Penjubahan Novis OMI Angkatan 2021/2022

Artikel - Karya & Misi

Ditulis oleh Administrator Selasa, 17 Agustus 2021 19:05

Perayan Ekaristi Penjubahan Novis OMI Angkatan 2021/2022 berlangsung di Kapel Novisiat OMI “Beato Joseph Gerard”, Jumat, 13 Agustus 2021.  Pastor Tarsisius Eko Saktio, OMI, Provinsial Indonesia, menjadi Konselebran Utama dengan para Selebran Pastor Ignatius Yulianto, OMI (Magister Pranovis), Pastor Bernardus Agus Rukmono, OMI (Magister Novis), Pastor Reynold Agustinus Sombolayuk, OMI (Staff Skolastikat), dan Pastor Simon Heru Supriyanto, OMI.

 

 

 

Dewan Provinsial Indonesia Yang Baru

Artikel - Karya & Misi

Ditulis oleh Administrator Minggu, 02 May 2021 08:18

Pada 26 April 2021, Vikaris Jenderal menerima persetujuan dari Dewan untuk penunjukan:


Pastor Agustinus Adeodatus Wiyono, OMI,


Pastor Bernardus Agus Rukmono, OMI,


Pastor Ignatius Wasono Putro, OMI


Pastor Aloysius Wahyu Nugroho, OMI


sebagai anggota Dewan Provisial untuk Provinsi Indonesia.

 

(diterjemahkan secara bebas dari artikel "The New Provincial Council of the Province of Indonesia" yang terbit di   www.omiworld. org)

 

TAHUN SANTO YOSEF

Artikel - Karya & Misi

Ditulis oleh Bro. Benoit H. Dosquet,OMI Minggu, 14 Maret 2021 20:56

Sekretariat Komite Umum untuk Oblat Bruder, Kongregasi Misionaris Oblat Maria Imakulata

 

TAHUN SANTO YOSEF

Penetapan Tahun Santo Yosef oleh Bapa Suci pada 08 Desember menjadi satu kejutan tersendiri. Paus Pius IX menetapkan Santo Yosef sebagai Pelindung Gereja universal, dan 150 tahun kemudian, Paus Fransiskus menawarkan tahun khusus untuk menghormati Santo Yosef.

Bagi kita, Misionaris Oblat Maria Imakulata, Santo Yosef adalah Penjaga Kongregasi dan Pelindung Oblat Bruder.  Oleh karena itu, Komite Umum Oblat Bruder ingin menawarkan pada Kongregasi dan seluruh anggota Keluarga Mazedonian sebuah kesempatan – antara 19 Maret hingga 01 Mei 2021 – untuk memaknai peristiwa ini.

 

Misa Syukur Mazenodian Family Provinsi Indonesia

Artikel - Karya & Misi

Ditulis oleh Administrator Senin, 22 Februari 2021 19:27


Misa Syukur Mazenodian Family Provinsi Indonesia diselenggarakan secara online pada Selasa, 16 Februari 2021 bersama Pastor Ignatius Wasono Putro, OMI, Koordinator Mazenodian Family Provinsi Indonesia.

Perayaan Ekaristi ini diikuti oleh lebih dari 30 Awam OMI yang ada di Provinsi Indonesia yang selama ini mendukung dan terlibat dalam hidup dan karya OMI lewat keistimewaannya masing-masing, baik secara perseorangan maupun lewat kelompok awam OMI seperti Kelompok Misionaris Awam St. Eugenius de Mazenod, Asosiasi Misionaris Maria Imakulata (AMMI), Sahabat Seminari OMI (Sasem), Puteri OMI, Putera-Puteri de Mazenod (PPdM) dan Kelompok Doa Mazenodian (KDM).

 

Surat untuk Kongregasi pada Pesta Santa Maria Imakulata

Artikel - Karya & Misi

Ditulis oleh Administrator Selasa, 08 Desember 2020 21:45

LJC et MI

Yang Terkasih Saudara-Saudara Oblat dan Semua yang menghidupi kharisma St. Eugenius,

“Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejathera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus!” (Ef 1:3)

Bapa Superior Jenderal kita, Pastor Louis Lougen, OMI, memberikan keistimewaan kepada "Komite Internal - Misi" untuk menulis surat kepada Kongregasi di Hari Perayaan Santa Maria Imakulata.  Dengan demikian, kami dapat berbagi bersama Anda semua segala berkat dan sukacita dari karya misi baru yang telah diterima oleh Kongregasi kita!

“Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: ‘Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?’” (Yes 6:8)


Sedikit lebih dari dua tahun lalu, Bapa Uskup Emmanuel Kofi Fianu, SVD, Uskup dari Keuskupan Ho di Ghana, mengundang Oblat Maria Imakulata untuk membuka misi di Keuskupannya.  Beliau mau menyerahkan Gua Maria yang dipersembakan bagi Bunda Maria dari Lourdes.  Bapa Uskup Fianu mengenal Oblat sewaktu Beliau ada di Roma, saat Beliau menjadi Sekretaris Jenderal dari Serikat Sabda Allah (SVD) dan terlibat juga di VIVAT, sebuah jaringan internasional dari kongregasi-kongregasi religius yang bekerja di Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk masalah JPIC (Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan).  OMI merupakan salah satu anggotanya.  Bapa Uskup Fianu mengetahui tentang dimensi Maria dalam karisma para Oblat, lalu mengungkapkan keyakinan bahwa para Oblat “dapat mengubah tempat tersebut menjadi tempat peziarahan dan perjumpaan dengan Maria yang nyata bagi para pemuda yang banyak sekali jumlahnya di Keuskupan yang mencari perjumpaan dengan Tuhan melalui Bunda Maria”.  (Surat Uskup Fianu kepada Superior Jenderal, 25 Agustus 2018).  Bapa Uskup Fianu juga menulis dalam suratnya tentang tidak adanya lembaga religius pria di dalam Keuskupannya, yang dianggap Bapa Uskup sebagai “kemiskinan yang perlu diatasi untuk membuktikan misi universal Gereja”.   Bapa Uskup juga mengungkapkan keterbukaan bagi para Oblat untuk akhirnya menemukan misi khusus mereka sendiri di Keuskupannya, sebuah keterbukaan  yang berharga untuk menginjili wajah-wajah baru orang miskin, dan untuk diinjili oleh mereka.

Republik Ghana adalah sebuah negara yang berlokasi di sepanjang Teluk Guinea dan Samudera Atlantik.  Ghana berada di Afrika Barat.  Penduduknya sekitar 30 juta dengan 13%-nya adalah pemeluk Katolik.  Bahasa Inggris menjadi bahasa resmi negara, meski Bahasa Perancis juga diajarkan di sekolah-sekolah.  Terdapat juga 11 bahasa lokal yang diakui secara resmi.

Keuskupan Ho adalah daerah pertanian dan kaum miskin.  Gua Maria berlokasi di Kota Agbenoxoe, Kpando.  Bisa dikatakan letak Gua Maria ada di pinggir Keuskupan dan dikelilingi danau.  Gua Maria ini dibangun 63 tahun lalu dan menjadi tempat peziarahan utama bagi Keuskupan setiap tahunnya, khususnya pada 08 Desember, berkumpul 4.000 orang untuk berdoa vigili.

Gua Maria ini berhubungan dengan Paroki pedesaan yang mempunyai 3 Stasi.  Bapa Uskup Fianu meminta para Oblat berkarya di Paroki ini dan mengembangkannya.  Di Gua Maria sudah ada fasilitas seperti rumah untuk para imam, Stasi Jalan Salib, kamar mandi dan WC untuk para peziarah, dan Gereja Paroki.

Selama dua tahun sejak surat permohonan dan kunjungan Bapa Uskup Fianu ke Rumah Generalat, kami mengadakan proses discernment dengan dibantu oleh dokumen Kongregasi kita: “Discerning and Sustaining Oblate Mission”.  Dua dari kami mengunjungi Gua Maria dan Paroki di Ghana, berdialog dengan Bapa Uskup dan para pemimpin lainnya, dan mengalami energi dan kekhusyukan para peziarah tahunan ke gua tersebut pada 07-08 Desember!  Kami berunding, baik di dalam Komite Internal maupun dalam Sesi Pleno Dewan Jenderal.  Kami berkonsultasi dengan Konferensi Regional dan orang-orang lain yang dapat memberikan masukan yang berharga.  Yang terpenting, kami berdoa dalam “… keterbukaan diri seutuhnya kepada panggilan Roh…” (Konstitusi OMI #13) untuk bantuan Maria, Bunda kita, dan inspirasi dari St. Eugenius de Mazenod.

“Kata Maria: ‘Sesungguhnya aku ini adalah hamba Allah…” (Luk 1:38)

Akhirnya, di bulan Oktober tahun ini, bulan yang dipersembahkan untuk Misi dan untuk devosi kita kepada Maria lewat Rosario, Bapa Superior Jenderal dan Dewannya menerima secara prinsip panggilan untuk bermisi di Keuskupan Ho, Ghana, menggemakan kerendahan hati dan kepercayaan  “Ya” kepada undangan Tuhan.

Dalam membuka misi baru ini, kami ingin menjadi berani lagi, menulis satu “halaman baru Injil dengan kreativitas dan keberanian Mazenodian” (Pesan dari Kapitel Umum ke-36, No. 4) di tahun-tahun awal abad ketiga kehidupan Kongregasi kita.

Gereja lokal di Ho, lewat Bapa Uskup Fianu, memanggil kita untuk menjawab kebutuhan misi yang dirasakan – menjadi saksi hidup bakti dan misi universal dari Gereja, mempromosikan spiritualitas sejati Maria, dan membangun komunitas pastoral di dalam wilayah Keuskupannya.  Kami berharap untuk melanjutkan “peziarahan yang dimulai oleh Bapa Pendiri, seorang yang sangat mencintai Yesus dan Gereja tanpa syarat…”  mengutip kata-kata Paus Paulus VI di hari beatifikasi Eugenius, itulah juga undangan Paus Fransiskus kepada kita dalam pesannya kepada para peserta Kapitel Umum ke-36, 07 Oktober 2016.

Kita akan bermisi dalam dan melalui komunitas apostolik yang akan menjadi saksi nilai dan tempat hidup bakti di dalam Gereja.  Mengacu pada mandat Kapitel Umum terakhir, kami akan memastikan bahwa komunitas ini akan mengadopsi “interkultural sebagai gaya hidup, sebagai jalan bermisi.” (Akta Kapitel Umum Ke-36, No. 62)

Kita ingat kembali pelayanan pastoral Gua Maria menjadi pelayanan istimewa di awal-awal Kongregasi kita.  “Sepertiga dari pelayanan misi yang disetujui Bapa Pendiri adalah Gua Maria… (Bapa Pendiri) menganggap Gua Maria sebagai “karya misi yang tak perlu berkeliling’, dan ziarah menjadi waktu-waktu untuk merenungan kembali kebenaran-kebenaran, untuk bertobat dan untuk menghidupi hidup Kristiani dengan lebih baik lagi ….” (Lubowicki, Casimir, “Mary,” Dictionary of Oblate Values, Association for Oblate Studies and Research, Rome (2000), Hal. 537)

Di tahun kita memperingati 25 tahun kanonisasi St. Eugenius de Mazenod, kami merasa bahwa misi baru Gua Maria ini sebagai kelanjutan dari warisan St.Eugenius “untuk membangkitkan dalam jiwa-jiwa cinta yang tercerahkan dari Maria” (Lubowicki, Casimir, “Mary,” Dictionary of Oblate Values, Association for Oblate Studies and Research, Rome (2000), Hal. 538) dalam melayani para peziarah, dan pada saat yang bersamaan dengan mengingat Kongregasi dan kebutuhan dunia yang tak terhitung banyaknya saat ini dalam doa kita melalui perantaraan Maria.

Misi ini juga memungkinkan kerjasama dengan para awam, klerus lokal dan lembaga hidup bakti lainnya.  Misi ini juga akan menyediakan bagi kita kesempatan untuk mengundang panggilan menjadi seorang Oblat.

 

Patung Maria Raksasa di Gua Maria

Akhirnya, dimulainya misi di Ho (yang juga berdekatan dengan Togo) dapat menjadi batu loncatan bagi kita untuk menjelajahi kemungkinan misi masa depan untuk pelayanan khusus Oblat, di Ghana atau di tempat-tempat sekitarnya, sambil tetap menjaga dalam semangat bahwa, "dimanapun kita menunaikan tugas pelayanan, kita akan berupaya menyebarluaskan devosi sejati kepada Perawan Tak Bernoda, pragambar dari kemenangan akhir Allah atas segala kejahatan.” (Konstitusi OMI # 10)  Sukacita Bapa Uskup Fianu dengan jelas tergambar dalam surat balasannya – Beliau menyamakannya dengan kesadaran Santo Paulus akan panggilanTuhan untuk mewartakan Kabar Baik di Makedonia, setelah mendapat visi seseorang yang berdiri dan memohon kepadanya, “Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!” (Kis 16:9).  Uskup Fianu menulis: “Engkau tidak bisa membayangkan sukacita dan rasa syukurku yang besar kepada Tuhan saat aku menerima emailmu beberapa hari yang lalu. Sungguh sebuah kabar baik dan aku sungguh berterimakasih engkau telah mendengar seruan kami untuk datang ke Makedonia.  Kehadiranmu di Keuskupan ini adalah sebuah pemenuhan atas doa untuk mempersembahkan kepada umat kami wajah universal dari Gereja.” (Email kepada Asisten Jenderal Bidang Misi, Pastor Ramon Bernabe, 18 Oktober 2020)

Kami sadar akan tantangan-tantangan misi baru ini, seperti juga kami sadari kebutuhan-kebutuhan mendesak di banyak Unit Oblat, tetapi, seperti Maria Imakulata, kita berserah pada rahmat Tuhan yang membuat semuanya menjadi mungkin bagi kemuliaan namaNya.

Dari sekarang kami akan bekerja untuk rincian-rincian dan pengaturan-pengaturan bagi komitmen karya misi yang baru ini. Dengan meminta dukungan dari para Superior, kemurahan-hati para Oblat yang mungkin dipanggil untuk menjadi bagian dari misi yang baru ini, dan doa-doa dari semua pihak, kita dapat berkerjasama dengan rahmat Tuhan untuk “menjadi misionaris-misionaris yang berbelas kasih dan berpengharapan, duta-duta kelemah-lembutan yang menampilkan wajah kebapakan dan keibuan dari Tuhan, seperti Perawan Maria, Bunda Imakulata kita, yang menyimpan semua hal dalam hatinya.” (Pesan dari Kapitel Umum Ke-36, No. 6)

“Kalian adalah Oblat Maria Imakulata.  Semoga nama ini….menjadi bagi kalian komitmen terus-menerus untuk bermisi.” (Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus kepada peserta Kapitel Umum Ke-36, 06 Oktober 2016)

Kita berdoa kepada Maria Imakulata, Pelindung Kongregasi kita, untuk mengajarkan pada kita bagaimana menjadi murid-murid misionaris dalam karya misi yang baru ini, untuk menjadi rendah hati dan seutuhnya ada dalam pengaturan Tuhan,  untuk menjadi cermin kasih Yesus, dan berserah penuh pada Salib demi orang-orang yang Dia kirim kepada kita.

Terpujilah Yesus Kristus, dan Maria Imakulata!

Selamat Merayakan Hari Raya Santa Maria Imakulata kepada kita semua!

 

Saudara-saudaramu,

Ramon Maria Bernabe, OMI
Alberto Huamán Camayo, OMI
Guillaume Muthunda, OMI
Peter Stoll, OMI
(Komite Internal - Misi)

 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.