Hari Syukur OMI: Terus-Menerus Membaharui Diri

Mengikuti Jejak Kristus
Konstitusi dan Aturan menawarkan kepada tiap Oblat cara-cara mengikuti jejak Yesus Kristus. Konstitusi dan Aturan ini diilhami oleh karisma yang dihayati Bapa Pendiri dan rekan-rekan perdananya; juga telah mendapat pengesahan resmi dari Gereja. Konstitusi dan Aturan memungkinkan pula untuk tiap-tiap pribadi mengevaluasi kualitas tanggapannya atas panggilan yang diterimanya dan atas upayanya menjadi orang suci. (Konstitusi No. 163)

Para Oblat Berkaul Kekal Memperbaharui Kaul Mereka

Rabu, 17 Febuari 2016, Kongregasi OMI merayakan Hari Raya Pengesahan Konstitusi dan Aturan Hidup Oblat Maria Imakulata oleh Paus Leo XII yang ke-190. Secara khusus, Keluarga OMI Provinsi Indonesia Distrik Formasi, Yogyakarta, mengadakan Perayaan Syukur bersama di Novisiat OMI “Beato Joseph Gerard”. Perayaan Syukur terdiri atas Ekaristi, makan malam dan acara kebersamaan yang diatur oleh Komunitas Novisiat. Acara menjadi sangat spesial bukan karena hingar-bingar atau aneka kemeriahan, melainkan karena kehadiran dan kebersamaan para Oblat dengan awam keluarga dan sahabat-sahabat OMI, serta kehadiran Pastor Cornelius Ngoka, OMI, Asisten Jenderal untuk bidang Formasi.

 

Satu Bulan Bersama HKI

SLB/G-AB Hellen Keller Indonesia atau lebih singkat disebut HKI merupakan perkembangan dari SLB/B Dena-Upakara Wonosobo pada 1996. HKI menyelenggarakan pendidikan dan asrama bagi anak berkebutuhan khusus (anak-anak tuna rungu-netra yang disertai dengan tuna grahita, wicara, hyperaktif, autis, dll.)

Tujuan pendidikan  HKI adalah meningkatkan martabat anak tuna rungu-netra seperti manusia lainnya sehingga mampu berkembang secara utuh dan hidup secara mandiri.

 

 

Melayani Orang Gila

 

"Panti Sahabat Kita" adalah tempat rehabilitasi para penyandang sakit jiwa kronis yang dikelola oleh para Bruder Karitas.  Tujuan lembaga ini adalah memberi dukungan kepada para pasien untuk menemukan jati diri mereka sebagai pribadi dalam hidupnya dan mempertahankan kemungkinan untuk lebih independent dan otonom.

Pertama kali saya menjalani probasi sosial di Panti Sahabat Kita, saya merasa bahwa saya tidak akan bisa berkomunikasi dengan para pasien. Namun diluar pengetahuan saya, ternyata mereka mampu berkomunikasi dengan orang lain layaknya orang yang tidak sakit jiwa.

Selama menjalani probasi, saya dapat belajar  beberapa hal yakni:

(1) Menghargai. Selama sebulan saya membantu melayani dan belajar dari pasien di Panti Sahabat Kita, saya sangat bersyukur, karena saya mampu menghargai dan melayani mereka yang membutuhkan perhatian.

(2) Ora et Labora. Bekerja bersama kaum religius, tentu menghidupi kehidupan Rohani. Di sana saya merasakan bagimana mereka selalu menghayati hidup mereka sebagai seorang religius yang harus menghidupi kehidupan rohani mereka. Memang banyak pekerjaan yang mereka kerjakan, tetapi yang lebih utama yakni doa tidak boleh ditinggalkan.

Yang terakhir, (3) bekerja untuk Tuhan. Para religius berkarya atau melayani orang-orang untuk Yesus, berarti mereka melayani Yesus. Yesus bersabda, “Siapa yang melakukan kepada saudaraKu yang paling hina ini ia melakukannya untuk Aku.” Bekerja atau melayani, ialah sebuah persembahan yang menghantarkan diri lebih dekat dengan Tuhan.

(Pra-Novis Konstantinus Karaeng Tasik, OMI/Foto: Novisiat OMI)

 

(Sumber: Buletin "Gerard.Com", Media Informasi Novisiat OMI "Beato Joseph Gerard", Edisi Desember 2015)

 

Frat Oser Christmas Celebration 2015

The evening of December 17, 2015 was a beautiful moment for Frat Oser and the Oblate of Aix Community.

Jean, Samantha, Stephen, Peter, Luana, Juliette, Emmanuel, Jean-Pascal and Camille of Frat Oser, Fathers Krzysztof, Jo, Mario, Asodo, Brother Benoit from Aix Community and Father Pawel from Poland, were there. We regretted the absence of Maxime and Priscilla retained by other activities, and Father Bonga who is still on his leave with his family in South Africa. It was our Christmas celebration before the students of the Frat Oser joined their families for their holidays.

 

Abang Kuli Ekstra

Selama dua minggu aku menjalani masa probasi dengan bekerja sebagai buruh bangunan di tempat Pak Langgono di Berbah mulai dari tanggal 1-16 Oktober 2015. Aku bekerja mulai dari pagi pukul 08.00 hingga pukul 16.00, bila lembur biasanya sampai pukul 22.00. Selama bekerja, aku tinggal bersama dengan keluarga Pak Langgono.

Lewat bekerja, aku merenung dan mendapat pesan yang Tuhan  ingin sampaikan padaku yakni: Bersyukur, misionaris harus bisa bersyukur dalam segala hal, meskipun dalam keadaan yang sangat sulit sekalipun. Sebagai calon misionaris yang akan pergi ke tempat-tempat yang kurang terlayani, aku tidak boleh mengeluh. Aku menyadari dengan bersyukur, aku bisa semakin dekat dengan Tuhan, dan Tuhan semakin memberikan rahmat dan anugerahNya kepadaku.

 

Page 10 of 29

«StartPrev12345678910NextEnd»

Eugene de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.