Allah Menghendaki Semua Orang Selamat

Masa kampanye Pilkada DKI sudah dimulai. Beberapa waktu yang lalu pernah terjadi keributan karena salah seorang calon dituduh telah menodai salah satu agama dengan ucapannya. Dalam sejarah hidup beragama manusia, berulangkali terjadi pertengkaran dan perang yang disebabkan perbedaan sudut pandang dan konsep tentang Allah. Allah telah membiarkan Diri dikenal oleh manusia dengan berbagai cara. Namun seringkali manusia justru mempersempit pengenalan mereka akan Allah dengan menyatakan bahwa pengenalan orang lain salah dan hanya dirinya saja yang benar. Allah ingin semua orang mengalami keselamatan menurut keterbukaan hati masing-masing.  Allah tidak mau membeda-bedakan manusia kesayangannya.

Kisah Injil pada hari ini mengisahkan tentang Yesus yang mampir di rumah Zakheus, kepala pemungut cukai. Kunjungan Yesus ini menimbulkan ketegangan di tengah masyarakat. Yesus sebagai seorang Guru yang terhormat hendaknya mengikuti prinsip-prinsip kepatutan umum yang berlaku saat itu. Karena bagi orang Yahudi, pekerjaan pemungut cukai pada waktu itu dipandang sebagai pekerjaan yang membuat orang tersebut termasuk golongan pendosa. Pemungut cukai dipandang sebagai pengkhianat bangsa yang patut disingkiri atau dijauhi karena mereka bekerja untuk penjajah. Orang Farisi dan Ahli Taurat yang memandang dirinya sebagai orang saleh juga tidak senang dengan sikap Yesus yang suka bergaul dengan orang-orang pendosa seperti Zakheus. Sikap Yesus menimbulkan kejengkelan.

 

Namun Yesus mempunyai pandangan yang berbeda. Dia ingin menyatakan isi hati Allah kepada manusia, yaitu bahwa Allah ingin semua orang mengalami kebahagiaan, keselamatan. Dia tidak mau ada satu orang pun yang salah jalan dan menjauh dari-Nya. Orang yang sesat jalannya tidak untuk dijauhi atau malah dihukum dengan pengucilan. Orang yang sesat jalannya harus disapa dan didekati dengan persaudaraan. Seperti seekor domba yang hilang dicari oleh sang Gembala sampai ketemu. Dengan ditemukannya domba yang hilang, jumlah kawanan tidak lagi 99 ekor tetapi genap 100 ekor.

 

Kehadiran Yesus di rumah Zakheus telah membawa perubahan sikap hidup dalam diri Zakheus beserta seluruh kerluarganya. Zakheus dikembalikan kepada kawanannya dan oleh karena itu dia berani untuk berubah. Dia berani mengembalikan 4 kali lipat kalau ada yang merasa dia rugikan dan separuh dari miliknya dibagikan kepada orang-orang miskin.  Yesus bersabda, “Hari ini telah terjadi penyelamatan di rumah ini”. Penyelamatan itu ditawarkan oleh Yesus kepada semua orang yang ada di rumah Zakheus, tetapi rupanya tidak semua menyambutnya seperti Zakheus dan keluarganya. Apakah kita kadang merasa lebih benar dari yang lain sehingga tawaran Penyelamatan oleh Yesus tidak kita tanggapi dengan baik? Allah telah membiarkan diri dikenal dengan berbagai cara manusia dapat memahami diriNya, tetapi manusia cenderung menjadi kaku dan menganggap pengenalan orang lain akan Allah itu keliru.

(Penulis: Pastor Antonius Andri Atmaka, OMI, Kepala Paroki Sta. Maria Imakulata, Kalideres, Jakarta)

Eugene de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.