0203

Merendah bukan berarti kalah, tetapi mengharap anugerah yang diyakini akan tercurah, itulah iman dari perempuan Kanaan yang memohon pada Yesus untuk menyembuhkan anak perempuannya yang kerasukan setan dan sangat menderita. Ktia pun sering berlatih merendah terutama di hadapan Allah. Sikap merendah itu melatih kita untuk mengembangkan sikap hidup seperti yang kita renungkan ini: (~) Tabah dalam menghadapi setiap masalah: Tidak semua masalah dapat dengan mudah diselesaikan. Ketabahan diperlukan agar semangat kita tidak terpatahkan; (~) Ketabahan menjadikan kita lebih jernih dalam memandang persoalan; (~) Kuat meski diremehkan: Siapa yang rela dirinya dikatakan sebagai anjing? Sebuah sebutan yang dirasa kasar dan merendahkan. Tetapi karena ada tujuan yang lebih luhur maka sebutan apa pun tidak akan menggoyahkan, justru malah akan menguatkan karena ada perhatian. Maka yang semula dirasa meremehkan justru menjadi kekuatan untuk mengembangkan harapan; (~) Bersabar dalam iman: Kita tidak sedang memaksa Allah untuk memberikan apa yang kita harapkan, tetapi kita percaya bahwa Dia akan mengabulkan pada saat yang tepat dan mungkin mengejutkan karena melebihi dari yang kita duga. Hal ini adalah kekebasan Allah untuk berbuat yang terbaik bagi kita. Maka kita tetap sabar dan bertekun melakukan segala sesuatu yang bisa kita laksanakan. Semoga kita tidak mudah patah semangat melainkan justru semakin kuat dalam menyongsong Rahmat dan Berkat.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.