Catatan Perjalanan Seorang Oblat (2)

Artikel - Karya & Misi

Ditulis oleh Pastor Antonius Sussanto, OMI Rabu, 11 Juli 2018 23:30

 

Pengantar:

Pastor Antonius Sussanto, OMI, Magister Novis OMI Provinsi Indonesia sedang mengikuti workshop untuk para Magister Novis Kongregasi OMI yang bertajuk "Formation to Oblate Religious Life and Novitiate Experience", di Aix-en-Provence, Perancis, pada 10-31 Juli 2018.  Pastor Sussanto, OMI membagikan pengalamannya itu lewat jurnal yang dikirimkannya dari Perancis berikut ini:

 

Selasa, 10 Juli 2018
"Laudate Omnes gentes, laudate dominum. Laudate Omnes gentes, laudate dominum". Seruan ini membuka acara kami pada hari ini setelah sarapan. Dalam Ibadat Pagi kami mendengarkan kisah hidup Beato Jozef Cebula, OMI, seorang imam, formator (Magister Novis) dan pendidik kaum muda; seorang pendoa yang penuh iman; seorang yang sungguh menghargai martabat manusia; seorang formator yang memikat formandinya dengan kepribadiannya dan keutamaan hidupnya. Kisah ini disampaikan oleh Pastor Mario Brandi, OMI  dalam ibadat yang dipimpin oleh Pastor Bonga Thami, OMI. Selanjutnya, Pastor Krzysztof Zielenda, OMI  selaku Superior memberikan sambutan selamat datang kepada semua Oblat yang hadir yang diikuti dengan perkenalan anggota komunitas dan penjelasan hal-hal teknis dengan dibantu oleh Bruder Benoit Dosquet, OMI.   Kemudian Bapa Superior Jenderal membuka secara resmi acara ini dengan menyampaikan keprihatinan dan harapan bahwa Magister Novis adalah peletak dasar hidup bakti seorang misionaris OMI.  Pastor Cornelius Ngoka, OMI, Asisten Jenderal Bidang Formasi melanjutkan dengan memberi kata pengantar untuk seluruh acara. Sesi pagi berakhir dengan beberapa informasi teknis.
 

Catatan Perjalanan Seorang Oblat (1)

Artikel - Karya & Misi

Ditulis oleh Pastor Antonius Sussanto, OMI Selasa, 10 Juli 2018 19:23

Pengantar:

Pastor Antonius Sussanto, OMI, Magister Novis OMI Provinsi Indonesia sedang mengikuti workshop untuk para Magister Novis Kongregasi OMI yang bertajuk "Formation to Oblate Religious Life and Novitiate Experience", di Aix-en-Provence, Perancis, pada 10-31 Juli 2018.  Pastor Sussanto, OMI membagikan pengalamannya itu lewat jurnal yang dikirimkannya dari Perancis berikut ini:

 

Minggu, 08 Juli - Senin, 09 Juli 2018

Perjalanan kali ini saya awali dengan meninggalkan Kota Yogyakarta pada Minggu, 08 Juli 2018 dengan penerbangan di pagi hari.  Meski kondisi badan kurang sehat karena flu dan kurang istirahat, saya tetap bersemangat untuk berangkat.  Singgah di Pastoran Paroki Sta. Maria Imakulata, Kalideres, Jakarta selama beberapa jam memberikan waktu yang cukup bagi saya untuk beristirahat.

 

Add a comment
 

Refleksi Pesta Perak OMI Provinsi Indonesia

Artikel - Karya & Misi

Ditulis oleh Pastor Bernard Keradec, OMI Rabu, 23 May 2018 01:54

PENGANTAR:

Pastor Bernard Keradec, OMI, salah satu Oblat anggota Delegasi Perancis, Perintis karya di Kalimantan Barat menjadi salah satu saksi dan pelaku sejarah pembentukan Provinsi OMI Indonesia.  Di sela-sela kesibukannya sekarang sebagai Pastor Paroki di Lyon, Perancis, Pastor Bernard berkenan membagikan refleksinya pada saat 3 Delegasi OMI yang berkarya di Indonesia memimpikan meleburkan diri menjadi satu provinsi – Provinsi OMI Indonesia. (Tim Website OMI Indonesia)

 

 

Tentang mengapa ketiga Delegasi ingin menjadi satu provinsi:

“Pada tanggal 21 Mei 1993, Pemimpin Tertinggi Kongregasi Missionaris OMI, yaitu Alm. Pastor Marcello Zago secara resmi menyatakan berdirinya Provinsi Muda Indonesia dengan Alm. Pastor Mario Bertoli sebagai Provinsial yang pertama.  Dalam kata sambutannya, Pastor Marcello Zago mengatakan bahwa pendirian sebuah provinsi adalah peristiwa yang istimewa.  Karisma Oblat akan semakin nyata dalam Gereja lokal dan budaya setempat.  Maka pendirian sebuah provinsi dipandang sebagai rahmat dan tanggungjawab.  Tanggungjawab itu menjadi lebih besar ketika Provinsi Muda OMI Indonesia pada tahun 2001 diubah statusnya menjadi Provinsi OMI Indonesia.” [1]

Kiranya kutipan di atas ini menjawab dengan tepat sekali pertanyaan yang sekaligus menjadi topik tulisan yang singkat ini.  Mengapa ada keinginan dari ke-3 Delegasi OMI (Australia, Italia, dan Perancis) yang cukup berbeda asal, budaya, sejarah pembentukannya dan visi misionarisnya, menjadi satu Provinsi? Tentu saja bahwa semua misionaris yang terlibat itu adalah anggota dari keluarga religius misionaris yang sama.  Kesemuanya mempunyai peran penting dalam lahirnya keinginan untuk mencari hubungan, saling mengunjungi, bertukar pandangan dan pengalaman hidup dalam karisma Oblat, saling menolong, dan akhirnya mulai melangkah menuju persatuan yang lebih konkrit.  Di lain pihak, adanya calon-calon OMI dari pemuda Indonesia, baik dari Pulau Jawa maupun dari pulau-pulau yang lain, pasti menjadi unsur penentu dalam proses pengambilan keputusan untuk menjadi satu provinsi.  Akan tetapi mengingat seluk-beluk proses tersebut, asal-usul timbulnya keinginan untuk menjadi satu provinsi kiranya perlu dicari di tingkat yang lebih mendalam.

Pada dasarnya, jawaban untuk asal-usul timbulnya keinginan menjadi satu provinsi haruslah dicari pertama-tama dalam diri masing-masing Oblat dan keinginannya untuk melayani perutusan Tuhan dalam inspirasi karisma Pendiri mereka, St. Eugenius de Mazenod.  Setiap Oblat memang “dipanggil untuk bekerjasama dengan Penyelamat dan Penebus umat manusia”[2].

Pemilik perutusan ialah Tuhan sendiri dan Dialah yang memanggil serta mengirim hamba-hambanya untuk melayaniNya.  Untuk menjelaskan hal ini, Yesus pernah menggunakan perbandingan tuaian: “Melihat banyak orang itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.  Maka kataNya kepada murid-muridNya ‘Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.  Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.’” (Matius 9:36-38)  Jadi, tuaian bukanlah milik para pekerja.  Demikian pula perutusan yang dijalankan ke-3 Delegasi OMI di Indonesia dengan semua keberhasilannya yang patut dibanggakan, bukanlah milik masing-masing Delegasi, apalagi masing-masing anggotanya.  Eksistensi dan masa depan ke-3 kelompok misionaris itu sebenarnya termasuk rencana Ilahi yang jauh melampaui ke-3 entitas OMI dari Australia, Italia, dan Perancis.

Add a comment
 

Selamat Merayakan 25 Tahun Provinsi

Artikel - Karya & Misi

Ditulis oleh Pastor Tarsisius Eko Saktio, OMI Senin, 21 May 2018 02:43

Selamat Merayakan 25 Tahun Provinsi.  Satu Hati Satu Jiwa!

 

Tidak terasa bahwa sebagai sebuah provinsi, Provinsi OMI Indonesia telah memasuki usianya yang ke-25 tahun.  Dua puluh lima tahun sebagai Provinsi – terbentuk sejak 21 Mei 1993 - suatu rentang waktu yang cukup panjang yang tentunya memuat banyak kisah, peristiwa dan tentu saja perjuangan sebagai sebuah provinsi.

Maka pada kesempatan yang baik dan penuh rahmat ini, marilah kita:

Pertama-tama mensyukuri rahmat penyertaan dan berkat Tuhan yang senantiasa melimpah atas Provinsi kita tercinta ini.

Kedua, bersyukur atas bimbingan Tuhan untuk semua Oblat di Provinsi Indonesia selama 25 tahun yang telah lewat.

Ketiga, bersyukur atas berkat Tuhan yang dicurahkanNya melalui kaum awam yang dengan penuh keterbukaan, kerelaan dan dedikasi mendukung karya-karya OMI Provinsi Indonesia hingga saat ini.

Keempat, bersyukur juga atas berkat Tuhan yang senantiasa mengalir bagi para Oblat di mana pun diutus dalam rangka pengudusan dan penyelamatan jiwa-jiwa.

Add a comment
 

Melangkah ke Tahap Selanjutnya

Artikel - Karya & Misi

Ditulis oleh Fr. Henrikus Prasojo, OMI Jumat, 06 April 2018 10:48

 

Para Frater Novis yang meneria pengutusan

Rabu, 04 April 2018 adalah hari yang bahagia untuk komunitas Oblat Distrik Formasi, Yogyakarta.Pada hari ini dilangsungkan Upacara Penerimaan ke dalam hidup religius bagi para Pranovis OMI yang telah menjalani formasi mereka selama 8 bulan.  Upacara ditandai dengan penerimaan jubah (pakaian biara) pertama mereka.  Selain itu, kakak mereka, para Novis OMI, juga telah menyelesaikan masa Novisiat Kanonik mereka dan pada hari yang sama menerima perutusan ke tempat-tempat karya misi OMI di Indonesia.

Acara dikemas dalam Perayaan Ekaristi bersama Keluarga Oblat Distrik Formasi.  Perayaan Ekaristi juga sekaligus merupakan Perayaan Paskah Komunitas Formasi, sebab sejak menjelang Pekan Suci, beberapa Oblat sudah pergi ke berbagai tempat untuk melaksanakan asistensi Paskah.  Seperti para Rasul yang kembali ke Galilea untuk menemui Yesus, para Oblat pun kembali ke komunitas lagi untuk juga menemui Yesus.

Add a comment
 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.