Dari Sesi Bersama Regio Asia-Oceania dan Administrasi Jenderal

Dari Sesi Bersama Dewan Regio Asia-Oceania (AORC) dan Administrasi Jenderal (Central Government), Yogyakarta, Indonesia

 

Para Peserta Sesi Bersama AORC-Central Government Kongregasi OMI

 

Terinspirasi dengan tema pertemuan: “Lebih Memahami: Realitas, Tantangan, dan Dampak dari Interkultural bagi Misi Oblat di Regio Asia-Oceania”, para anggota Rumah Formasi yang menjadi wakil seluruh Oblat Provinsi Indonesia menyambut para peserta Sesi Bersama (Joint Session) Dewan Regio Asia-Oceania (AORC)-Administrasi Jenderal (Central Government) Kongregasi Misionaris OMI dengan dekorasi dan ritus yang berasal dari berbagai budaya tempat para Oblat Indonesia diutus untuk berkarya.

 

 

 

Bapa Superior Jenderal akan memotong batang tebu


“Memotong Batang Tebu” dilakukan oleh Superior Jenderal, Pastor Louis Lougen, OMI.  Ritual ini dimaksudkan untuk menghancurkan segala kendala dan pengaruh si jahat serta membawa kelancaran bagi semua acara yang telah dipersiapkan dengan baik.  Bagi kami, Pastor Louis Lougen sebagai penerus Bapa Pendiri bukan saja menjadi Superior Jenderal tetapi juga menjadi pemimpin spiritual.  Kami berharap lewat ritual ini pertemuan akan berjalan dengan baik dan lancar.

Para peserta pertemuan juga disambut dengan jamuan Tuak.  Bagi kaum Dayak, Tuak adalah simbol kehangatan, kebersamaan, persaudaraan, dan sukacita.  Minum Tuak bersama menunjukkan semangat persatuan dan keramahan sebagai satu Keluarga Oblat.

Pastor Antonius Widiatmoko, OMI, Superior Skolastikat, sebagai tuan rumah tempat penyelenggaraan pertemuan kemudian memberkati para peserta pertemuan dengan siraman beras kuning.  Ritus ini berasal dari tradisi Jawa.  Siraman beras kepada para peserta mengandung arti menyiramkan berkat pertumbuhan yang berasal dari Tuhan.

 

Tarian Baju Merah

Tarian “Baju Merah” – tarian khusus dari Bajawa, Flores – menyambut para peserta.  Tarian ini mengekspresikan perayaan kebersamaan.  Seluruh peserta terinspirasi dengan dendang musik yang bersemangat dan gerakan-gerakan yang bersahabat.  Para penari mengajak seluruh peserta untuk berjalan memasuki ruang bangunan skolastikat yang sudah dipenuhi dengan makanan dan minuman tradisional.

 

(Diterjemahkan secara bebas oleh Tim Website OMI Indonesia dari tulisan dan foto yang terbit di Facebook OMI World)


Suasana pertemuan Joint Session

Eugene de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.