Jumpa Sahabat Seminari OMI Wilayah Cengkareng

GEMBALA YANG BAIK BUTUH AWAM YANG PEDULI

Jumpa Sahabat Seminari OMI 2012 diselenggarakan dalam Misa Konselebrasi dengan Konselebran Utama Romo Henricus Asodo, OMI, Direktur Sahabat Seminari OMI, yang didampingi oleh Romo A. Widiatmoko, OMI.  Misa Kudus yang dihadiri lebih dari 100 Anggota Sahabat Semiari dan para undangan lainnya ini berlangsung di Gereja Stasi Santa Maria Imakulata, CitraGarden City 3, pada 21 November 2012 yang lalu.

 

Dalam Homilinya Romo Asodo mengangkat  tentang pendidikan seorang calon imam dan bruder OMI yang memakan waktu 9-10 tahun.  Selama kurun waktu panjang tersebut, seorang calon imam dan bruder OMI berproses dalam berbagai program pembentukan (formasi) di bidang rohani, intelektual, kepribadian, komunitas, dan pastoral.  Proses panjang ini adalah proses yang wajib dalam Gereja Katolik untuk mempersiapkan pelayan Gereja di masa depan.  Proses panjang ini membutuhkan dana besar dan mau tak mau harus melibatkan banyak orang.  Di sinilah OMI mencoba mengajak seluruh  Awam untuk ikut ambil bagian  peduli pada pendidikan panjang calon imamnya dan peduli menjaga kelangsungan hidup imamat para imam mereka yang masih terus ada dalam proses formasi seumur hidupnya.

 

Lebih lanjut, Romo Asodo mengatakan bahwa tidak mudah untuk mencetak seorang imam, membina orang-orang yang mampu untuk terus mau berproses mengasah dirinya hingga berani untuk menyerahkan diri sepenuhnya untuk Tuhan yang disimbolkan dengan menelungkup di depan Altar saat upacara pentahbisannya.  “Cintailah imam-imam yang sudah jadi.  Cintailah, hargailah pemberian dirinya, meski banyak kekurangan.  Para imam itu tidak sempurna, sama seperti umat.  Mencintai imam berarti juga mencintai Gereja.  Gereja perlu awam yang penuh cinta dan memiliki hati yang luas, yang mampu memikirkan jauh lebih luas daripada hanya memikirkan diri dan lingkungannya saja,” demikian Romo Asodo berujar.   Memiliki hati seluas dunia adalah teladan yang diwariskan St. Eugenius de Mazenod, Bapa Pendiri OMI, yang begitu sangat mencintai semua jiwa di dunia ini tanpa kecuali, sehingga ia tidak pernah bisa menolak permohonan pelayanan yang diminta darinya.  Semangat yang sama perlu selalu ditanamkan pada hati awam yang peduli pada kehidupan imamat para imamnya.

Sebelum Misa Kudus ditutup, ditayangkan video klip bagi kisah kehidupan dari Frater Paulinus Maryanto, OMI - Skolastikat Tahun ke-4, dan Bruder Ambrosius Gastudiono, OMI yang masih menuntut ilmu ketrampilan di AA-YKPN, Yogyakarta yang bertutur seputar pergulatan hidup, perjuangan dan harapan mereka dalam menjalani proses formasi di Seminari Tinggi OMI, Condongcatur, Yogyakarta.

Sahabat  Seminari OMI (Sasem) adalah sebuah gerakan persahabatan – sebuah wadah – antara OMI dan Awam yang peduli untuk bergandengan tangan, bahu-membahu memikirkan, menemukan, dan menjaga kelangsungan pelayanan Gereja Katolik tercinta, khususnya dalam konteks pendidikan para calon Gembala Gereja, baik Imam maupun Bruder di dalam Tarekat Oblat Maria Imakulata (OMI).  Sasem ada bukan saja untuk membantu mengumpulkan dana yang cukup guna menyelenggarakan pendidikan para calon Imam/Bruder OMI Provinsi Indonesia, tetapi juga untuk menjalin persahabatan timbal-balik yang penuh kasih dan perhatian antara OMI-Awam yang peduli, disamping juga untuk mengembangkan semangat misioner Awam dalam keterlibatan pendidikan calon Misionaris OMI yang mendunia.

Semoga semakin banyak lagi Awam yang peduli dan mau ikut terlibat dalam proses persiapan dan pendidikan para calon Imam/Bruder OMI - khususnya, karena pada hakekatnya Gereja akan terus hidup berkat peranserta aktif seluruh umatnya dalam berjuang dan mengupayakan kelangsungan keberadaan para Gembala Gereja. (ts)

 

Sumber: Majalah Sabitah, Media Komunikasi Umat Paroki Trinitas, Cengkareng, Edisi Khusus Natal/Tahun XI, Januari-Februari 2013

Eugene de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.