki dua orang anak. Anak bungsu merasa bebas maka ia menuntut warisannya. Bapanya dengan murah hati memberikan yang menjadi haknya. Anak bungsu itu segera pergi dan menghabiskan semua kekayaan itu dengan hidup dalam dosa. Ia akhirnya kembali ke rumah, dan disambut dengan meriah oleh bapanya. Anak yang sulung tetap tinggal di dalam rumah, hidup dari semua harta kekayaan bapanya, tanpa menggunakan hartanya sendiri. Anak sulung lupa diri di hadapan bapanya. Ia bahkan menolak kehadiran adiknya. Tokoh utamanya adalah Bapa yang murah hati kepada anaknya yang berdosa (bungsu) dan anak sulungnya yang tidak tahu diri. Perumpamaan ketiga, seorang wanita miskin hanya memiliki uang sepuluh dirham. Satu dirham nilainya sama dengan satu dinar yang sebanding dengan upah kerja sehari. Rumahnya juga sederhana. Ketika ia mengalami kehilangan satu dirham, ia berusaha mencarinya dengan berbagai cara dan ketika menemukannya ia juga bersukacita.

Sabda Tuhan tersebut membantu kita untuk memandang Allah sebagai Bapa Yang Maharahim. Allah Bapa kita itu kekal dan kasih setiaNya tidak mengenal batas ruang dan waktu. Ia murah hati terhadap kaum pendosa dan menuntun mereka untuk bertobat dan kembali ke jalanNya. Perumpamaan-perumpamaan yang diberikan Yesus dari Injil hari ini juga membuka wawasan kita untuk memahami kemurahan hati serta kerahimanNya. Bagaimana kita menjawab kasih, kemurahan hati dan kerahiman Tuhan?

 

Tahun Yubileum Luar Biasa Kerahiman Allah yang ditetapkan Bapa Suci Fransiskus sudah berjalan sepuluh bulan dan akan berakhir pada 20 November 2016 mendatang. Apa yang sudah kita alami dari kesempatan luar biasa ini? Kita diundang mengalami dan merasakan kebaikan dan kemurahan belas kasih Allah yang selalu mengulurkan tangan serta berkat. Kita diundang untuk merayakan dan mendalami kerahimanNya melalui aneka doa, devosi, dan peziarahan dengan simbol pintu suci dan kesempatan mendapatkan indulgensi penuh. Kita juga mendapatkan kesempatan untuk berbuat amal kasih sebagai buah dari pengalaman dibenamkan dalam kasih Tuhan yang luar biasa. Kita semua dipanggil dan diutus untuk menampilkan wajah kemurahan dan belaskasih Allah dalam situasi nyata hidup kita. Tuhan memberkati.

 

(Penulis: Romo Aloysius Wahyu Nugroho, OMI, Promotor Panggilan OMI Provinsi Indonesia - Homili Minggu Biasa XXIV di Paroki Sta. Maria Imakulata, Kalideres, Jakarta).

Eugene de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.