Pesan Terakhir

Artikel - Ragam Peristiwa

Ditulis oleh Administrator Jumat, 17 May 2013 01:03

Kepada Para Saudara Oblat,

Setelah mencapai akhir dari Rapat Antar-Kapitel (Interchapter) 2013 di Bangkok, kami ingin berbagi bersama Anda dalam segala kesederhanaan, sedikit dari pengalaman kami berkumpul selama 2 minggu dan memberitahukan kepada Anda beberapa buah dari pertimbangan-pertimbangan kami. Secara formal, Rapat Interchapter sudah tentu merupakan titik tengah fokal antara 2 Kapitel Umum (berdasarkan Aturan No. 128), tetapi ternyata lebih dari yang ditulis tersebut. Seperti yang kami alami di sini, pertemuan antar Oblat adalah waktu yang selalu penuh kekuatan dan sukacita, persaudaraan, doa dan refleksi; waktu untuk juga mengalami kekayaan Kongregasi, kehidupan dan komitmen misionaris sedunia. Dan bahkan jika arus informasi dan intervensi terkadang membuat kami kewalahan dan mencegah dialog lebih mendalam di antara kami, kami meninggalkan rapat dengan bahagia dan tersemangati dalam pelayanan kepemimpinan dan wewenang kami di antara Anda.

Semangat apa yang kami ikuti? Mendengarkan supaya dapat lebih dapat membedakan (discern). Mendengarkan dengan penuh perhatian, sebuah tahap yang diperlukan untuk pembedaan (discernment), memenuhi banyak dari waktu kami: mendengarkan Tuhan dan FirmanNya; mendengarkan laporan-laporan dari Regio-Regio; beragam intervensi; untuk persaudaraan kami; mendengarkan apa yang terjadi di Kongregasi dalam menjawal panggilan-panggilan kepada pertobatan dari Kapitel Umum yang terakhir. Mendengarkan membantu kami untuk menemukan atau mengingat kembali berbagai konteks misi hari ini dan kebutuhannya: masyarakat sekular tempat orang-orang Kristiani hanyalah satu suara di antara suara-suara lainnya; berbagai situasi ketidak-adilan dan kekerasan, penderitaan dan keputus-asaan; tetapi juga dunia yang haus akan cinta, keadilan, dan kebenaran yang terus berkembang. Dari keberagaman konteks inilah kami bertanya pada diri kami: Manusia macam apa yang diperlukan dan harus dibentuk oleh para Oblat supaya dapat menjadi misionaris dalam dunia yang sedemikian ini?

 

RIP Pastor Yohanes Kevin Casey, OMI

Artikel - Ragam Peristiwa

Ditulis oleh Administrator Kamis, 16 May 2013 23:08

Pastor Yohanes Kevin Carey, OMI

Beristirahatlah Dalam Damai



Saat para Oblat Provinsi Indonesia tengah sibuk mempersiapkan diri menyongsong usia 20 tahun OMI Provinsi Indonesia, berita duka datang dari Paroki St. Stephanus, Cilacap, Jawa Tengah.

Telah berpulang dalam damai, Pastor John Kevin Casey, OMI (Pastor Yohanes), Rabu, 15 Mei 2013, pkl. 00.15 WIB di Cilacap, dalam usia 77 tahun, karena sakit.

Jenazah disemayamkan di Paroki St. Stephanus Cilacap, Rabu-Kamis, 15-16 Mei 2013. Pada Kamis, 16 Mei 2013, jenazah akan diberangkatkan ke Banyumas, disemayamkan semalam di Paroki Sta. Maria Imakulata, Banyumas. Pemakaman akan diselenggarakan Jumat, 17 Mei 2013, di kompleks pemakaman Kaliori, Jawa Tengah.

Pastor Yohanes lahir di Colac, sebuah kota kecil di sebelah barat negara bagian Victoria, Australia, 10 Juni 1936 dari pasangan Bapak John Joseph Casey dan Ibu Eileen Mary. Beliau mempunya seorang adik. Sekolah dasar ditamatkannya di Colac, kemudian Beliau melanjutkan dengan masuk Seminari Menengah St. Yoseph di Geelong, kota kedua terbesar di negara bagian Victoria, Australia. Awalnya, Beliau ingin menjadi Imam Diosesan, tetapi berubah pikiran setelah bertemu dengan seorang Oblat yang datang ke Parokinya untuk berkhotbah dan memberikan informasi tentang OMI. Pada tahun 1955, Beliau masuk Novisiat OMI di Sorrento, Australia, lalu dikirim ke Cedara, Natal, Afrika Selatan, untuk belajar Filsafat dan Teologi.

 

 

Laporan Pastor Jenderal

Artikel - Ragam Peristiwa

Ditulis oleh Administrator Rabu, 08 May 2013 14:53

 

Minggu, 28 April adalah waktu untuk istirahat bagi seluruh peserta Rapat Antar-Kapitel (Interchapter) yang sedang dilaksanakan di Bangkok, Thailand saat ini. Inilah kesempatan untuk mengunjungi beberapa tempat penting di Thailand dan untuk mempelajari sedikit kebudayaan dan sejarah dari negara ini.

Senin, 29 April diperuntukkan bagi mendengarkan laporan dari Pastor Jenderal kepada peserta Rapat Antar-Kapitel. Sebetulnya, Pastor Jenderal tekankan pada kata “presentasi” bukan “laporan”, karena Beliau mau berbagi kepada para peserta rapat beberapa pemikiran yang telah Beliau kembangkan selama 3 tahun menjadi Superior Jenderal.

Pertama-tama, Beliau menunjukkan penghargaannya kepada kerja dari Superior-Superior di dalam Kongregasi, karya yang diselesaikan dengan dedikasi dan kemurahan hati meski banyak tantangan yang harus dihadapi.

 

Edisi Baru Buku Konstitusi dan Aturan Hidup

Artikel - Ragam Peristiwa

Ditulis oleh Administrator Jumat, 03 May 2013 23:48

 

Jumat, 26 April, adalah hari rekoleksi bagi para peserta Rapat Antar-Kapitel (Interchapter). Dalam kehadiran Tuhan, para peserta melanjutkan berefleksi tema Interchapter: “Misionaris Oblat: Manusia Macam Apa?” Pastor Francis Nallappan, OMI membantu lewat 2 pembicaraannya yang memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. Beliau melihat Oblat dari sudut internal dan eksternal.

Pembicaraan pertama “Seorang Rahib di Tengah Pasar,” menekankan pentingnya bagi para Oblat untuk memiliki pengalaman mendalam dengan Tuhan; sedangkan pembicaraan kedua yang berjudul “Misionaris dalam Persekutuan Dialogis” mengundang para peserta rapat untuk menemukan wajah baru dari Tuhan dalam dialog dengan sesama kita dari berbagai agama/kepercayaan, berbagai kebudayaan dan kaum miskin dengan banyak wajah.

Di sore harinya, edisi baru dari buku Konstitusi dan Aturan Hidup diserahkan kepada setiap Oblat yang hadir dalam Rapat Antar-Kapitel ini dalam Ibadat Komunitas yang sederhana tetapi sungguh menyentuh hati yang disiapkan oleh Pastor Alfredo Ferretti, OMI. Berawal di ruang rapat dengan pendahuluan dari Pastor Jenderal yang menegaskan bahwa bagi para Oblat, Konstitusi dan Aturan Hidup bukanlah hukum kaku, tetapi aturan hidup yang berkata kepada kita semua siapa kita sekarang di hadapan Tuhan, Gereja, dan dunia. Dalam konteks bersyukur dan memuji Tuhan, para peserta rapat berprosesi ke arah Kapel. Setelah mendengarkan Firman Tuhan dan kata-kata Bapa Pendiri, St. Eugenius de Mazenod, para peserta rapat menerima dari Pastor Jenderal edisi baru dari buku Konstitusi dan Aturan Hidup yang memuat perubahan-perubahan yang dibuat dalam 2 Kapitel Umum terakhir. Inilah saat untuk memperbaharui komitmen, menghidupi Konstitusi dan Aturan Hidup dalam hidup dan karya para Oblat.

 

 

Trihari Suci di Pedalaman Kalimantan Timur

Artikel - Ragam Peristiwa

Ditulis oleh Administrator Kamis, 02 May 2013 01:17


Trihari Suci tahun ini menjadi pengalaman sukacita tersendiri untuk saya yang belum setahun ditahbiskan sebagai Imam Kristus, karena saya diperbantukan ke Paroki St. Yohanes, Pulau Sapi, Kalimantan Timur.

Bersama Pastor Natalino Belingheri, OMI, kami merayakanTrihari Suci di hutan yang tak ada sinyal komunikasi telepon.   Pada Jumat Agung, kami membuat Ibadat Jalan Salib dengan berkeliling kampung selama hampir 2 jam di bawah terik matahari Katulistiwa.  Beberapa umat secara bergilir memikul salib dari kayu ulin yang sangat berat. Tapi syukurlah kalau semua peserta memiliki fisik yang kuat sehingga Ibadat berjalan dengan lancar.

 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya212223242526272829SelanjutnyaAkhir»

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.