Inilah Tubuhku Yang Kuserahkan Padamu

Salah satu warisan Yesus yang sangat mengagumkan bagi saya adalah Ekaristi. Ekaristi adalah sebuah perjamuan makan. Ternyata makan bersama bisa menjadi sebuah peristiwa rohani. Makan bersama bukan hanya sekedar duduk mengelilingi meja dan menyantap semua hidangan yang disajikan sampai kenyang. Makan bersama satu meja adalah saat orang bisa berbagi satu sama lain. Pertama-tama tentu saja berbagi makanan. Semua yang duduk di situ mendapat makanan dan dipuaskan. Kedua, berbagi kehadiran. Tidak ada yang dipandang sebagai patung mati. Semua yang duduk mengelilingi meja diakui kehadirannya dan mendapatkan yang dia perlukan. Ketiga, berbagi kehidupan. Orang berbicara, bercerita satu sama lain. Masing-masing membawa hidupnya dan membagikannya kepada semua yang duduk makan, sehingga semakin dikenal dan mengenal.

Perjamuan Ekaristi berasal dari tradisi orang Yahudi. Perjamuan Yahudi yang disebut “Berakah” ini merupakan ucapan syukur atas pembebasan orang Israel dari perbudakan di Mesir oleh Tuhan melalui Musa. Oleh Yesus, perjamuan ini diberi makna baru sebagai kenangan akan cintanya yang tulus kepada para murid dan semua orang yang percaya kepadaNya. Mungkin kita selama ini membayangkan bahwa Yesus hanya makan bersama dengan 12 muridnya, seperti yang dilukis oleh Leonardo Da Vinci dalam gambar perjamuan terakhir. Yesus pada waktu itu merupakan seorang tokoh yang dikenal dan diikuti banyak orang. Dia disambut banyak orang sejak memasuki kota Yerusalem. Banyak orang ingin mendengarkan Dia dan mendapatkan pencerahan darinya. Pada saat perjamuan itulah Yesus menyampaikan pesan-pesan terakhirnya kepada para murid dan orang banyak. Yesus mempercayakan atau mewariskan kepada mereka jalan keselamatan yang Dia terima dari Bapa. Hal ini terjadi bukan di dalam Bait Allah, melainkan dalam sebuah perjamuan makan bersama yang dihadiri oleh banyak orang.

Dalam perjamuan makan itu Yesus memperkenalkan Allah sebagai Bapa yang dapat didekati dan yang ingin agar semua orang selamat. Dengan mengubah roti dan anggur sebagai lambang tubuh dan darahNya, Yesus ingin menjadikan Perjamuan Ekaristi sebagai saat pemberian diri seutuhnya kepada mereka yang ikut makan dan minum. Dalam perjamuan Ekaristi inilah semua yang ikut ambil bagian di dalamnya dipersatukan dengan Yesus dan dengan demikian juga ikut ambil bagian dalam tugas perutusan yang diterima Yesus dari Bapa. “Inilah tubuhKu... Inilah darahKu... ” Inilah tanda keselamatan itu. Barang siapa ikut menyambutNya, dia ikut ambil bagian dalam mewartakan kedatangan keselamatan itu bagi dunia. Apakah buah Ekaristi yang aku hasilkan selama ini dalam hidupku?

(Penulis:  Pastor Antonius Andri Atmaka, OMI, Kepala Paroki Sta. Maria Imakulata, Kalideres, Jakarta Barat)

Eugene de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.