HATI SELUAS DUNIA (9) - Diungsikan Lagi

Artikel - Warisan Oblat

Rumah Peristirahatan Keluarga de Mazenod di St. Laurent du Verdon

 

Pada 24 Oktober 1802, St. Eugenius de Mazenod tiba di Marseilles setelah 11 tahun hidup dalam pengungsian.

Kekecewaan menantinya!  Akibat salah pengertian, tidak ada seorang pun yang menjemputnya di pelabuhan.  Ia mencari ibunya di dalam kerumunan orang banyak, namun tak menemukannya.

Lalu, empat hari setelah tiba di Aix, ia harus kembali berpisah dengan keluarganya, mengungsi ke puri keluarga di St. Laurent du Verdon untuk menghindari wajib militer dengan bayaran yang lebih rendah dari kota Aix.

Karena bosan tinggal di puri di kampung nan sepi, ia menulis kepada ayahnya:  “Di usiaku yang 21 tahun, aku melihat diriku sebagai orang yang paling tua di seluruh dunia.” (Surat kepada ayahnya, 1 Agustus 1803)

 

Lima bulan kemudian, ia kembali ke Aix. Ia mencicipi segala kenikmatan yang ditawarkan oleh kota  Aix.

Tetapi Eugenius de Mazenod cepat sekali jenuh akan kesia-siaan dunia – kesenangan yang tak ada maknanya, orang-orang yang egois dan penuh perhitungan, penuh kecemburuan, berpikiran sempit – Kesemuanya itu berbenturan dengan hatinya yang peka, penuh integritas dan kemurah-hatian.

Ia berpikir untuk kembali ke Sisilia.

 

St. Eugenius de Mazenod mencicipi segala kenikmatan yang ditawarkan Kota Aix.

 

(Penulis: Pastor Henricus Asodo, OMI, dari presentasi slide animasi Bapa Pendiri OMI "St. Eugenius de Mazenod", Aix-en-Provence, Perancis)

 

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.