Mohon Doa Keselamatan Romo Toni, OMI

Artikel - Ragam Peristiwa

Ditulis oleh Administrator Rabu, 22 Agustus 2012 11:04

Komunitas Oblat Maria Imakulata Provinsi Indonesia memohon doa dari kita semua untuk Romo Antonio Bocchi, OMI yang masih mengalami koma paska operasi jantung di Italia.


Romo Toni – begitu Beliau disapa – adalah salah satu dari 7 Oblat asal Italia yang datang ke Indonesia dan berkarya di Keuskupan Samarinda di tahun 1977. Sejak menginjakkan kaki di bumi Nusantara hingga sekarang, Romo Toni berkarya di Kalimantan.

Romo Toni mengalami serangan jantung tahun lalu dan sempat dibawa ke Jakarta untuk menjalani pengobatan. Pada 17 Agustus 2012, Romo Toni menjalani operasi by-pass di kota Novara, Italia. Sesaat sebelum operasi dilakukan, Romo Toni kembali mengalami serangan jantung. Para dokter berhasil mengatasi keadaan dan tetap menjalankan operasi lewat punggung. Selesai operasi, dokter mengistirahatkan jantung Romo Toni, mengganti fungsinya dengan alat-alat.

Mari bersama kita doakan Romo Toni. Semoga Allah Tritunggal Mahakudus memberikan yang terbaik seturut dengan kehendakNya Bunda Maria, lindungilah Romo Toni.
 

Setia Menyiapkan Calon Oblat Selama 30 Tahun

Artikel - Ragam Peristiwa

Ditulis oleh Administrator Minggu, 29 Juli 2012 14:23

Para Oblat Delegasi Australia yang berkarya di Pulau Jawa sejak tahun 1971 melihat adanya peluang dan minat dari para pemuda asli Indonesia untuk menjadi Misionaris OMI.  Pada tahun 1980, ada 8 pemuda Indonesia yang mencatatkan diri sebagai calon Oblat.  Mereka tinggal dan belajar filsafat di Seminari Tinggi St. Paulus, Kentungan, Yogyakarta.  Pada tahun 1981, dicapai kesepakatan untuk mendirikan sebuah rumah pendidikan bagi para calon Oblat di Indonesia dan dipilihlah kota Yogyakarta.  Maka dimulailah segala persiapan untuk mendirikan rumah untuk Pendidikan.

 

Kaul Pertama 4 Skolastik Baru

Artikel - Ragam Peristiwa

Ditulis oleh Administrator Rabu, 25 Juli 2012 22:31

Setelah selesai mencicipi pengalaman berkomunitas ke bagian barat dan timur Pulau Kalimantan dan menjalani masa pendalaman “electio” untuk memantapkan pilihan religiusnya, 4 Novis Kanonik kemudian mengikuti retret persiapan pengikraran Kaul Pertama.

 

Oblat Indonesia Ke-31 Ditahbiskan

Artikel - Ragam Peristiwa

Ditulis oleh Administrator Rabu, 25 Juli 2012 22:16

Pada Senin, 09 Juli 2012, pkl. 17.00, bertempat di Paroki Santa Maria Imakulata, Tarakan, Kalimantan Timur, Bapa Uskup Tanjung Selor, Mgr. Yustinus T. Harjasusanta, MSF, memberikan Tahbisan Imamat kepada Diakon Aloysius Wahyu Nugroho, OMI – Oblat asli Indonesia ke-31 yang lahir di Bandungan, 28 Mei 1984.

 

Menyongsong Tahbisan Imamat Oblat Indonesia Ke-31

Artikel - Ragam Peristiwa

Ditulis oleh Administrator Rabu, 27 Juni 2012 13:07

Pada Senin, 09 Juli 2012, bertempat di Paroki Santa Maria Imakulata, Tarakan, Kalimantan Timur, Bapa Uskup Tanjung Selor, Mgr. Yustinus T. Harjasusanta, MSF, akan memberikan tahbisan imamat kepada Diakon Aloysius Wahyu Nugroho, OMI – Oblat asli Indonesia ke-31 yang lahir di Bandungan, 28 Mei 1984.

Setelah menamatkan pendidikan di Seminari Menengah St. Petrus Canisius, Mertoyudan, Magelang, Diakon Wahyu memilih bergabung dengan para Misionaris Oblat Maria Imakualta (OMI) dan memulai masa pendidikannya sebagai calon Oblat di Novisiat Beato Joseph Gerard, Blotan, Yogyakarta, tahun 2003-2005. Kaul Pertama dalam Kongregasi diikrarkan pada 14 Agustus 2005 di Yogyakarta yang diteruskan dengan mulai menjalani masa studi Filsafat dan Teologi di Fakultas Teologi Wedabhakti (FTW), Yogyakarta.

Setelah selesai studi S1 Filsafat dan Teologi pada tahun 2008, Diakon Wahyu diutus ke Paroki St. Petrus dan Andreas, Sepauk, Keuskupan Sintang, Kalimantan Barat, untuk menjalani Tahun Orientasi Pastoral (TOP) selama 9 bulan. Kembali ke Yogyakarta pada tahun 2009, Diakon Wahyu melanjutkan studi S2 Teologi di Universitas Sanata Dharma. Kaul Kekal diikrarkannya pada 21 Mei 2011 di Kapel St. Eugenius de Mazenod, Paroki Cilacap, Jawa Tengah. Tahbisan Diakonat diterimanya dari Uskup Agung Semarang, Mgr. Johanes Pujasumarta, pada 28 Januari 20 12 di Kapel Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan, Yogyakarta. Masa diakonat dijalankannya di Seminari Tinggi OMI Yogyakarta sambil menyelesaikan tugas akhir studi.
 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

«MulaiSebelumnya212223242526272829SelanjutnyaAkhir»

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.