Penyelamatanmu Sudah Dekat

Masa Adven merupakan masa penantian kedatangan Tuhan di tengah kehidupan manusia. Tuhan datang untuk membantu manusia menemukan kepenuhan hidup sebagaimana yang Tuhan sendiri rencanakan untuk kita semua. Rencana Tuhan adalah agar tidak ada seorang pun di antara umat manusia ini yang hilang atau tidak bersatu dengan-Nya. Untuk itulah Allah berinisiatif mendatangi manusia dan mendampingi atau menuntun manusia.  Seperti seorang gembala yang menuntun dombanya, Allah ingin menuntun domba-dombaNya menuju kepada kebahagiaan sejati.

Akan tetapi warta Adven yang pertama ini mengajak kita merenungkan datangnya hari akhir. Tanda-tanda yang menyertai sangat dahsyat nampak pada benda-benda angkasa. Suasananya digambarkan sangat mencekam oleh penginjil Lukas. Inikah kabar gembira yang ditampilkan pada minggu pertama Adven ini? Tentu saja Injil tidak dimaksudkan untuk menakuti-nakuti orang. Justru Injil dituliskan untuk mengajak setiap orang yang percaya menyadari apa yang sebenarnya diperlukan untuk kehidupan yang damai sejahtera di dunia ini.

Kita sebenarnya sudah tahu bagaimana sikap yang mesti dibangun dalam menyambut kedatangan Tuhan yang menyelamatkan itu. Namun demikian, selalu saja ada orang-orang tertentu yang membuat reaksi negative terhadap kehidupan ini. Manusia tidak sungguh-sungguh menggunakan setiap kesempatan yang diberikan Tuhan untuk hal-hal yang baik. Akibatnya adalah bahwa manusia yang seperti itu tidak siap untuk menyambut kedatangan Tuhan yang mau menyelamatkan tersebut. Mereka terlena dengan urusan-urusan yang justru membuat kemanusiaan terpuruk dan tidak berharga.

Kedatangan Anak manusia yang nantinya akan kita rayakan pada hari Natal mengajak kita untuk menentukan sikap yang benar, yaitu: apakah kita mau terlena dalam urusan dan kepentingan duniawi saja atau kita akan berjaga-jaga dalam doa. Artinya, kita bisa saja menjadi tidak peduli terhadap kehadiran Tuhan yang membuat kita harus bersiap-siaga. Kita tidak peduli dengan yang seharusnya kita lakukan dengan sungguh-sungguh. Kita hanya mau senang-senang saja tanpa mencari secara serius hal yang penting untuk mambangun kemanusiaan kita yang utuh. Sikap berjaga-jaga tidak dimaksudkan dengan duduk diam menunggu tanpa melakukan apa-apa. Sikap berjaga-jaga justru mengajak kita untuk selalu siap-siaga saat dipanggil. Tidak ada ganjalan ataupun penyelasan dengan kemarahan. Kita dapat menghadap Tuhan dengan hati yang tenang dan mata terarah ke depan. Marilah kita sambut kedatanganNya agar kita dapat berjalan dalam kepastian harapan yang telah disiapkanNya. Tuhan memberkati.

 

(Penulis:  Pastor Antonius Andri Atmaka, OMI, Pastor Kepala Paroki Sta. Maria Imakulata, Kalideres, Jakarta)

Eugene de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.