0204

Bagaimana kita menghidupi panggilan kemuridan kita? St. Petrus dan Paulus memberi contoh kepada kita untuk belajar menjadi murid Tuhan yang baik dan siap ikut merasul dalam kehidupan yang penuh tantangan. Kita dapat belajar untuk mengembangkan hal-hal berikut ini: (~) Iman harus dinyatakan: Pengakuan iman akan Yesus harus dinyatakan secara personal. Mungkin semula iman itu dihayati sebagai warisan yang diturunkan. Seiring dengan berkembangnya hidup, maka iman harus menjadi pengalaman personal akan Allah yang memanggil dan menghendaki tanggapan. Pernyataan kita adalah tanggapan atas sapaan kasih Allah; (~) Siap menyambut perutusan: Seorang yang beriman siap mewujudkan imannya itu dalam hidup dan karya. Kita hayati setiap langkah hidup kita sebagai perutusan dari Tuhan yang menghendaki kita ambil bagian dalam karya penyelamatanNya. Maka kita menjalani hidup dan pekerjaan dengan lebih sukacita; (~) Bersedia berjalan bersama Tuhan: Jalan yang ditempuh Tuhan adalah jalan salib, jalan pengorbanan menuju kepada keselamatan. Kita juga dianugerahi salib kehidupan yang harus kita panggul dengan setia. Tapi kita tidak memanggulnya sendirian karena ada Tuhan yang memberi pertolongan. Semoga hidup dan pengorbanan kedua rasul Tuhan ini menginspirasi kita untuk menjadi rasul di zaman yang penuh cobaan. Kita saling meneguhkan supaya dalam menapaki jalan kehidupan, kita tetap setia sampai akhir zaman.

(Pastor Antonius Sussanto, OMI)

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.