HATI SELUAS DUNIA (6) - Perpisahan Orangtua

Artikel - Warisan Oblat

“Pada tahun yang sama dengan tahun kematian kakek pamanku, tahun 1795, pertama-tama bibiku, Marquise Dedons dan puteranya, dan sedikit kemudian disusul ibuku dan adiku, meninggalkan Venice kembali ke Perancis.”

Lalu perpisahan kedua orangtuanya.

Sejak saat itu, St. Eugenius hidup dikelilingi hanya oleh “laki-laki dewasa”.

St. Eugenius memiliki watak yang khusus.  Kebiasaan tinggal bersama orang-orang intelektual dan terhormat, tanpa sedikit pun kesempatan bertemu dengan seorang anak pun, juga tidak belajar humor-humor kekonyolan dunia, membentuknya menjadi seorang yang serius dan berpikir akan derajat yang tinggi.  St. Eugenius berhutang pada pembentukan yang demikian yang justru menjaga seluruh hidupnya dari segala kelemahan yang biasanya ada pada kaum muda.   Jiwanya begitu tersusupi oleh cinta akan kebajikan-kebajikan tertentu hingga ia terlalu menjaga jarak dengan kaum hawa.  Pembentukan karakter demikian yang kuat dalam tahun-tahun pertamanya telah melindungi St. Eugenius dari kesalahan-kesalahan yang biasanya dibanggakan oleh kaum muda di dunia ini, juga dari kebebasan yang lebih besar dan tak terbatasnya pertunjukan-pertunjukan yang menggoda yang akan ditemuinya dalam perjalanan hidup selanjutnya yang mungkinkannya tersesat.

 

 

(Penulis: Pastor Henricus Asodo, OMI, dari presentasi slide animasi Bapa Pendiri OMI "St. Eugenius de Mazenod", Aix-en-Provence, Perancis)

 

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.