Lentera Iman

0157

Kebersamaan di dalam perahu menjadi kesempatan untuk semakin dekat dan akrab dengan Yesus. Maka Yesus berbicara dari hati ke hati dengan para murid. Tetapi para murid gagal mengerti karena mereka menerima secara material jasmani. Mengapa para murid perlu waspada terhadap ragi Herodes dan orang Farisi? Ragi sangat berpengaruh dalam adonan bahan makanan. Pengaruh apa yang ada dalam diri Herodes dan orang Farisi? Para murid perlu introspeksi diri agar bisa memahami makna ragi yang berpengaruh dalam hidup mereka sendiri. Kebersamaan personal dengan Yesus menjadi kesempatan berefleksi agar pengertian diterangi sehingga memahami Sabda kasih ilahi.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

 

0156

Saat menghadapi permasalahan, mana yang lebih berperan dalam diri Anda - ketakutan atau kepercayaan? Yesus mewartakan rahasia Kerajaan Allah dengan tindakan penuh kuasa. Dia menampakkan bagaimana kuasa Kerajaan Allah hadir dalam diriNya dan lebih kuat daripada kuasa alam. Para murid mengalami langsung peristiwa ini tetapi mereka masih belum bisa mengerti dan mengenali siapa Yesus sesungguhnya yang hadir dan tinggal di tengah-tengah mereka. Dia yang penuh kuasa kasih mampu menjadi harapan dan andalan mereka. Dan mereka yang telah bersama-sama dengan Dia, seharusnya sudah merasa terjamin keselamatannya. Bagaimana dengan kita? Apakah kita menemukan Tuhan yang menyertai di saat kita sedang bergulat dengan permasalahan yang kita hadapi? Apakah Dia telah menjadi andalan dalam hidup kita ini? Tuhan, tolong kami!

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

0155

Siapakah orangtua yang tidak berbahagia ketika menyaksikan anaknya sukses dan terkenal? Tentu setiap orangtua menghendaki anaknya berhasil dalam hidupnya. Demikian pula pandangan terhadap Yesus. Dia populer, mengajar dengan wibawa dan kuasa, mampu membuat mukjizat, mempunyai banyak pengikut. Pasti orangtuanya berbahagia. Maria jelas berbahagia, bukan pertama-tama karena kesuksesan Yesus, tetapi karena mendengarkan Sabda, merenungkan dan meresapkannya dalam hati. Yesus menegaskan hal tersebut bukan untuk mengingkari kebahagian orangtua karena kesuksesan anaknya, tetapi karena kebahagiaan sejati ada dalam kesatuan dengan Yesus, Sang Firman Allah Yang Hidup. Semoga kebahagiaan kita menjadi semakin penuh berkat kesetiaan kita dalam mendengarkan Sabda Tuhan dan melaksanakannya dalam karya dan hidup kita.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

 

0154

Kejahatan yang sudah turun-temurun, mendarah-daging, susah untuk dihilangkan. Kejahatan tersebut tidak hanya menghalangi orang lain, tetapi merugikan bahkan membinasakan. Maka Yesus mengecam kejahatan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat supaya mereka sadar dan bertobat. Tetapi rupanya mereka tidak berubah dan malahan semakin parah dengan menghendaki Yesus musnah. Kita diajak untuk meneliti apakah ada kejahatan bercokol di dalam diri. Jangan sampai kejahatan ini berkembang menjadi penghancur keharmonisan relasi kita dengan Tuhan dan sesama. Mari kita berbenah diri agar semakin dapat hidup murni.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

0153

Kerinduan orang untuk mengenal Tuhan terungkap dalam rupa mencari, menemukan dan mendengarkan Dia. Pencarian itu bisa melintasi batas waktu dan tempat dengan usaha yang aktif dan kreatif. Pertemuan menumbuhkan sukacita dan pengharapan akan adanya sesuatu yang lebih baik. Sedangkan mendengarkan merupakan kesiapsediaan untuk membuka diri bagi warta sukacita keselamatan. Kerinduan manusia tidak sia-sia karena Tuhan berbelas kasihan. Dia bersedia dijumpai dan dikenal. Dia berkenan menyampaikan ajaran sukacita keselamatan. Kepada para muridNya Tuhan menanamkan sikap untuk ikut serta terlibat bersamaNya dalam hidup dan karya, bahkan juga harus siap mengorbankan keamanan dan kenyamanannya. Para murid dilatih untuk memiliki hati yang peka dan mudah tergerak oleh belas kasih demi keselamatan sesama. Bagaimana Anda menunjukkan kerinduan Anda akan Tuhan? Dan sebagai murid bagaimana Anda melatih hati yang berbelas kasih?

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

 

More Articles...

Page 11 of 42

«StartPrev11121314151617181920NextEnd»
Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.