Pertemuan Berbagi Iman - Penutupan Tahun Panggilan Oblat

Pertemuan Berbagi Iman
Penutupan Tahun Panggilan Oblat 25 Januari 2019

SUASANA:

Sediakanlah sebuah tempat khusus di Kapel atau di tempat lain yang menunjukkan suasana meriah pada pertemuan ini dalam rangka penutupan Tahun Panggilan Oblat.

Sediakan poster Tahun Panggilan Oblat, Doa Tahun Panggilan Oblat bagi setiap peserta, Kitab Suci, lilin dan juga Salib Oblat. Ikon Tritunggal Mahakudus juga baik ditampilkan untuk mendukung refleksi.

LAGU:

Pilihlah lagu bertema panggilan yang biasa dinyanyikan.

PENGANTAR:

Sambutlah setiap orang, garisbawahi pertemuan ini sebagai penutupan Tahun Panggilan Oblat. Kata kunci Tahun Panggilan Oblat adalah “Sukacita dan Kemurahan Hati Oblat”. Gaungkanlah tema ini dan jadikan fokus dalam pertemuan ini.

RITUS PEMBUKA:

Setelah lagu dinyanyikan, dalam suasana hening Salib Oblat diedarkan kepada para peserta doa secara bergantian.  Masing-masing peserta mengkontemplasikan Yesus yang Tersalib.  Setelah semua peserta menerima Salib Oblat, pemimpin mengawali dengan seruan:

P:  Kami bersembahsujud kepada-Mu, ya, Tuhan

U: Sebab dengan salib suci-Mu Engkau telah menebus dunia.

P:  Sadar akan hidup baru yang telah tersedia bagi kita lewat Salib Yesus,  marilah bersama kita menandai diri dengan tanda kemenangan Kristus:

Semua:  Dalam nama + Bapa, dan Putera dan Roh Kudus, amin.

P:  Terpujilah Allah Tritunggal Maha Kudus

Semua: Engkaulah Sumber dan Dasar atas segala sesuatu. Engkau mengatasi dan melebihi kami dengan kuasa-Mu yang agung. Engkau senantiasa pribadi, mesra, dan dekat dengan kami.

TRADISI OBLAT

Dalam suratnya kepada Pastor Tempier Tahun 1826, Pastor de Mazenod menulis: “Siang dan malam aku terus memikirkan kerja keras para Oblat dan aku tidak bisa menjadi tidak gelisah.  Sangat mustahil bagi mereka untuk tahan dalam tekanan yang demikian itu... Marilah kita sungguh-sungguh berdoa agar Bapa keluarga kita mengirimkan lebih banyak pekerja untuk mengolah kebun anggur yang Ia percayakan kepada kita.” (412 – Kepada Pastor Tempier, 13 April, 1826 – Vocations 1), dari SELECTED TEXT – Related to the OMI Constitusions and Rules, Rome, 1984, halaman 464).

Dalam banyak surat yang ditulis di tahun 1855 kepada Pastor Vandenberghe, Magister Novis, Uskup De Mazenod menulis: “Kita sungguh-sungguh memiliki kebutuhan yang luar biasa besar. Aku terganggu dari banyak sisi. Tidak ada satu pun misi yang tidak membutuhkan bantuan. Hal ini disebabkan karena luasnya ladang untuk dikerjakan dan kita dituntut untuk mengerjakannya tanpa kenal lelah.” (421 – Kepada Pastor Vandenberghe, Magister Novis, 21 April, 1855 – Vocations 1), from Selected Texts – Related to the OMI Constitutions and Rules, Rome 1984 halaman 472).

KITAB SUCI:

Kejadian 15:1-15 (Sebelum sharing iman dilangsungkan, undanglah seorang peserta untuk membacakan teks ini.

WAKTU HENING:

Sediakan waktu hening untuk merenungkan Sabda Allah seperti Bunda Maria, kontemplasikan figur Tritunggal yang menerima diri kita di tengah-tengah kasih-Nya.

Berbagi Pengalaman Iman Kita: Refleksi

Abraham terbuka akan kehadiran Misteri Allah.  Ia melihat tiga orang asing, dan kendati mereka asing bagi Abraham, ia bersedia untuk menunjukkan kemurahan hatinya yang sangat-sangat dibutuhkan dalam konteks padang gurun.  Kemurahan hati yang tunjukkan oleh Abraham merupakan tugas suci yang sangat diperlukan oleh para pengembara yang sungguh rentan di tengah kegersangan dan bahaya daerah gurun.  Kita dapat melihat kesigapan dan perhatian Abraham kepada para pendatang, kendati hari amat panas. Ia menunda segala rencananya dan tergerak untuk memberi ucapan selamat datang dengan penuh hormat kepada para orang asing tersebut, bahkan bersujud di hadapan mereka, mencuci kaki mereka, mengundang mereka untuk istirahat di rumahnya dan menyiapkan segala sesuatu yang terbaik yang ia miliki untuk mereka.

Abraham berbaur dengan mereka, memberikan mereka hadiah terindah, yaitu kehadirannya yang sangat menikmati kedatangan para tamunya. Bahkan kita bisa juga membayangkan percakapan di antara mereka. Ketiga tamu adalah para peziarah, salah satu cirinya adalah tongkat yang sering digunakan orang untuk perjalanan jauh. Abraham menemukan sukacita dan kebahagiaan ketika menerima kedatangan mereka, dan menunjukkan keramahannya, berbagi hasil usahanya dengan penuh kemurahan hati dan sukacita dengan mereka. Saat mereka sudah selesai makan malam, Abraham berjalan bersama mereka untuk melepas mereka yang akan memulai perjalanan mereka kembali.

-          Hospitalitas adalah salah satu karakter dari hidup Oblat. Marilah kita saling berbagi pengalaman ketika kita diterima oleh orang lain, bahkan mungkin oleh kaum miskin. Atau, bagilah pengalaman pada saat kita sendiri menerima orang lain dalam Komunitas Oblat.

-          Undanglah salah seorang peserta sharing untuk membagikan yang terjadi ketika kaum muda diterima ke dalam Komunitas Oblat.  Bagaimana hal itu berlangsung? Jika kita belum melakukan hal ini, mengapa?

-          Apa yang dapat kita lakukan untuk memiliki Komunitas Oblat yang sungguh-sungguh menunjukkan secara jelas hospitalitas Oblat kepada sesama, khususnya kepada kaum muda dan orang miskin?

Mari kita juga mempertimbangkan wanita beriman yang satu ini, Sarah. Ia merupakan bagian yang tak terpisahkan dari ritus penyambutan tamu.  Ia langsung bekerja untuk mempersiapkan makanan yang lezat dan berlimpah kepada para peziarah. Sarah bertindak spontan dan diliputi sukacita, bahkan di tengah panasnya hari dan juga banyaknya tanggung jawab lain yang ia pikul. ia juga memiliki selera humor ketika ia tertawa mendengar perkataan tamunya yang mengatakan bahwa ia akan mengandung seorang anak di usia tuanya! Kita dapat membanyangkan apa yang mungkin dipikirkan oleh Sarah ketika para peziarah mengatakan hal tersebut kepada Abraham!  Hal itu mengingatkan kita akan kesederhanaan dan kemenduaan orang-orang yang tinggal di daerah padang gurun, sangat jujur dan polos ketika menanggapi sesuatu.

Seperti Abraham, Sarah sangat terbuka pada Misteri Allah. Kunjungan para orang asing saat itu membangkitkan rasa bahagia dan kesukaan dalam hatinya. Mereka membawa janji kepada Sarah akan pemenuhan sejati jatidirinya sebagai seorang perempuan,  yaitu kesempatan mengandung seorang anak bagi suaminya dan juga menjadi seorang ibu.   Sarah terbuka pada pengharapan yang disampaikan oleh tamunya, dan ia harus merenungkannya secara sungguh di dalam hatinya tentang harapan kunjungan para tamu di tahun berikutnya.  Tawanya sekaligus merupakan ungkapan kegembiraan yang meluap-meluap atas Karya Allah, yang mustahil juga mengejutkan, bercampur dengan kebingungan dan juga takut kecewa setelah sekian tahun sungguh-sungguh mengharapkan seorang anak.

Sarah mengamati para peziarah dari kejauhan, tangannya disibukkan dengan aneka detil hospitalitas, dalam hening ia seperti Maria yang berusaha mencari hal-hal berharga dari suatu peristiwa, menjaga harapan itu tetap hidup di dalam rahimnya. Ia adalah seroang perempuan yang memiliki iman dan rasa hormat yang mendalam atas misteri yang disampaikan oleh para peziarah.

-          Apa yang bisa kamu pelajari dari sukacita dan gelak tawa Sarah dalam konteks Tahun panggilan Oblat ini?

-          Undanglah peserta sharing untuk membagikan pengalaman bagaimana mereka berjumpa dengan Misteri Allah dalam hidup mereka melalui pengalaman sehari-hari.

-          Apakah kita dapat tertawa atas situasi panggilan kita, ketika kita lebih yakin pada kemandulan dan ketandusan panggilan kita dibandingkan dengan kekuatan Allah untuk meningkatkan panggilan bagi Kongregasi kita?

-          Apakah Anda telah menyambut Allah di dalam dirimu, barangkali awalnya Anda tidak menyadarinya, di lain kesempatan barulah hal itu diwahyukan kepadamu? Bagikanlah sesuatu tentang kedatangan Allah dalam dirimu.

Komitmen

Penutupan Tahun Panggilan Oblat memanggil kita semua untuk terus-menerus menghidupi komitmen setiap Oblat dan juga setiap orang yang mengikuti Kharisma Oblat. Kita akan membuat tahun ini sebagai tahun yang sangat berbeda dengan cara melanjutkan aneka usaha kita dalam karya panggilan:

-          Karya panggilan adalah keseluruhan tindakan iman yang didasari oleh doa yang tak kunjung henti dan penuh keyakinan.

-          Kita harus memiliki sebuah pendekatan proaktif, membuat undangan kepada kaum muda dan awam dalam pelayanan-pelayanan kita untuk menjadi bagian dari keluarga Oblat.

-          Kita harus berkomitmen pada praktek menyambut dan menjaga impian kaum muda yang ingin melayani, yang dipenuhi sukacita dan kemurahan hati untuk bermisi.

Doa Permohonan

Allah Tritunggal Penuh kasih, Engkau menjelajahi kehidupan dan komunitas kami. Kami bersyukur atas sukacita dan kemurahan hati yang kami sadari ada dalam panggilan Oblat lewat diselenggarakannya Tahun Panggilan Oblat yang telah berlalu ini. Engkau murah hati dan berlimpah kehidupan dan cinta bagi semua orang.  Engkau memenuhi kami dengan sukacita. Pada kesempatan ini kami haturkan doa-doa kami ke hadirat-Mu:

U             : Allah Tritunggal, dengarkanlah kami!

L1            : Semoga seluruh Gereja diteguhkan oleh tumbuhnya segala jenis panggilan dan pelayanan yang dibutuhkan untuk pewartaan Kabar Sukacita, kami mohon,

L2            : Semoga segala bangsa mengusahakan kedamaian, menemukan langkah-langkah baru untuk menghilangkan kekerasan di dunia ini, dan untuk mempromosikan dialog dan keadilan, kami mohon,

L3            : Dengan komitmen untuk memelihara alam ciptaan yang dihadiahkan Allah Sang Pencipta kepada kita, semoga kita semua hidup dengan berlaku penuh tanggung jawab dan semangat untuk melayani, kami mohon,

L4            : Semoga kaum muda Gereja melatih dalam diri mereka panggilan missioner, menggapai sesama kaum muda untuk melibatkan mereka dalam misi Gereja, kami mohon,

L5            : Bagi Misionaris Oblat Maria Imakulata, semoga kita selalu bertumbuh dalam kesetiaan pada kharisma kita dan menjadi saksi sejati dari Kabar Sukacita Allah, kami mohon,

L6            : Dengan penuh rasa syukur kepada Allah, semoga kaum muda terpanggil untuk hidup dalam formasi Oblat dan semoga tersedia pula segala usaha yang dibutuhkan untuk menyediakan formasi yang berkualitas bagi mereka, kami mohon,

L:  Dipersilahkan bagi kita semua untuk menghaturkan intensi pribadi masing-masing.

P             : Allah Tritunggal Maha Kudus, semoga kami memiliki mata dan hati yang dapat melihat kehadiran-Mu di antara kami dan semoga kami menyambut Engkau dalam diri orang-orang asing, kaum miskin, para migran, para pengungsi, dan semua orang yang menderita. Semoga hidup kami memberikan kesaksian akan kepedulian dan belas kasihMu, menginspirasi banyak kaum muda untuk memeluk komitmen hidup dalam semangat Injili sebagai Misionaris  Oblat Maria Imakulata, dan dalam  segala bentuk perkumpulan yang juga menghidupi kharisma Santo Eugenius de Mazenod. Kami memuji Engkau ya Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Sekarang dan selama-lamanya.

Bapa Kami

Salam Maria

Doa Tahun Panggilan Oblat

Allah Bapa Yang Maha Kuasa,

Kami datang kepada-Mu

karena Yesus meminta kami untuk berdoa

agar Engkau mengirim pekerja-pekerja ke ladang-Mu.

Maka kami mohon ya Bapa,

Kirimkanlah kepada kami

Pemuda-pemuda yang murah hati, yang mempunyai kecintaan mendalam kepada Yesus,

yang bersedia untuk mempersembahkan seluruh hidupnya kepada-Mu,

untuk menjadi dekat dengan kaum yang paling miskin dan terlantar, demi pewartaan Kabar Gembira.

Semoga mereka dikobarkan oleh api semangat yang sama

Seperti yang Engkau nyalakan dalam diri Santo Eugenius

Semoga mereka menjadi bagian dari keluarga para Oblat untuk bersama-sama meneruskan karya keselamatanMu.

Bunda Maria Imakulata

Yang pertama-tama memberikan Yesus bagi dunia

Hadirlah bersama kami di saat kami berdoa.

 

Santo Eugenius de Mazenod…………..Doakanlah kami

Beato Joseph Gerard…………………...          Doakanlah kami

Beato Mario Borzaga…………………..            Doakanlah kami

 

Terpujilah Yesus Kristus,

Dan Maria Imakulata.

Berkat

Nyanyian Maria

 

(Diterjemahkan secara bebas oleh Fr. Henrikus Prasojo, OMI, Skolastik OMI Indonesia dari artikel yang terbit di www.omiworld.org)

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.