RIP Pastor Jean-Pierre Meichel, OMI

Artikel - Ragam Peristiwa

OMI

Saudara kita, Jean-Pierre Meichel

Telah berpulang ke Rumah Bapa

pada 16 Januari 2013 di usia 76 tahun

 

Pastor Jean-Pierre Meichel, OMI lahir pada 30 Maret 1936 di kota Mulhouse (PerancisTimur). Beliau dibersarkan di tengah empat saudari dan saudara: Melania, saudarinya, dan dua saudara bernama Camille dan Philibert yang kemudian masuk Kongregasi Marianis dan sekarang ini tinggal di Pantai Gading (Afrika) untuk masa pensiunnya.

Masih muda, Jean-Pierre berkenalan dengan para Misionaris OMI berkat seorang guru SD, Ibu Golle, yang menjadi pelindung baginya. Kemudian Jean-Pierre masuk dan belajar di Sekolah Apostolik di Augny sampai tahun 1955, yaitu ketika Beliau masuk Novisiat OMI di La Brosse Montceaux.

Jean-Pierre mengikrarkan Kaul Pertamanya pada 08 September 1956 dan masuk Skolastikat OMI di Solignac (dekat kota Limoges, Perancis). Beliau tinggal di Seminari Tinggi ini sampai tahun 1964 kecuali selama 2 tahun yaitu pada 1959-1961 Beliau menjalankan masa wajib militernya di tengah konflik di Aljazair. Pada 19 Maret 1964, Beliau menerima Tahbisan Imamatnya di Augny bersama 3 konfrater Provinsi OMI Perancis Timur.

Pada tahun yang sama, Beliau menerima surat penugasannya yang pertama untuk misi di Laos dan tinggal di sana sampai tahun 1976. Pada tahun itulah Pastor Jean-Pierre terpaksa meninggalkan tempat misinya bersama semua Misionaris yang lain. Setelah beberapa bulan di Perancis, Beliau berangkat lagi menuju misi di Indonesia, khususnya di Pulau Kalimantan dan kemudian di Ibukota Jakarta. Misi di Indonesia ini membekas secara mendalam bagi hidupnya selanjutnya : Pastor Jean-Pierre kehilangan satu mata. Beliau meninggalkan Indonesia dan berkarya di Keuskupan Metz dan kemudian di Keuskupan Strasbourg.  Di sana Beliau ikut menangani tempat ziarah Bunda Maria di Neunkirch selama 2 tahun. Kemudian,  oleh karena menurunnya kesehatan dirinya, Beliau menjadi anggota komunitas OMI di Strasbourg, dan pada tahun 2009 pindah ke Grafenbourg (Brumath), ke sebuah rumah jompo di sana. Di tempat inilah Pastor Jean-Pierre berpulang ke RumahBapa pada 16 Januari yang lalu.

Keinginan yang paling mendalam untuk memperkenalkan Kristus dan menyebarkan Kabar GembiraNya adalah hal yang menjiwai seluruh hidup Pastor Jean-Pierre. Sesuatu yang dapat diringkas dengan 2 kata : ‘’kedekatan’’ dan ‘’kesederhanaan’’ dalam relasinya dengan orang-orang yang dijumpainya baik di Laos dan di Indonesia, di dalam hidupnya yang penuh aktivitas maupun selama masa pensiunnya.  Jelaslah bahwa orang-orang dari Suku Dayak Indonesia yang paling membekas di lubuk hati Pastor Jean-Pierre.  Beberapa bulan sebelum wafat Pastor Jean-Pierre Jardine (11 tahun yang lalu) - temannya yang akrab sejak Sekolah Apostolik di Augny - Pastor Jean-Pierre mempunyai rencana pergi menengok untuk terakhir kalinya tanah misinya yang tercinta di Pulau Kalimantan dan Ibukota Jakarta, namun karena kondisi kesehatannya, Pastor Jardine tidak mengizinkannya.

‘’Hai hambaKu yang baik dan setia, … Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan Tuanmu. ‘’(Mat 25:21)

Almarhum Pastor Jean-Pierre Meichel, OMI dikebumikan pada  21 Januari 2013 di Neunkirch, di tempat pemakaman para Misionaris OMI.

(Diterjemahkan secara bebas oleh Pastor Bernard Keradec, OMI dari Obituari Pastor Jean-Pierre Meichel, OMI yang diterbitkan di Perancis)

Catatan tambahan:

Pastor Jean-Pierre Meichel, OMI adalah anggota kelompok Oblat Perancis pertama yang datang ke Indonesia. Kelompok ini mendarat di Jakarta pada 29 Januari 1977 dan memulai karya misi mereka di Keuskupan Sintang sejak bulan Agustus 1977, setelah terlebih dahulu belajar Bahasa Indonesia di Bandung untuk beberapa waktu lamanya.

Pada tahun 1994-1998, Pastor Jean-Pierre Meichel, OMI diutus ke Jakarta untuk menjadi Pastor Rekan di Paroki Trinitas, Cengkareng.  Pada masa karyanya ini, Pastor Jean-Pierre berhasil membuat pemetaan wilayah Paroki Trinitas, Cengkareng secara tepat.

RIP, Pastor Jean-Pierre Meichel, OMI.  Terima kasih atas karya pelayanan Pastor Jean-Pierre yang tak pernah kenal lelah bagi Gerejanya di bumi Indonesia. (Tim Website OMI Indonesia)

 

Para Oblat Perancis pertama yang datang ke Indonesia di tahun 1977

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.