HATI SELUAS DUNIA (14 - Tamat) - Kasih, Kasih, Kasih...

Artikel - Warisan Oblat

Ditulis oleh Pastor Henricus Asodo, OMI Senin, 04 Juli 2016 15:04

 

02 Oktober 1815, Eugenius membeli sebuah biara tua Karmel.  Ia kemudian mengundang sahabat-sahabat pertamanya: Icard, Tempier, Deblieu, Mie, Maunier.
25 Januari 1816, pendirian Misionaris Provence, sebuah komunitas misionaris untuk mewartakan Kabar Baik di wilayah Provence.
Bersama para sahabatnya, Eugenius bermisi ke Grans, Fauveau, Marignane, hingga Pengunungan Alpen.  Sebanyak lebih kurang 40 misi dilaksanakan sejak 1816-1823.
 

HATI SELUAS DUNIA (13) - Sendiri Lagi

Artikel - Warisan Oblat

Ditulis oleh Pastor Henricus Asodo, OMI Selasa, 14 Juni 2016 01:03

Pertempuran Waterloo terjadi pada tanggal 18 Juni 1815 di dekat kota Waterloo sekitar 15 km selatan ibukota Belgia, Brussels, merupakan pertempuran terakhir Napoleon Bonaparte. Kekalahan dalam perang ini menjadi penutup sejarahnya sebagai Kaisar Perancis.  Pertempuran ini juga dicatat dalam sejarah sebagai penutup dari seratus hari sejak larinya Napoleon dari Pulau Elba.

 

HATI SELUAS DUNIA (12) - Asosiasi Pemuda Kristen

Artikel - Warisan Oblat

Ditulis oleh Administrator Sabtu, 11 Juni 2016 01:56

 

Tinggal bersama Bruder Maurs di “L’enclos” dan membentuk Asosisasi Pemuda Kristen pada 25 April 1813.

St. Eugenius de Mazenod berkarya bersama dan untuk kaum muda.  Ia juga mengunjungi tawanan perang berkebangsaan Austria di penjara militer di Caserne Forbin.

Ia jatuh sakit, sangat sakit, dan hampir meninggal! (Maret 1814)  Kaum muda berdoa baginya di depan Patung Bunda Maria Rahmat.

 

 

HATI SELUAS DUNIA (11) - Menemukan Jati Diri

Artikel - Warisan Oblat

Ditulis oleh Administrator Selasa, 07 Juni 2016 01:09

St. Eugenius de Mazenod ditahbiskan sebagai Imam pada 21 Desember 1811. Ia menolak semua posisi di Keuskupan Amiens.  Ia menjadi Direktur Seminari St. Sulpice sebentar.  Pada Oktober 1812, ia kembali ke Aix dengan membawa Bruder Maurs, seorang mantan pertapa Trappis, sebagai pembantunya.  St. Eugenius de Mazenod bersama Bruder Maurs menjalani hidup “bergaya biara” di rumah ibunya di Rue Papassaudi. Ia tetap menjalankan discernment bagi “masa depannya” sebagai seorang imam.

Ia ingin mempersembahkan dirinya bagi kaum termiskin:  kaum muda dan kaum kelas rendah dalam masyarakatnya.

 

HATI SELUAS DUNIA (10) - Keputusan Akhir

Artikel - Warisan Oblat

Ditulis oleh Pastor Henricus Asodo, OMI Rabu, 01 Juni 2016 14:44

 

Pengalaman iman di Jumat Agung tahun 1807 –   Cucuran airmata kepedihan yang mendalam.

“Jiwaku telah sampai pada  tujuan akhir, yaitu Tuhan, satu-satunya Tujuan.” (Retret 1814)

 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.