0198

Pembalasan lebih kejam dari pembunuhan. Sudah biasa bahwa sebuah perbuatan harus dibalas yang setimpal. Alasannya demi keadilan, meski yang namanya adil tidak harus selalu sama persis. Ketika terjadi pembalasan, permasalahan biasanya tidak akan pernah selesai. Pembalasan yang satu akan memicu pembalasan selanjutnya. Maka Yesus mengajak para murid untuk memutus rantai balas dendam dengan tindakan yang lebih bijaksana. Beberapa hal dapat kita renungkan: (~) Kerinduan mendasar: Setiap pribadi memiliki kerinduan untuk hidup tenteram dan damai. Pembalasan tidak dapat memenuhi kerinduan ini. Maka pengampunan lebih utama daripada pembalasan; (~) Pengendalian diri: Tidak mudah menerima dengan ikhlas perbuatan buruk yang dialami. Perlu kebesaran hati untuk mengendalikan diri agar pengampunan kasih bisa terjadi; (~) Totalitas dalam tindakan: Tidak tanggung-tanggung dalam mempromosikan pengampunan dan damai. Keadilan bisa diperjuangkan bukan demi sama rata dan sama rasa, tetapi demi kebahagiaan bersama. Semoga hidup kita semakin tenteram dan semakin kreatif dalam mengusahakan kebaikan.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.