HATI SELUAS DUNIA (2) - Masa Kecil

Artikel - Warisan Oblat

Karena status sosial keluarganya, maka mereka memiliki banyak pelayan di rumahnya.  Di rumah ayahnya ada 12 orang pelayan yang kesemuanya sangat sigap dalam melayani dan memenuhi semua keinginan St. Eugenius.

Kakek dari keluarga ibunya (Joannis) adalah seorang yang sangat berbelas kasih.  Ia mendorong St. Eugenius kecil – meski masih sangat kecil waktu itu – untuk menyisihkan uangnya dan diberikan sebagai persembahan kepada kaum miskin.  St. Eugenius pernah terlihat memberikan jaketnya kepada seorang anak pemantik arang yang tidak memiliki jaket.  Saat ditegur karena perbuatannya itu tidak semestinya dilakukan oleh seorang bangsawan, St. Eugenius menjawab dengan sukacita: “Memangnya kenapa?  Saya akan menjadi Presiden Pemantik Arang!”

Karakter St. Eugenius de Mazenod:

Saat baru mulai dapat berbicara, ia menunjukkan kekuatan karakter yang jarang dimiliki oleh anak seusianya.  Hal ini membuat kakek dari keluarga ibunya sangat menyayangi St. Eugenius.  Ia tak pernah memperoleh sesuatu dari hasil menangis.  Sebelum ia belajar bagaimana seseorang harus bersikap jika menginginkan sesuatu, di tahun-tahun awal ketika anak-anak mendapatkan sesuatu justru dari hasil mereka menangis/merengek-rengek, St. Eugenius akan berkata dengan sedikit angkuh: “Saya ingin itu...”

Pada suatu hari, Eugenius pergi ke rumah seorang pengacara dan terkejut karena tidak ada perapian di rumah itu.  “Kenapa?” tanyanya kepada keluarga itu, “Engkau tidak memiliki perapian meski sekarang ini sungguh-sungguh dingin?” Nyonya rumah menjawab, sedikit bercanda, kepada anak yang belum lagi berusia 6 tahun itu: “Karena kami miskin dan kayu bakar adalah sesuatu yang mahal.” Eugenius berpamitan dan pulang.  Satu jam kemudian, ia mendorong kereta kecil dengan susah payah, kereta yang penuh dengan ranting-ranting pohon, ke depan pintu rumah si pengacara yang tidak memiliki perapian di rumahnya tadi.  “Sekarang, terimalah yang dapat membuat kalian hangat.” Dapat kita bayangkan, betapa terharunya keluarga itu menerima kebaikan hati seorang anak kecil.  Kejadian ini terus diceritakan oleh keluarga pengacara itu dengan keharuan mendalam, bahkan setelah 30 tahun peristiwa itu berlalu.....

(Penulis: Pastor Henricus Asodo, OMI, dari presentasi slide animasi Bapa Pendiri OMI "St. Eugenius de Mazenod", Aix-en-Provence, Perancis)

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.