Catatan Perjalanan Seorang Oblat (19)

Artikel - Karya & Misi

Pengantar:

Pastor Antonius Sussanto, OMI, Magister Novis OMI Provinsi Indonesia sedang mengikuti workshop untuk para Magister Novis Kongregasi OMI yang bertajuk "Formation to Oblate Religious Life and Novitiate Experience", di Aix-en-Provence, Perancis, pada 10-31 Juli 2018.  Pastor Sussanto, OMI membagikan pengalamannya itu lewat jurnal yang dikirimkannya dari Perancis berikut ini:

 

Sabtu, 28 Juli 2018

Kunjungan ke kota Marseille adalah bagian dari perjalanan peziarahan kami untuk menggali dan merasakan kembali semangat misioner para Oblat. Beberapa tempat penting yang kami kunjungi adalah:

 

1.  Gereja St. Ferreol yang semula dikelola oleh para Agustinian. Saat revolusi dikelola oleh Keuskupan  dan Yesuit tinggal di  sana. Di tempat inilah Eugenius memperoleh bimbingan dari Pastor Magy, SJ saat mempertimbangkan panggilannya. Pastor Magy juga meminta umat untuk mendoakan benih panggilan Eugenius. Maka kami diajak untuk mendoakan para pembimbing rohani dan para awam yang menyertai panggilan hidup kami dengan doa-doa mereka. Di depan Gereja ini terdapat pelabuhan dan pasar ikan tempat Mgr. Eugenius dulu biasa menjumpai umatnya yang bekerja sebagai nelayan dan penjual ikan.   Menyusuri lorong-lorong domba,   kami menuju ke Katedral Marseille. Di lorong-lorong inilah Mgr. Eugenius menyapa umatnya yang miskin dan telantar, kaum muda yang tak terdampingi dan para pelacur. Orang miskin menghormati dan mencintai gembalanya.

 

Gereja St. Ferreol

 

Interior Gereja St. Ferreol

 

Pelabuhan dan pasar ikan di depan Gereja St. Ferreol

 

 

Menyusur lorong-lorong

 

2.  Katedral Marseille dibangun pada zaman Uskup Eugenius tetapi Beliau tidak pernah melihatnya karena ketika katedral selesai dibangun, Seliau sudah wafat. Di dalamnya terdapat Kapel Makam St. Eugenius tempat kami merayakan Ekaristi dan memperbarui komitmen kami. Bangunan ini ada di pantai dengan pemandangan laut yang indah. Sayangnya sekarang lebih berfungsi seperti museum dan tempat wisata.

 

Maket Katedral Marseille

 

Tampak luar Katedral Marseille

 

Halaman depan Katedral Marseille

 

Interior Katedral Marseille

 

Memperbaharui komitmen

 

Berdoa di makam Bapa Pendiri

Bersama Pastor Cornelius Ngoka, OMI di Kapel Makam Bapa Pendiri

 

3.  Notre-Dame de la Garde adalah tempat peziarahan Maria yang oleh Keuskupan diserahkan kepada para Oblat untuk dikelola. Hampir seabad Oblat mengelola tempat itu dan mengalami kemajuan yang pesat sampai Keuskupan mengambilnya kembali. Dari tempat inilah para Oblat bertolak ke misi yang jauh, melalui pelabuhan Marseille, di buritan kapal mereka memandang Bunda Maria di puncak menara sambil menyanyikan “Salve Regina”. Sebagian besar dari mereka tidak pernah kembali lagi ke tanah asalnya.

Tampak di atas bukit, Notre-Dame de la Garde

Patung Bunda Maria di puncak menara Notre-Dame de la Garde

 

Interior Notre-Dame de la Garde

 

4.  Gereja de Calvaire pernah menjadi novisiat dan skolastikat bagi para Oblat. Di tempat ini pula Eugenius menyelenggarakan Kapitel Umum setelah diterimanya Konstitusi dan Aturan oleh Tahta Suci. Pastor Suzanne, OMI pernah menjadi Superior di tempat ini sampai mati.  Ia menjadi “anak emas” Bapa Pendiri yang kisah romantisnya tetap diingat sampai saat ini.

 

Gereja de Calvaire

Altar Gereja de Calvaire

 

Patung Bapa Pendiri di dalam Gereja de Calvaire

 

 

Lambang OMI di salah satu pintu masuk Gereja de Calvaire

 

Banyak jejak kiprah para Oblat ditemukan di Marseille. Sekarang semua diambil alih oleh Keuskupan. Namun di hati para miskin, kenangan akan Bapa Pendiri dan para misionarisnya masih tetap hidup.

 

(Penulis & Foto:  Pastor Antonius Sussanto, OMI)

 

Jejak Oblat setelah peresmian Dogma Maria Imakulata

 

Go to the whole world

Proclaim the Good News

 

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.