Markus Boli WITIN, OMI

Artikel - Warisan Oblat

Ditulis oleh Administrator Senin, 05 May 2014 00:59

Markus Boli WITIN, OMI

 

Nama Panggilan     
: Pastor Markus
Lahir : Lembata, 23 Juni 1960
Kaul Pertama : 1987
Kaul Kekal : 1996
No. Oblatio : 13453
Tahbisan Imamat  
: Banyumas, 04 Juli 1997
Wafat
:  

Dankan Silat, 19 Februari 2007 karena kecelakaan sepeda motor

Pastor Markus adalah Oblat ketiga yang berasal dari NTT, setelah Pastor Nikolaus Ola Paokuma dan Pastor Vincentius Kaya Watun. untuk menanggapi panggilannya, Beliau merantau ke Jawa dan bergabung dengan Kongregasi OMI. Setelah menjalani masa Novisiat dan studi Filsafat, Beliau memilih untuk keluar dari OMI. Beliau bekerja di PT Sadaya Utama milik Keluarga J. Handoko, seorang tokoh umat di Paroki Trinitas, Cengkareng, Jakarta. Namun Beliau merasakan bahwa panggilan khususnya tidak pudar. Setelah beberapa tahun bekerja, Beliau memohon untuk kembali bergabung dengan Kongregasi OMI di tahun 1994 dan melanjutkan studi persiapan sebagai persyaratan untuk dapat ditahbiskan menjadi imam.

Add a comment
 

Jean-Pierre MEICHEL, OMI

Artikel - Warisan Oblat

Ditulis oleh Administrator Kamis, 24 April 2014 01:52

Jean-Pierre MEICHEL, OMI


 

Nama Panggilan     
: Pastor Jean-Pierre Meichel
Lahir : Strasbourg, Perancis, 30 Maret 1936
Kaul Pertama : 1956
Kaul Kekal : 1962
No. Oblatio : 10662
Tahbisan Imam : Perancis, 19 Maret 1964
Wafat :  
Perancis, 16 Januari 2013

 


Pastor Jean-Pierre MEICHEL lahir pada 30 Maret 1936 di kota Mulhouse, Strasbourg (Perancis Timur). Beliau dibesarkan di tengah empat saudari dan saudara: Melania, saudarinya, dan dua saudara bernama Camille dan Philibert yang kemudian masuk Kongregasi Marianis dan melayani di Pantai Gading (Afrika Barat).

Pada usia sangat muda,  Pastor Jean-Pierre berkenalan dengan para Misionaris OMI berkat jasa seorang guru SD, Ibu GOLLE, yang juga menjadi pelindung baginya. Kemudian beliau belajar di Sekolah Apostolik di Augny sampai tahun 1955 saat beliau masuk Novisiat OMI di La Brosse Montceaux.

Pastor Jean-Pierre mengikrarkan Kaul Pertamanya pada 08 September 1956 dan masuk Skolastikat OMI di Solignac (dekat kota Limoges, Perancis) sampai tahun 1964. Dalam masa pendidikan itu, beliau  sempat menjalani wajib militer selama 2 tahun yaitu pada 1959-1961 di tengah konflik di Aljazair. Pada 19 Maret 1964, beliau menerima Tahbisan Imamatnya di Augny bersama 3 konfrater Provinsi OMI Perancis Timur.

Pada tahun yang sama, Beliau menerima surat penugasannya yang pertama untuk misi di Laos dan berkarya di sana sampai tahun 1976. Pada tahun itulah Pastor Jean-Pierre terpaksa meninggalkan tempat misinya bersama semua Misionaris yang lain dari aneka Kongregasi dan asal negara karena situasi politik yang tidak memungkinkan.

Add a comment
 

Mario BERTOLI, OMI

Artikel - Warisan Oblat

Ditulis oleh Administrator Minggu, 30 Maret 2014 00:33

Mario BERTOLI, OMI

 

Nama Panggilan

Pastor Mario
Lahir : Bergamo, Italia, 05 Agustus 1940
Kaul Pertama : 1959
Kaul Kekal : 1962
Nomor Oblatio : 10766
Tahbisan Imamat  
: Italia, 17 Desember 1966
Wafat : Telgate, 25 April 2000, karena sakit.

 

Pastor Mario lahir di Bergamo-Telgate, Italia, pada 05 Agustus 1940.  Beliau masuk Sekolah Apostolik  di One-di-Fonte, Treviso, Italia, pada tahun 1951. Setelah menjalani tahun Novisiat di Ripalimosani,  Italia, pada tahun 1959,  Pastor Mario melanjutkan studi ke Skolastikat Internasional di Roma untuk belajar filsafat dan teologi di Universitas Pontifikal Gregoriana.  Mengucapkan Kaul Pertama dalam Kongregasi OMI pada 15 September 1959, Beliau ditahbiskan pada 17 Desember 1966.  Tugas perutusan Pastor Mario yang pertama adalah menjadi Misionaris ke Luang Prabang (Laos) dengan karya sekolah-sekolah Katolik di lingkungan Kerajaan Laos.  Beliau sempat menjadi Anggota Dewan Provinsial OMI Laos di tahun 1974.  Jatuhnya pemerintahan Laos ke tangan gerakan komunis Pathet Lao menyebabkan para misionaris asing diusir keluar dari negara itu di tahun 1975.  Pastor Mario bersama para Oblat lainnya kembali ke Italia.

Di Italia, rombongan Misionaris Laos bertemu dengan Bapa Paus Paulus VI pada 22 Oktober 1975.  Dalam kesempatan itu Bapa Suci menguatkan mereka: “Salam hangat bagi kalian, Misionaris OMI Italia yang telah meninggalkan Laos, tanah misi kalian. Gereja dimuliakan berkat pengorbanan kalian. Gereja mengagumi kalian, berterima kasih kepada kalian, dan menderita bersama kalian.”  Setelah pertemuan yang menggugah itu, semangat misioner para Oblat Italia ini kembali berkobar. Mereka kemudian ada yang pergi ke Uruguay dan Senegal. Tetapi ada juga kelompok yang ingin kembali lagi ke Asia, misalnya bermisi ke Pakistan atau Thailand.

Add a comment
 

Antonio BOCCHI, OMI

Artikel - Warisan Oblat

Ditulis oleh Administrator Sabtu, 29 Maret 2014 00:34

Antonio BOCCHI, OMI

 

Nama Panggilan  
:  
Pastor Toni
Lahir : Brescia, Italia, 01 Januari 1940
Kaul Pertama : 1961
Kaul Kekal : 1964
Nomor Oblatio : 11158
Tahbisan Imam : 20 Maret 1967
Wafat :

Novara, Italia, 08 Septemebr 2012, Karena sakit

Pastor Toni adalah salah satu dari 7 Oblat Italia pertama yang datang ke Indonesia pada tahun tahun 1977 untuk berkarya di Kalimantan Timur. Setelah belajar Bahasa Indonesia secukupnya, para Oblat Italia langsung berkarya di Keuskupan Samarinda di bagian utara. Pastor Toni memulai karya pelayanannya bersama umat di Malinau. Setelah delapan tahun di Malinau, Beliau pindah ke Tanjung Selor.  Sebagai misionaris, Pastor Toni sangat rajin mengunjungi umat sampai masuk di daerah perbatasan dengan Malaysia yang begitu sulit medannya. Beliau melayani orang-orang Dayak yang baru saja masuk dalam Gereja Katolik baik pindahan dari gereja lain atau pun dari agama asli.  Berhari-hari Beliau mengunjungi umat melewati sungai-sungai dengan menggunakan perahu khas daerah setempat yang disebut “Ketinting”.  Dengan sukacita dan gagah berani Beliau menghadapi segala rintangan alam dan juga tantangan dari pihak lain.   Pernah Beliau terkatung-katung berjam-jam di pelabuhan karena tidak ada perahu, namun beruntunglah ada orang baik hati yang menampung Beliau menginap di rumahnya. Orang itu tersentuh oleh kegigihan dan kesetian “orang bule” itu.  Kesaksian hidup Pastor Toni inilah yang turut membuka hati keluarga orang baik hati itu untuk masuk Gereja Katolik dan  menjadi salah satu umat perintis di Paroki Malinau.  Beliau melakukan apa saja untuk  mewartakan karya keselamatan Kristus kepada semua orang.

Add a comment
 

John O'REGAN, OMI

Artikel - Warisan Oblat

Ditulis oleh Administrator Kamis, 20 Maret 2014 00:33

John O'REGAN, OMI

 

Nama Panggilan :
Pastor Johno
Lahir :
Irlandia, 18 November 1923
Kaul Pertama :
1946
Kaul Kekal : 1949
No. Oblatio :
8237
Tahbisan Imam :
Irlandia, 24 Juni 1951
Wafat
Lesmurdie, Australia Barat, 08 Oktober 1998

 

Pastor Johno adalah anak dari pasangan Tim dan Catherine O’Regan yang berasal dari Kilkenny, Irlandia.  Beliau lahir pada 18 November 1923.  Tak lama setelah kelahirannya, karena ayahnya bekerja untuk perusahaan kereta api, keluarga ini pindah ke Waterford.  Pastor Johno menamatkan pendidikan Sekolah Dasar di Abbeyside National School.  Lalu Beliau melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama yang dikelola Bruder-Bruder Kristiani di kota Dungarvan. Beliau tamat pada usia 17 tahun.  Pada waktu itu keadaan sedang gawat karena perang dan sangat tidak menentu. Romo Johno kemudian bekerja selama 4 tahun di perusahaan kereta api “National Railways” di bagian tiket penumpang.  Tuhan berkarya dalam setiap pekerjaannya sehingga  Beliau bisa bekerja dengan baik;  Beliau tidak terlibat kejahatan pengiriman orang ataupun barang-barang ke tujuan yang salah yang sering terjadi pada masa perang dan kekacauan.

Pada tahun 1945, Pastor Johno masuk Novisiat Oblat Maria Imakulata di Cahirmoyle, Irlandia.  Beliau belajar di Seminari Tinggi OMI di Irlandia dan ditahbiskan sebagai Imam OMI pada 24 Juni 1951.  Kemudian Beliau ditugaskan untuk berkarya di Provinsi Inggris-Irlandia.  Dalam 2 bulan setelah penugasannya, Beliau dikirim ke Roma untuk belajar di Universitas Pontifikal Gregoriana.

Add a comment
 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.