Trihari Suci di Pedalaman Kalimantan Timur


Trihari Suci tahun ini menjadi pengalaman sukacita tersendiri untuk saya yang belum setahun ditahbiskan sebagai Imam Kristus, karena saya diperbantukan ke Paroki St. Yohanes, Pulau Sapi, Kalimantan Timur.

Bersama Pastor Natalino Belingheri, OMI, kami merayakanTrihari Suci di hutan yang tak ada sinyal komunikasi telepon.   Pada Jumat Agung, kami membuat Ibadat Jalan Salib dengan berkeliling kampung selama hampir 2 jam di bawah terik matahari Katulistiwa.  Beberapa umat secara bergilir memikul salib dari kayu ulin yang sangat berat. Tapi syukurlah kalau semua peserta memiliki fisik yang kuat sehingga Ibadat berjalan dengan lancar.



Hari Minggu sesuai Misa Paskah, kami adakan berbagai lomba seperti Bola Voli, Sepak Bola Antar Stasi untuk tim bapak-bapak maupun ibu-ibu, Panjat Pinang kategori anak-anak, remaja, dan dewasa untuk tim putra dan putri, Lomba Suami Menggendong Istri, Tarik Tambang, dan Lomba Berenang di Sungai.  Kegembiraan Paskah terus dilanjutkan dengan di malam harinya menggelar Pentas Seni dan joget sampai pagi. 

Badan capek, tapi tidak terasa sama sekali karena sukacita yang kami rasakan dalam kebersamaan.  Inilah bentuk sukacita orang-orang pedalaman yang di tempatnya tidak ada mall atau bioskop.  Hiburan bagi mereka adalah kebersamaan dalam semangat persaudaraan sejati.
(Pastor Aloysius Wahyu Nugroho, OMI, studi S2 Teologi, tinggal di Yogyakarta)









Eugene de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.