Kembali ke Komunitas

Artikel - Karya & Misi

Pastor Carolus Adi Nugroho, OMI

 

Pandemi COVID-19 menjadikan banyak kegiatan harus terhenti, termasuk kegiatan beribadah di Gereja Katolik.  Banyak Paroki yang mengadakan Misa Online Live Streaming, tetapi bagi Paroki yang berada di pedalaman Indonesia yang belum terjangkau sambungan internet yang baik dan memadai, Misa Online pun tidak dapat diadakan. Sebut saja salah satunya,  Paroki Santo Petrus dan Andreas di Sepauk, pedalaman Kalimantan Barat.  Paroki yang digembalakan oleh para Misionaris Oblat Maria Imakulata ini memang masih sulit mendapatkan sambungan internet.  Seringnya, sinyal internet harus dicari-cari hingga harus memanjat pohon!  Pastor Carolus Adi Nugroho, OMI yang sekarang berkarya di Paroki Santo Petrus dan Andreas bercerita tentang kesibukannya selama musim lockdown di Sepauk:

"Dikarenakan kesulitan sinyal internet, kami tidak dapat menyelenggarakan Misa Online.  Sekarang ini kami hanya melayani Misa Perkawinan dan Kematian dengan protokol kesehatan yang ketat dan hanya boleh dihadiri oleh keluarga dekat saja.

"Komunitas OMI di Sepauk terdiri dari 3 Oblat: Pastor Jacques Chapuis, OMI, Pastor Robertus Heru Setyo Suhartono, OMI, dan saya sendiri.  Kami semua dalam keadaan sehat-sehat.  Hanya Pastor Jacques kelihatan lesu karena tidak bisa tourney dan juga menjadi kesepian karena umat tidak bisa datang ke Paroki.

"Sebenarnya, wabah korona tidaklah terlalu berpengaruh bagi umat Katolik di Sepauk, karena dalam keadaan biasa pun mereka baru dapat merayakan Misa Kudus 3 atau 4 bulan sekali pada saat salah satu dari kami tourney ke tempat mereka.  Tetapi kami tetap taat pada anjuran Bapa Uskup untuk tidak melakukan ibadah sementara waktu ini.

"Kegiatan saya sehari-hari tetaplah sibuk.  Saya ikut membangun rumah walet di kebun misi OMI 'Gupung Puyang Gana', merawat sapi yang kami pelihara - dan sekarang malah sudah melahirkan seorang anak.  Berkebun menanam kangkung, timun, cabai, kacang panjang, terong, dan menoreh pohon karet.

“Masa pandemi COVID-19 kami gunakan untuk kembali ke dalam Komunitas.  Kami menjadi lebih sering berkumpul bersama di pastoran.  Selain berdoa bersama, kami tetap mengerjakan sesuatu yang berguna bagi Paroki, umat, dan OMI.

“Kami juga bisa lebih memperhatikan para karyawan kami.  Hidup dan bekerja bersama mereka, merasakan suka dan duka mereka setiap hari.  Dari Komunitas yang solid dan saling mengasihi inilah kami kemudian akan berkarya mewartakan Kabar Gembira kepada umat yang kami layani dengan memberikan contoh dan teladan nyata bagi mereka.

“Semoga kita semua juga semakin kembali ke dalam Komunitas - keluarga kita masing-masing.  Lebih saling memperhatikan dan mengasihi di masa pandemi ini.  Hingga setelah wabah berakhir, kita dapat ikut mewartakan kasih dan penyertaan Tuhan bagi kita semua.  Salam kami dari Sepauk untuk Anda sekalian. Terpujilah Tuhan Yesus Kristus dan Maria Imakulata.”

 

(Disusun oleh Tim Website OMI Indonesia dari bincang-bincang singkat dengan Pastor Carolus Adi Nugroho, OMI)


Memberi makan sapi yang diternak

 

Anak sapi yang baru lahir

 

Kebun aneka sayuran

 

Menoreh pohon karet

 


Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.