Makan Enak, Tubuh Sehat!

Berangkat dari keprihatinan akan adanya ‘beberapa’ imam-biarawan-biarawati yang mempunyai masalah kesehatan akibat makanan, bapak Wied Harry mengambil inisiatif untuk terlibat dalam karya pewartaan iman dengan cara memberikan edukasi tentang hidup sehat yang dimulai dari makanan kepada para Imam-biarawan dan biarawati.  Pada Senin, 19 September 2016, Bapak Wied Harry hadir di Seminari Tinggi OMI “Wisma de Mazenod”, Yogyakarta untuk memberikan edukasi dengan tema “Makan Enak, Tubuh Sehat”.  Sebelumnya pria kelahiran Surabaya berusia 57 tahun ini telah pula berkeliling ke bebarapa biara untuk memberikan edukasi yang sama.

Sungguh suatu anugerah bahwa atas inisiatifnya, Pak Wied Harry berkenan hadir dan memberikan edukasi pola makan enak dan sehat bagi Komunitas OMI Distrik Yogyakarta lewat kerjasama dengan Pastor Antonius Widiatmoko, OMI selaku Superior Distrik OMI Yogyakarta. Hadir dalam acara edukasi ini para Romo-Bruder-Frater-Novis-PraNovis OMI, karyawan-karyawati Seminari Tinggi dan Novisiat OMI, serta Keluarga Sahabat OMI Yogyakarta.

 

General Chapter XXXVI - Fr. General's Opening Homily

Fr. Louis Lougen, OMI, Superior General


The feast of the Exaltation of the Holy Cross is a wonderful occasion to begin our 36th General Chapter dedicated to "Mission.” "The cross of Jesus Christ is central to our mission. Like the apostle Paul, we preach Christ and him crucified… Through the eyes of the crucified Savior we see the world which he redeemed with his blood, desiring that those in whom he continues to suffer will know the power of his resurrection.” (C#4) The cross of Jesus reveals who we are, how we live, and what we do as Missionary Oblates of Mary Immaculate.

 

The cross is the great sign of faith. We might forget this. When we look at the cross we no longer see the horror, the scandal, the humiliation and the absurdity of the Son of God who died this way. Our faith brings us to see the Resurrected One who triumphed over sin, death and violence. The cross proclaims the unbelievable love of God. Yet, surrounded by so many images of the cross, often cheap and simple decorations, we can forget its awesome mystery of love and the victory over sin, evil and death.

I invite us to look on the cross and to ask God to strengthen our faith, and to make us more aware of faith in our lives. We take faith for granted, and it becomes mundane, an automatic reflex. Our life can become plans and calendars; we live, move and have our being as though we operate like the automatic cycle on a washing machine. The button is pushed and off we go. Part of the cycle is daily prayer and Eucharist, and then we go to work, a separate compartment from prayer. We might believe in ourselves more than in God! We think we are "the movers and shakers” and God is far away, remote and invisible. We carry the weight of the world on our shoulders. We have to save the world!

 

36th General Chapter Begins

In a sure sign that the electronic age is upon us, the opening session of the 36th General Chapter was electronically streamed live to the computers of Oblates throughout the world. Fr. Louis LOUGEN, the Superior General, officially opened the General Chapter on 14 September 2016 at the Casa LaSalle in Rome. This is a "Jubilee Chapter” in two senses: the Oblates of Mary Immaculate are celebrating the 200th anniversary of their founding; and it is taking place during the extraordinary Jubilee of Mercy for the universal Church.

 

Oblat Siap G'rak....!!!

Merdeka dari pemikiran yang sempit yang salah kaprah, selalu siap siaga menghadapi radikalisme, fundamentalisme, dan konservatifisme dalam masyarakat plural. Itulah beberapa ajakan dari Pastor Antonius Widiatmoko, OMI selaku Inspektur Upacara dalam Upacara Bendera Memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-71 di Seminari Tinggi OMI “Wisma de Mazenod”, Yogyakarta pada Rabu, 17 Agustus 2016. Dalam uraian yang lebih lengkap juga diungkapkan ajakan agar menghidupi panggilan sebagai OMI dengan penuh kemerdekaan, memperjuangkan keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan (KPKC/JPIC).

 

Saint Vincent's Home, Maggona, Sri Lanka

Tanggal 19 Juli 2015 merupakan hari Kaul Pertama kami - Bruder Andhy, OMI, Frater Alvin, OMI dan saya. Pada hari itu juga kami masing–masing diberi perutusan baru dari Bapa Provinsial setelah 2 tahun menempuh pendidikan di Novisiat OMI “Beato Joseph Gerard”, Blotan, Yogyakarta. Saat itu perutusan yang diumumkan pertama adalah bagi Frater Alvin, OMI untuk belajar Filsafat dan Teologi di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.  Lalu yang kedua adalah perutusan untuk saya.  Saat itu Bapa Provinsial mengumumkan: “Bruder Jojo, OMI diutus … (saat itu Bapa Provinsial sempat berhenti sejenak dan saya melihat beberapa Oblat yang hadir memimpin Misa tersenyum–senyum dan mata beberapa umat mulai penasaran), Bruder diutus tinggal di Komunitas OMI Saint Vincent’s Home, Maggona, Sri Lanka.”   Bruder Andhy, OMI juga mendapat perutusan yang sama dengan saya, tinggal di Komunitas OMI Saint Vincent’s Home Maggona, Sri Lanka.

Dalam tulisan saya kali ini, saya ingin berbagi tentang komunitas Saint Vincent’s Home, tempat saya tinggal sekarang.

 

 

Page 7 of 29

«StartPrev12345678910NextEnd»

Eugene de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.