Deprecated: Call-time pass-by-reference has been deprecated in /home/omiindonesia/public_html/plugins/content/jw_disqus.php on line 40

Deprecated: Call-time pass-by-reference has been deprecated in /home/omiindonesia/public_html/plugins/content/jw_disqus.php on line 40

Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS)

Dengan dijiwai motto St. Eugenius De Mazenod:   ”Aku diutus untuk mewartakan kabar gembira kepada kaum  miskin”, dalam pelayanan pastoralnya para Oblat yang berkarya di Paroki-Paroki  tidak  hanya  memperhatikan hidup rohani keagamaan saja. Mereka juga  menanggapi panggilan Allah dalam  diri sesama yang kurang beruntung dengan memulai karya pastoral sosial, ekonomi dan pendidikan.  Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS) adalah contoh nyata dari karya sosial, ekonomi dan pendidikan yang terus berkembang pesat hingga sekarang yang didirikan oleh Pastor Charles Patrick Burrows, OMI yang lebih dikenal dengan sapaan ”Romo Carolus, OMI”.
Atas saran para tokoh umat Paroki St. Stefanus, Cilacap, Jawa Tengah, dimulailah sejumlah karya sosial, ekonomi, dan pendidikan.  Karya-karya ini diteguhkan dalam wadah sebuah Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS) pada 12 Maret 1976 dengan Akte Pendirian No. 34 dari Notaris Sardjono Soeripto, SH dan berbadan hukum, terdaftar pada Pengadilan Negeri Cilacap pada 22 Maret 1976 dengan no. 7/1976 Not.  Pengurus YSBS yang pertama adalah:
Ketua:            Drs. Fx. Budi Dharma Kusuma
Wakil Ketua:    Ign. Widisuwarno (Alm)
Bendahara:      Y. Saptadi
Anggota:        Ir. Y. Sarwadi
Pastor Carolus Burrows, OMI
VFY. Hardjosubroto (Alm)
Gabriel Himawan (Alm)
Visi YSBS adalah melayani masyarakat yang belum terlayani/kurang beruntung, agar mereka pun dapat meningkatkan taraf hidup ke arah yang lebih baik.
Dengan dikeluarkannya UU No. 16 tahun 2001 tentang Yayasan, maka YSBS berusaha menyesuaikannya. Pembaharuan ini ditetapkan dalam Akta Notaris no. 49 tanggal 19 September 2002 dan didaftarkan pada Pengadilan Negeri Cilacap tanggal 14 Oktober 2002 dengan No. 203/2002/Not.
 

Karya Asrama

Karya Asrama tidak lepas dari peran para Misionaris Oblat pertama yang datang dan berkarya di pedalaman Kalimantan.   Para Oblat ini melihat bahwa  anak-anak pedalaman tidak mendapat pendidikan karena tidak ada akses untuk menerima pendidikan di tempat tinggal/kampung mereka sendiri. Maka para Oblat ini mengumpulkan anak-anak pedalaman dalam satu asrama untuk disekolahkan dan dibekali dengan berbagai ketrampilan.  Karya Asrama ini terus dikembangkan sampai sekarang dibawah tanggungjawab Paroki setempat.

 

Eugene de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.