Kerajaan Allah Laksana Biji Kecil

Pada waktu kita kecil, orang dewasa selalu bertanya kepada kita, “Nanti kalau sudah besar kamu mau menjadi apa?” Dan kita menjawab menurut apa yang pada waktu itu kita kagumi, misalnya: guru, romo, dokter, tentara, polisi, insinyur dan sebagainya. Kita ingin menjadi orang hebat menurut pandangan kita pada waktu itu. Apakah yang kita katakan itu menjadi kenyataan pada saat ini? Ada beberapa yang sungguh terjadi, lebih banyak yang tidak terjadi. Apakah itu salah kita? Tentu saja tidak. Kita masing-masing bertumbuh dan menjalani profesi sesuai dengan bakat yang dianugerahkan Tuhan. Seringkali kita tidak pernah menduga atau merencanakan dengan jelas sebelumnya. Hari demi hari kita menekuni dengan sepenuh hati dan akhirnya membuahkan yang oleh orang disebut kesuksesan atau keberhasilan.

Bacaan Injil Markus 4:26–34 mengisahkan dua perumpamaan tentang Kerajaan Allah yang digambarkan oleh Yesus dengan benih. Yang pertama, benih yang ditabur di tanah itu mempunyai daya kekuatan dari dalam untuk tumbuh. Manusia yang menaburkan tidak pernah tahu bagaimana proses pertumbuhannya. Dia hanya menjaga agar benih itu terus hidup dan akhirnya menghasilkan buah. Yang kedua, benih kecil itu ketika tumbuh dapat menjadi tanaman yang besar. Burung-burung pun dapat membuat sarang dan tinggal di sana. Satu hal yang sama sekali tidak pernah diduga kalau melihat biji pohon itu sangat kecil dan tak berarti.

Semua perumpamaan tentang Kerajaan Allah itu berkaitan dengan pengalaman kehidupan kita sehari-hari. Kalau Yesus mengatakan, “Kerajaan Allah sudah datang”, itu berarti bahwa Kerajaan Allah itu sungguh-sungguh sudah ada di tengah kita, dalam kehidupan kita.

Kita seringkali tidak menyadari atau mengakuinya. Kerajaan Allah adalah saat Allah dengan kuasanya berkarya dalam hidup kita dan membentuk kita menurut apa yang Dia mau. Tentu dalam hal ini ada kerjasama antara kita dengan Dia. Hanya saja seriangkali kita tidak menyadarinya.

Kisah di atas sebenarnya menggambarkan bagaimana Kerajaan Allah itu sudah ada dan hadir di tengah kita. Kita tidak pernah menduga yang akan terjadi dengan hidup kita. Kita semua mulai dari hal yang sederhana, kecil, remeh dan tidak berarti. Kita mencoba menekuninya dengan sungguh-sungguh. Tanpa kita sadari, ternyata kita berkembang menjadi semakin positif dan semakin baik. Inilah karya Allah. Inilah kehadiran Kerajaan Allah dalam diri kita. Allah telah melakukan perbuatan besar dalam diri kita dan kita tidak memahaminya, namun kita membiarkan Dia terus menuntun kita sampai kita tumbuh menjadi pohon yang besar dan tempat banyak orang bernaung.  Itulah karya Allah lewat kita.

 

(Penulis: Pastor Antonius Andri Atmaka, OMI, Kepala Paroki Sta. Maria Imakulata, Kalideres, Jakarta Barat)

Eugene de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.