Pulang ke Rumah Bapa: Mgr. Florentinus Sului, MSF

Mgr. Florentinus Sului Hajang Hau, MSF, Uskup Agung Samarinda, tutup usia pada Kamis, 18 Juli 2013, pkl. 18.30 WIB, di RS Medistra, Jakarta, karena serangan jantung.

Mgr. Sului adalah putera Dayak kelahiran Tering, Kutai Barat, Kalimantan Timur, pada 11 Desember 1948. Di usia 28 tahun, Beliau ditahbiskan sebagai Imam dari Tarekat Keluarga Kudus (MSF) pada 16 Februari 1976. Bapa Paus Yohanes Paulus II pada 05 April 1993 mengangkatnya sebagai Uskup Samarinda. Tahbisan Episkopal diterimanya pada 21 November 1993.

Saat Keuskupan Samarinda ditingkatkan statusnya menjadi Keuskupan Agung pada 29 Januari 2003, Mgr. Sului ditunjuk sebagai Uskup Agung Samarinda yang membawahi 3 Keuskupan Sufragan, yakni: Palangkaraya, Banjarmasin, dan Tanjungselor.

Sebagai Uskup – dan kemudian Uskup Agung – Samarinda, Mgr. Sului akrab dengan para Oblat yang berkarya di Keuskupannya. Beliau juga yang menahbiskan Romo Antonius Rajabana, OMI pada tahun 1996, juga Romo Antonius Widiatmoko, OMI, Romo Henricus Asodo, OMI, dan Romo Agustinus Sattu, OMI pada tahun 2003. Baru di bulan Mei 2013 yang lalu Beliau menulis sambutannya bagi ulangtahun ke-20 OMI Provinsi Indonesia dan 40 tahun karya OMI di Indonesia yang kiranya menjadi kata-kata kenangan terakhir dari Beliau bagi para Oblat: “Karya Tarekat ini tidak terbatas hanya dalam jangka waktu terbentuknya Provinsi OMI Indonesia sepanjang 20 tahun, tapi jauh lebih luas, yaitu sejak kehadirannya di Indonesia 41 tahun lalu. Dari 41 tahun usia tarekat ini, sudah 37 tahun Keuskupan Agung Samarinda telah menerima berkat dan rahmat dan keselamatan Allah melalui karya, hati dan tangan, mulut, tenaga dan pikiran terberkati dari para Oblat. Selama 37 tahun mereka sudah mengolah, membajak, memupuk dan menyiram kebun anggur Tuhan di wilayah Kaltim di antara orang-orang Dayak, sehingga orang-orang Dayak semakin diberkati, dikuduskan, lantas mereka pun semakin diselamatkan oleh Allah Bapa Yang Mahakasih….. Secara khusus saya ingin menyampaikan banyak terima kasih atas kehadiran Tarekat, kehadiran anggota dan karya serta doa para Oblat bagi umat di wilayah Keuskupan Agung Samarinda. Marilah kita menjalin kerjasama yang semakin baik. Saya juga memohon maaf, bilamana dalam cara, tutur kata dan tingkah laku banyak yang salah atau menyakitkan hati. Saya selalu berdoa, semoga Tarekat, para Oblat dan karya Oblat dalam Keuskupan Agung Samarinda senantiasa mendapat berkat dan rahmat Tuhan…..”

Rest in Peace, Mgr. Florentinus Sului, MSF.

(disusun dari berbagai sumber/Tim Website OMI Provinsi Indonesia)

 

Eugene de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.