Dipimpin oleh Roh ke Padang Gurun

Selamat memasuki Masa Prapaskah. Sebutan Masa Prapaskah lebih cocok dibandingkan dengan masa Puasa karena Masa Puasa hanya menonjolkan matiraga dengan pantang dan puasa. Masa Prapaskah menunjuk kepada masa sebelum Paskah atau sebelum kebangkitan. Masa Prapaskah mempunyai unsur persiapan dan pengharapan. Kita diajak mempersiapkan diri untuk mengalami Paskah, kebangkitan, kehidupan baru. Masa Prapaskah membuat kita berpengharapan bahwa kita boleh memperbaiki diri, membenahi hidup. Kerahiman Allah membuat kita mempunyai keyakinan akan kemurahan hati Allah. Persoalannya adalah apakah kita cukup kuat untuk menghadapi berbagai godaan yang datang?

 

“Yesus dibawa oleh Roh ke Padang Gurun supaya dicobai Iblis”. Ada tiga istilah yang dipakai penginjil untuk memberi nama Iblis: diabolos (Iblis atau si pemecah belah); peirazon (pembujuk yang menebarkan benih permusuhan) dan setan (yang menyeret ke jalan sesat). Oleh Matius, Yesus ditampilkan sebagai pribadi yang disertai oleh Roh. Kesatuan Yesus dengan Roh Ilahi inilah yang memampukan Dia melawan godaan yang ditawarkan kepadaNya. Pertama, Yesus diminta mengubah batu menjadi roti. Yesus dibujuk untuk mengurus sendiri segala hal, tidak bergantung kepada Allah Bapa Yang Maha Kuasa. Ini tindakan mencobai Tuhan. Tuhan dianggap tidak ada perannya dalam kehidupan. Manusia bisa mengatur dan mencukupi sendiri apa yang diperlukan dalam hidup ini. Kedua, Yesus diminta terjun dari bubungan Bait Allah. Ini tindakan memaksa Tuhan membuat mukjizat. Menantang, apakah Tuhan sungguh-sungguh mencintai Dia? Ketiga, Yesus diminta menyembah setan. Sebagai gantinya, setan akan memberikan kekayaan dunia kepada Yesus. Setan tidak meminta Yesus meninggalkan Tuhan, tetapi ia hanya minta Yesus memberi sedikit tempat bagi setan di hatiNya. Yesus diminta mendua hati.

 

Selama Masa Prapaskah ini, kita diajak meluangkan waktu lebih banyak untuk merenungkan relasi kita dengan Tuhan. Benarkah Tuhan sungguh-sungguh mendapat tempat di dalam hidup kita? Atau, sebenarnya selama ini hidup iman dan keagamaan kita masih banyak dipenuhi keraguan dan ketidak-yakinan. Di satu pihak kita mengatakan bahwa kita percaya pada Tuhan, di pihak lain kita ragu-ragu benarkah Tuhan menyertai kita senantiasa. Dengan apa yang kita “miliki”, kita merasa bahwa Tuhan tidak lagi kita perlukan. Kalau ada uang cukup, maka semuanya akan beres dan dapat teratasi. Setan selalu menggoda kita untuk menjatuhkan pilihan-pilihan yang bertentangan dengan bimbingan dan karya Roh Kudus. Yesus menunjukkan kepada kita peran Roh Kudus dalam kehidupan. Dialah Allah sendiri yang pantas ditaati dan diikuti kehendakNya. Tokoh utama dalam kisah di padang gurun ini adalah Roh Kudus. Dialah yang berkarya menuntun, mengarahkan dan meneguhkan langkah-langkah perjalanan kehidupan. Beranikah kita membiarkan diri dalam bimbingannya supaya kita selalu memilih yang baik dan benar? Atau, roh mana yang selama ini menuntun kita? Semoga masa Prapaskah ini menjadi kesempatan memurnikan seluruh batin kita.

(Penulis: Pastor Antonius Andri Atmaka, OMI, Pastor Kepala, Gereja Santa Maria Imakulata, Paroki Kalideres, Jakarta Barat)

Eugene de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.