Siap Menekuni Panggilan Menjadi Oblat

Artikel - Karya & Misi

Ditulis oleh Fr. Henrikus Prasojo, OMI Sabtu, 12 September 2020 17:36

Siap Menekuni Panggilan Menjadi Oblat

Upacara Penerimaan dan Peneguhan Yuniores OMI

 

“Siapa saja yang ingin menjadi Oblat

harus dikobarkan oleh  keinginan untuk mencapai kesempurnaan diri.

dinyalakan oleh cinta akan  Tuhan Kita Yesus Kristus dan Gereja-Nya

serta bersemangat yang menyala-nyala demi keselamatan jiwa-jiwa.”

(Konstitusi OMI Tahun 1853)

 

Komunitas Yuniorat OMI "Beato Mario Borzaga" Tahun 2020-2021

Dengan semangat yang menyala-nyala, tujuh orang Yuniores KPP beserta tiga Yuniores KPA menyatakan kesanggupan diri mereka untuk dibina sebagai calon Oblat di Yuniorat OMI “Beato Mario Borzaga” Cilacap. Tidak kalah dengan para Yuniores yang baru, empat belas Yuniores kelas 2 dan sembilan Yuniores kelas 3 meneguhkan kembali keinginan mereka untuk dibina sebagai calon Oblat. Upacara penerimaan Yuniores baru dan peneguhan Yuniores yang lama dilaksanakan pada 07 September 2020 di Kapel St. Eugenius de Mazenod, Yuniorat OMI “Beato Mario Borzaga”, Cilacap. Upacara dipimpin oleh Pastor Antonius Widiatmoko, OMI sebagai Selebran Utama bersama empat orang Konselebran: Pastor Tarsisius Eko Saktio, OMI (Provinsial Indonesia), Pastor Bernardus Agus Rukmono, OMI (Direktur Yuniorat OMI Indonesia), Pastor Aloysius Wahyu Nugroho, OMI (Direktur Panggilan OMI Indonesia), dan Pastor Petrus Hamonangan Sidabalok, OMI (Pastor Rekan Paroki St.Stefanus, Cilacap).

 

Pada Pesta St. Eugenius de Mazenod

Artikel - Karya & Misi

Ditulis oleh Administrator Kamis, 21 May 2020 18:45

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pastor Tarsisius Eko Saktio, OMI

 

Salam dalam Kasih Tuhan kita Yesus Kristus,

Hari ini tanggal 21 Mei, sebagai anak-anak St. Eugenius de Mazenod kita mengenangkan hari wafatnya Bapa Pendiri kita yang bertepatan juga dengan Gereja yang merayakan Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke Surga.  Pada hari yang istimewa ini saya menyampaikan kepada kita semua: Selamat Pesta!

Mari kita bersyukur atas teladan hidup Bapa Pendiri yang melalui karya dan pelayanannya telah mempersembahkan seluruh hidupnya sebagai Misionaris Oblat dan Imam.  Kita belajar banyak dari Bapa Pendiri yang senantiasa tekun, sabar, tetap fokus pada perutusannya yaitu mewartakan Kristus dan KerajaanNya dalam diri orang miskin dan terlantar.  Kita juga mau meneladani hidup beriman Bapa Pendiri kita yang terus-menerus sampai akhir hayatnya menjadikan Yesus Kristus sebagai Pusat hidupnya.

 

Kembali ke Komunitas

Artikel - Karya & Misi

Ditulis oleh Administrator Selasa, 19 May 2020 20:03

Pastor Carolus Adi Nugroho, OMI

 

Pandemi COVID-19 menjadikan banyak kegiatan harus terhenti, termasuk kegiatan beribadah di Gereja Katolik.  Banyak Paroki yang mengadakan Misa Online Live Streaming, tetapi bagi Paroki yang berada di pedalaman Indonesia yang belum terjangkau sambungan internet yang baik dan memadai, Misa Online pun tidak dapat diadakan. Sebut saja salah satunya,  Paroki Santo Petrus dan Andreas di Sepauk, pedalaman Kalimantan Barat.  Paroki yang digembalakan oleh para Misionaris Oblat Maria Imakulata ini memang masih sulit mendapatkan sambungan internet.  Seringnya, sinyal internet harus dicari-cari hingga harus memanjat pohon!  Pastor Carolus Adi Nugroho, OMI yang sekarang berkarya di Paroki Santo Petrus dan Andreas bercerita tentang kesibukannya selama musim lockdown di Sepauk:

"Dikarenakan kesulitan sinyal internet, kami tidak dapat menyelenggarakan Misa Online.  Sekarang ini kami hanya melayani Misa Perkawinan dan Kematian dengan protokol kesehatan yang ketat dan hanya boleh dihadiri oleh keluarga dekat saja.

"Komunitas OMI di Sepauk terdiri dari 3 Oblat: Pastor Jacques Chapuis, OMI, Pastor Robertus Heru Setyo Suhartono, OMI, dan saya sendiri.  Kami semua dalam keadaan sehat-sehat.  Hanya Pastor Jacques kelihatan lesu karena tidak bisa tourney dan juga menjadi kesepian karena umat tidak bisa datang ke Paroki.

 

Penjubahan dan Perutusan Novis OMI 2020

Artikel - Karya & Misi

Ditulis oleh Administrator Senin, 20 April 2020 17:25

Para Novis OMI Tahun 2020 bergambar bersama Bapa Provinsial OMI Indonesia dan Formator

 

“Novisiat, yang merupakan masa inisiasi ke dalam hidup religius Oblat,

bermuara pada ikrar bakti diri secara publik dalam Kongregasi.”

(Konstitusi OMI # 55)

 

Di tengah kegundahan atas Wabah COVID-19, kabar gembira datang dari Novisiat OMI “Beato Joseph Gerard”, Blotan, Yogyakarta.  Pada Rabu, 15 April 2020, diselenggarakan upacara Inisiasi Hidup Religius 6 orang Pra-Novis yang telah menyelesaikan pendidikannya dan diterima untuk bergabung ke dalam Komunitas Kongregasi Misionaris Oblat Maria Imakulata (OMI).  Mereka adalah:

1.  Frater Alfonsius Srilus, asal Paroki Rasul Yohanes, Pulau Sapi, Kalimantan Timur.

2.  Frater Efanius Rimlon, asal Paroki St. Agustinus Mok, Keuskupan Ruteng, NTT.

3.  Frater Guindo Paschalis Tri Lestari, asal Paroki Sta. Maria Fatima, Penajam, Kalimantan Timur.

4.  Bruder Johanes Maria Vianey, asal Paroki Sta. Anna, Duren Sawit, Keuskupan Agung Jakarta.

5.  Frater Kristian Delima Ajun, asal Paroki Yesus Tersalib, Balai Sepuak, Keuskupan Sanggau, Kalimantan Barat.

6.  Frater Yeremias Mangu Jaga, asal Paroki Hati Sta. Perawan Maria Yang Tak Bernoda, Tanjung Pinang, Keuskupan Pangkal Pinang.

 

Bapa Provinsial OMI Indonesia mengalungkan Salib kepada kedua Novis Kanonik yang diutus

.

Pastor Tarsisius Eko Saktio, OMI, Provinsial OMI Indonesia, menerima keenam pemuda ini masuk ke dalam Komunitas OMI dalam Perayaan Ekaristi di Kapel Novisiat OMI.  Selain Upacara Penerimaan Novis, juga diadakan Upacara Perutusan bagi 2 Novis Tahun Kanonik.  Bapa Provinsial mengutus Bruder Amos Rizaldi ke Komunitas Novisiat OMI di Blotan, Yogyakarta, sedangkan Bruder Marianus Oktovianus diutus ke Komunitas OMI di Kaliori, Jawa Tengah.   Kepada kedua Novis yang menerima perutusan tersebut, Bapa Provinsial juga menyerahkan Salib sambil berkata: “Terimalah dan kenakanlah, semoga Salib ini mengingatkan engkau secara terus-menerus akan cinta kasih Penyelamat, yang ingin menarik semua orang kepadaNya dan mengutus kita sebagai rekan kerjaNya.”

 

Seturut dengan Direktorium Formasi OMI Indonesia, maka setelah 12 bulan menjalani Tahun Kanonik, novis yang akan dipanggil untuk mengikrarkan Kaul Pertama akan diberikan kesempatan untuk “live-in” – tinggal dalam Komunitas Oblat.  Melalui program ini, mereka akan melihat lebih dekat lagi, bahkan mulai mengalami sendiri Komunitas OMI di lapangan karya.  Selama “live-in”, diharapkan suasana yang ada adalah suasana khas Oblat yang diwarnai dengan kegembiraan dan keramahan yang mengalir dari iman dan spiritualitas OMI.


Provisiat Frater dan Bruder Novis.  Semoga terus bersukacita dan bersemangat dalam meniti panggilan yang mulia ini.

 

(Sumber informasi dan foto:  Pastor Antonius Sussanto, OMI, Magister Novis, Novisiat OMI “Beato Joseph Gerard”, Blotan, Yogyakarta)

 

 

 

Dua Novis Kanonik yang menerima Perutusan bergambar bersama Bapa Provinsial OMI Indonesia dan Formator

 

 

Oblate Gathering

Artikel - Karya & Misi

Ditulis oleh Administrator Senin, 04 November 2019 19:33

Kongregasi Misionaris Oblat Maria Imakulata Provinsi Indonesia sedang menyelenggarakan Pertemuan Provinsi yang diberi tajuk “Oblate Gathering”.  Pertemuan yang akan berlangsung pada 04-08 November 2019 di Kaliori, Jawa Tengah ini memang telah menjadi keputusan Rapat Provinsial dan Dewannya sejak setahun yang lalu.

 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.