Tuhan Menjadikan Segalanya Baik

Bacaan Kitab Suci Minggu Prapaskah IV:

Bacaan Pertama: Samuel 16:1b.6-7.10-13a

Mazmur: 23:1-3a.3b-4.5.6

Bacaan Kedua: Efesus 5:8-14

Bacaan Injil: Yohanes 9:1-41

 

Ketika pertama kali melihat video Nick Vujicic, saya sangat kagum dan terheran-heran. Nick adalah seorang yang terlahir tanpa tangan dan kedua kakinya sangat kecil dan pendek, namun tubuh dan kepalanya normal. Dalam kondisi seperti itu, Nick tampil sebagai motivator dan pewarta Injil. Cacat fisik yang bagi banyak orang dipandang sebagai sebuah penghalang hidup, bagi Nick justru menjadi berkat yang dapat mengubah pandangan orang banyak. Dengan kondisi cacat fisik seperti itu, Nick berhasil berdamai dengan dirinya. Dia tidak melihat cacat itu sebagai halangan untuk maju dan berkembang, bahkan membagikan berkat bagi banyak orang. Nick mengatakan bahwa semua itu terjadi berkat perjumpaannya dengan Yesus yang wafat di Salib. Nick hanyalah salah satu dari sekian banyak pribadi yang mengalami keterbatasan fisik. Namun, keterbatasan itu justru membuat kehadiran Tuhan lebih nyata dalam kehidupan manusia. Bagi Tuhan tak ada yang mustahil.

Kisah Injil pada Minggu IV Prapaskah Tahun A yang diambil dari Injil Yohanes 9:1-41 ini menceritakan peristiwa penyembuhan seorang yang buta sejak lahirnya. Situasi orang buta ini menimbulkan pertanyaan pada para murid tentang penyebab kebutaan orang itu. Pada zaman itu memang beredar pandangan bahwa cacat fisik itu diakibatkan oleh dosa orang tua atau ibu yang mengandungnya. Namun oleh Yesus pandangan semacam itu dibantah. Bagi Yesus keadaan itu justru dapat menampakkan kemuliaan karya Allah. Bukan bahwa Allah dengan sengaja menciptakan kebutaan atau kemalangan semacam itu, demi menunjukkan kemahakuasaanNya. Situasi itu merupakan bagian dari keterbatasan manusia sebagai ciptaan yang memiliki banyak kelemahan dan kekurangan, bahkan cacat. Namun keadaan itu bagi Allah bukanlah akhir segala-galanya. Allah dapat menampakkan karya dan kuasanya melalui keadaan kelemahan kemanusiaan tersebut.  Justru karya Ilahi dapat semakin nyata dalam situasi itu. Inilah sebuah karya penciptaan baru. Allah menciptakan secara baru dan teratur situasi kacau balau yang dihadapi manusia.

Peristiwa penyembuhan orang buta ini terjadi pada hari Sabat. Hal ini menimbulkan konflik di dalam masyarakat, khususnya pada para tokoh agama. Yesus tidak bermaksud menentang atau mengacaukan aturan Sabat. Justru peristiwa penyembuhan pada hari Sabat itu oleh Yohanes diangkat untuk mengingatkan manusia bahwa Tuhan beristirahat pada hari Sabat setelah selesai menciptakan segala sesuatu. Semuanya dalam keadaan baik. Nah, kehadiran Yesus yang menyembuhkan orang buta, merupakan tanda datangnya penciptaan baru bahwa semuanya dipulihkan kembali. Orang buta itu dibuat menjadi normal, dapat melihat dengan matanya. Yesus datang untuk memulihkan keadaan yang kacau itu menjadi normal, sesuai dengan yang semestinya. Pada masa Prapaskah ini, siapkah diri kita diatur kembali atau diciptakan kembali secara baru oleh Yesus? Maukah kita membuka diri kepada-Nya?

(Penulis: Pastor Antonius Andri Atmaka, OMI, Pastor Kepala, Gereja Sta. Maria Imakulata, Paroki Kalideres, Jakarta)

Eugene de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.