Bermacam-Macam Kita Hadir di Sini, Tetapi Kita Satu

 

(DARI PENYELENGGARAN TERAMO 2013)

“BERMACAM-MACAM KITA HADIR DI SINI,

TETAPI KITA SATU;

DI DALAM TUHAN, TIDAK ADA YANG PUTIH,

TIDAK ADA YANG HITAM ...”

Dengan latar belakang  lagu tersebut di atas, serta arahan yang bersemangat dari Kak Ancello, para peserta Temu Raya Orang Muda OMI (Teramo) tahun 2013 serentak bangkit berdiri untuk menyanyi dan  menari dengan riang gembira. Itulah salah satu momen kemeriahan acara Teramo yang berlangsung di Lembah Karmel Cikanyere dari tanggal 02–05 Juli, yang diikuti sekitar 1.000 orang muda dari seluruh Paroki di Indonesia yang dilayani oleh para Oblatn. Pelaksanaan acara Teramo dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok Teramo OMK (di atas 14 tahun) dengan peserta 750 orang dan Kelompok Teramo Remaja (di bawah 14 tahun) yang diikuti sebanyak 232 orang. Format acara Teramo tahun 2013 ini agak berbeda dengan format 2 Teramo sebelumnya yang diselenggarakan pada tahun 2009 di Cilacap maupun tahun 2011 di Sepauk, Kalimantan Barat. Kedua Teramo sebelumnya menggunakan format “fellowship” yang banyak diisi dengan aneka gerak, tari dan lagu di luar ruangan. Sementara Teramo 2013 memberikan porsi yang lebih banyak pada pembinaan rohani dengan titik berat pada pengajaran, pembaruan hidup dalam Roh Kudus, serta pengutusan. Susunan lengkap Sesi Teramo OMK beserta narasumbernya dapat dilihat pada Tabel terlampir di bawah ini :

Sesi TERAMO

Ibu Dhevy Setya W & Rm. Antonius Widiatmoko, OMI

Sesi God's Love

Rm. Antonius Rajabana, OMI

Sesi Ekaristi

Pak Stefanus Chik Tjai

Sesi Salvation & New Life

Rm. Bernardus Rukmono, OMI & Ibu Mieke Lolong

Sesi Receiving God's Gift + KRK

Kak Ancello & Rm. Ignatius Wasono, OMI

Sesi Growth &Transformed into the image of Christ

Rm. Henricus Asodo, OMI

 

Di sela-sela Sesi tersebut, para peserta juga mendengarkan kesaksian yang sangat berharga dari Rm. Carolus Patrick Burrows, OMI tentang pelayanan Beliau yang luar biasa bagi masyarakat di Cilacap dan kesaksian dari Rm. Yohanes Damianus, OMI tentang situasi sulit dan berbahaya yang dialaminya selama menjadi Misionaris selama beberapa tahun di Pakistan.

Sebelum acara Teramo yang secara resmi dibuka pada tanggal 30 Juni, Panitia  telah pula menyiapkan kegiatan PRA TERAMO selama bulan Januari sampai Juni 2013 dengan meminta para peserta mengadakan refleksi dan diskusi di antara mereka dengan bahan-bahan yang telah disiapkan oleh Panitia sebagai berikut:

JANUARI

SEJARAH TERAMO & GAMBARAN ACARA TERAMO

FEBRUARI

OMK DALAM KEGIATAN GEREJA:

MASALAH DAN TANTANGAN YANG DIHADAPI

MARET

OMK DALAM KEGIATAN GEREJA:

SOLUSI DARI MASALAH YANG DIHADAPI

APRIL

OMK DALAM KEGIATAN GEREJA:

TINDAKAN NYATA

MEI

OMK DALAM KELUARGA:

RELASI DAN KEGIATAN BERSAMA

JUNI

OMK DAN LINGKUNGAN HIDUP:

TINDAKAN MENJAGA DAN MELESTARIKAN LINGKUNGAN



Beberapa hal dari materi diskusi tersebut dibahas secara lebih detil di Lembah Karmel oleh para peserta dengan panduan fasilitator.

Sejak tanggal 28 Juni para peserta dari berbagai daerah di luar Jakarta mulai berdatangan. Cukup banyak dari antara mereka yang baru pertama kali datang ke Jakarta, bahkan ada juga pertama kali naik pesawat terbang. Mereka menginap di kediaman umat Paroki Trinitas yang menjadi Induk Semang karena secara sukarela menyediakan rumahnya untuk tempat menginap para peserta dari luar Jakarta selama para tamu muda ini mengikuti acara di Ibukota. Pada hari Minggu tanggal 30 Juni, euforia TERAMO sangat terasa di Gereja Sta. Maria Imakulata yang sejak siang hari telah dipenuhi oleh sekitar 1.000 orang kaum muda. Mereka berasal dari berbagai Paroki yang dilayani oleh Kongregasi Oblat Maria Imakulata (OMI) yaitu dari Distrik Purwokerto, Jawa Tengah,  Distrik Balikpapan dan Tarakan,  Kalimantan Timur, Distrik Kalimantan Barat, dan Paroki Trinitas, Cengkareng, Jakarta, serta para Frater dari Komunitas Formasi OMI dan beberapa mahasiswa dari Yogyakarta.

Misa Pembukaan Teramo secara konselebrasi dipimpin langsung oleh Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo, Pr. Hadir juga Rm. Patricius Simanjuntak, O.Carm, Moderator Forum Kepemudaan Dekanat Jakarta Barat 2.  Misa pembukaan ini berlangsung meriah dengan dukungan dari Paduan Suara dan Orkestra Teramo yang dibentuk Sub Divisi Musik yang telah berlatih keras sejak beberapa bulan sebelumnya. Pada kesempatan itu Bapa Uskup mengatakan “Kegiatan ini merupakan peristiwa keselamatan, sekaligus mengajak seluruh orang muda Katolik menyadari akan tugas perutusan mewartakan kabar Gembira. Ini menjadi peristiwa gembira untuk saling meneguhkan dengan nilai kebaikan dan persaudaraan.” Dalam Misa tersebut, perarakan pembuka diiringi dengan tarian dari para peserta Teramo asal Sepauk, Kalbar. Persembahan dihantarkan oleh adik-adik peserta Teramo Remaja dan diiringi tarian yang dibawakan oleh beberapa peserta dari Paroki Trinitas. Misa Pembukaan diteruskan dengan penampilan drama dari Kelompok Teater Laskar Trinitas, dan dilanjutkan dengan makan malam dan briefing singkat bagi para peserta.

 

 


 

Tanggal 1 Juli keesokan harinya, selama satu hari para peserta dari luar Jakarta mendapat kesempatan mengikuti “Fun Race”, menikmati suasana kota Jakarta dengan mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah, Monumen Nasional, dan Gereja Katedral. Dan barulah mulai tanggal 2 Juli  seluruh peserta Teramo, termasuk para Romo dan pendamping, berangkat ke Lembah Karmel, Cikanyere menggunakan 23 bus. Tercatat 15 Imam OMI dan 2 Imam Projo mengikuti acara Teramo ini. Sementara peserta Teramo Remaja (usia di bawah 14 tahun) menyusul berangkat keesokan harinya menggunakan 9 bus.

Selama sesi, para peserta Teramo OMK (kelompok di atas 14 tahun) dibagi dalam 44 kelompok (masing-masing 14 peserta dari berbagai daerah) untuk mendiskusikan atau melakukan sharing atas topik yang disiapkan Panitia. Untuk menciptakan keakraban antar peserta yang berasal dari berbagai daerah, pengaturan kamar tidur dibuat sedemikian rupa sehingga setiap kamar dihuni oleh peserta dari daerah yang berbeda. Menu makanan yang sederhana membantu terciptanya suasana bermati raga.  Acara pencurahan Roh Kudus dari para Romo dan Tim Pendoa memberikan pengalaman mendalam bagi para peserta yang beberapa orang di antaranya kemudian mensharingkan apa yang dialaminya sekaligus menguatkan peserta lainnya. Sebelum KRK dan pencurahan Roh Kudus, para peserta juga diberi kesempatan untuk menyembah Sakramen Mahakudus melalui Adorasi di pagi hari, dan menerima Sakramen Pengakuan Dosa di sore hari.

Pada hari Jumat tanggal 5 Juli, di pagi hari, para peserta mengikuti Misa Jumat pertama yang dipimpin oleh Romo F.X. Rudi Rahkitojati, OMI. Acara terakir di Lembah Karmel, Cikanyere, adalah Pentas Seni saat para kontingen dari setiap Paroki diberi kesempatan untuk menampilkan bakat seninya berupa berbagai tarian, drama teatrikal, gerak dan lagu, dan lain-lain. Anggota Panitia yang tak mau ketinggalan pun menunjukkan kreativitasnya dengan diwakilkan oleh beberapa orang yang disebut sebagai “Teramo Boys”.  Para Frater OMI pun tak mau kalah untuk tampil dalam acara Pentas Seni dan mendapat sambutan meriah.  Hal yang sama juga dialami oleh OMK Cilacap yang menampilkan drama teatrikal.

Untuk peserta yang berusia di bawah usia 14 tahun yang terdiri dari berbagai kelompok remaja, yaitu Bina Iman Remaja 101 orang, Legio Ekaristi 47 orang, Putra Altar 46 orang, Roses 6 orang, Lain-Lain 25 orang ditambah 7 peserta luar Jakarta (total 232 orang), telah disiapkan acara terpisah, namun masih dalam area lokasi Lembah Karmel, Cikanyere, dengan bimbingan dari para Frater dan Suster CSE, serta para pendamping dari berbagai kelompok kategorial remaja.

Susunan Sesi  untuk Teramo Remaja ini, diatur sebagai berikut :

Sesi 1 : Adorasi

Frater/Suster CSE, Lembah Karmel

Sesi 2 : Allah mencintai kita

Frater/Suster CSE, Lembah Karmel

Sesi 3 : Menjadi anak Allah

Frater/Suster CSE, Lembah Karmel

Sesi 4 : Bertumbuh bersama Yesus

Frater/Suster CSE, Lembah Karmel

 

 

Provinsial OMI Indonesia, Romo Antonius Rajabana, OMI dalam Sesi yang dibawakannya mengatakan bahwa Teramo adalah salah satu bentuk kegiatan pastoral kaum muda yang menjadi pilihan OMI. Jika kita tidak ingin mengulang apa yang terjadi di Eropa, yang Gerejanya cenderung rapuh dan tua karena kaum mudanya yang tidak tertarik lagi untuk datang ke gereja, kita harus sungguh-sungguh memberi waktu, energi dan perhatian terhadap kaum muda. Kaum muda sangat penting dalam hidup Gereja, bukan hanya untuk masa depan, tetapi juga untuk hidup Gereja sekarang. Dalam acara Teramo ini, selain memberikan pembinaan, juga menciptakan  jejaring orang muda dari berbagai daerah pelayanan OMI di Indonesia. Melalui tukar informasi dan inspirasi di antara kaum muda, diharapkan akan menciptakan persaudaraan, serta semakin meneguhkan iman mereka.

Sementara Moderator Seksi Kepemudaan Paroki Trinitas, Rm. Antonius Widiatmoko, OMI yang biasa dipanggil “Rm. Widibersyukur bahwa Kaum Muda Paroki Trinitas dipercaya sebagai tuan rumah pelaksanaan Teramo ke-3 oleh Provinsi OMI Indonesia. Banyak hal positif yang yang dialami kaum muda Paroki Trinitas (khususnya mereka yang terlibat dalam kepanitiaan) dengan menerima kepercayaan ini. Sebagaimana terlihat dan dapat dialami dari adanya  jalinan kerjasama yang semakin solid, kerelaan berbagi dan keberanian keluar dari sekedar urusan diri sendiri, tanggung jawab dan dedikasi tinggi yang sarat latihan disiplin diri, doa puasa dan matiraga yang memperdalam pengalaman rohani akan Allah. Walaupun tahun 2013 ini OMI Provinsi Indonesia  tidak  mengirimkan wakilnya untuk hadir dalam International Oblate Youth Encounter (IOYE) dan World Youth Day (WYD) di Brazil, namun kita dapat mengolah tema IOYE dan WYD “Pergilah dan jadikanlah Semua Bangsa Murid-Ku” dalam konteks Gereja Indonesia.

Sigit Noviandi, Ketua Panitia Teramo 2013 menggambarkan pelaksanaan Teramo ini sebagai peziarahan iman kaum muda, untuk bersama-sama menemukan pengalaman dicintai dan dikasihi Allah. Sama seperti St. Eugenius yang mengalami besarnya kasih Allah pada suatu hari Jumat Agung yang kemudian membawanya pada keputusan untuk meninggalkan kemewahan hidupnya sebagai keluarga bangsawan, untuk sepenuhnya mengikuti Kristus dan meneruskan kasih-Nya kepada orang lain yang menderita, kita pun perlu menemukan “Salib Kristus” dalam kehidupan kita, yang akan memberikan kekuatan baru untuk berani diutus menjadi Saksi-Nya.

 

 

Selanjutnya Romo Widi memaparkan bahwa Teramo merupakan perjumpaan sesama Orang Muda Katolik. “Orang muda adalah aset Gereja yang harus terus didampingi, agar mereka menyadari panggilan dan perutusan sebagai misionaris. Pendampingan dan pendidikan bagi orang muda adalah tanggung jawab bersama seluruh Pengurus Gereja”. Beliau selanjutnya berpesan agar  para peserta Teramo tidak berhenti pada acara Teramo ini saja, “Kaum muda bukan hanya menjadi penerus Gereja, tetapi PENENTU wajah Gereja itu sendiri. Orang muda harus siap diutus menjadi misionaris dalam keluarga, lingkungan, wilayah dan masyarakat dimana mereka berada”. Saat Misa Penutupan Teramo, masing-masing peserta mendapat kalung Salib sebagai pengingat akan tugas perutusan mereka yang harus berbuah untuk kebaikan Gereja, negara dan masyarakat. Oleh karena itu, melalui  kegiatan Teramo ini, para peserta diharapkan dapat mengalami pembaharuan rohani akan kasih Allah, sebelum melaksanakan perutusannya.

Romo Rajabana berharap semoga Teramo yang dilaksanakan di Jakarta tahun ini dapat menjadi momentum untuk membentuk Orang Muda Katolik yang inspiratif, berkualitas dan siap diutus. “Sebagaimana lilin Teramo yang dinyalakan saat Misa Pembuka, semoga pengalaman akan Allah yang hidup, mampu menggerakkan kaum muda Katolik untuk menjadi obor pembawa terang Kristus, menerangi masyarakat sekitar yang kadang terkungkung dalam kegelapan egoisme dan ketidakpedulian terhadap sesama. Jadilah kaum muda yang misionaris”.

Misa Konselebrasi Penutupan Teramo dilaksanakan pada hari Sabtu 6 Juli dipimpin oleh Rm. Rajabana, OMI dan berakhir sekitar pukul 11 siang. Setelah itu, seluruh peserta, panitia, sebagian umat dan tamu undangan diajak bersama-sama bercengkerama di acara Festival Teramo di pelataran parkir Gereja Sta. Maria Imakulata. Di dalamnya terdapat panggung hiburan untuk tampilnya berbagai Kelompok Kategorial OMK dan kontingen dari distrik luar Jakarta, booth/stand pameran berbagai kelompok kategorial OMK Trinitas dan mini foodcourt. Di acara tersebut, para peserta dapat melanjutkan kegembiraan dan kebersamaan mereka sebelum berpisah kembali ke daerah masing-masing. Penampilan OMK Paroki Cilacap, Sepauk, dll, kembali mendapat sambutan meriah dari peserta. Sambil menikmati hiburan, peserta dapat berbelanja berbagai tanda mata Teramo seperti t-shirt, pulpen, dll.   Juga ada stand photobooth tempat para peserta dapat berfoto bersama dengan latar belakang hiasan kota Jakarta. Sebagian peserta dari luar kota yang masih tinggal di Jakarta 1-2 hari kemudian, diantar induk semangnya berjalan-jalan sambil makan malam di berbagai Mal di Jakarta, beberapa peserta juga sempat mengunjungi Pekan Raya Jakarta. Bahkan ada pula yang sempat dibawa oleh induk semang naik kapal ke Pulau Seribu.

Khusus peserta dari Paroki Penajam (12 orang) yang baru pertama kalinya mengikuti Teramo, melanjutkan perjalanan mereka dengan berbagai acara tambahan.  Dipimpin oleh Rm. Agustinus Adeodatus Wiyono, OMI, mereka  berkesempatan mengunjungi Dunia Fantasi Ancol. Keesokan harinya mereka melanjutkan perjalanan ke Cilacap dan Kaliori sampai bermalam di Novisiat OMI, Condong Catur. Rombongan ini juga menyempatkan  mengunjungi Candi Borobudur, Sendangsono, Gereja Ganjuran dan Malioboro. Mereka juga sempat ikut merayakan ulang tahun Imamat Rm. Andri Atmaka, OMI ke 18 pada tanggal 12 Juli, sebelum kembali ke Balikpapan jam 13.00 siang.

Apresiasi perlu diberikan kepada seluruh Panitia dan berbagai pihak yang telah bekerja keras dan saling membantu sehingga Teramo Jakarta 2013 dapat berlangsung dengan sukses. Semoga semua kegiatan dan semua yang dialami selama kegiatan Teramo ini menjadi pengalaman yang menyenangkan dan tak terlupakan bagi para peserta, Panitia, Pendamping, Induk Semang, para Romo dan semua pihak yang terlibat dalam acara ini. Dan semoga kenangan yang indah ini dapat terulang kembali pada penyelenggaraan Teramo berikutnya 2 tahun mendatang. SAMPAI JUMPA di TARAKAN tahun 2015!

(diolah dari Dokumen Steering Committee, Buku Acara Teramo serta tanya jawab dengan Sigit Noviandi-Ketua Panitia, Ibu Martina Nilam-Teramo Remaja,  Bu Endaryanti – Divisi Live In, Franky Leonardus– Divisi Transportasi, Dian Ichigo-OMK Don Bosco Jakarta, Lidya Devira Wuysang-OMK Paroki Penajam dan berbagai pihak lainnya.)

(Kontribusi: Jusuf Pontoh, Anggota Dewan Paroki Harian Trinitas, Cengkareng, Jakarta/Dok: Jusuf Pontoh & Tim Website Indonesia)

 

 

Para peserta Teramo, Induk Semang, undangan dan umat membaur dalam Misa Pembukaan Teramo yang meriah

 

Semarak Misa Penutupan Teramo di Gereja Stasi Santa Maria Imakulata, Paroki Trinitas, Cengkareng, Jakarta

 

Eugene de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.