Konferensi AOFC 2013

Artikel - Ragam Peristiwa

Para formator dari Unit Oblat Regio Asia-Oceania berkumpul bersama di Manila dan Cotabato City untuk menghadiri Konferensi Dua-Tahunan dari Para Formator Asia-Oceania pada 13-19 Januari 2013. Para peserta Konferensi adalah para formator dari Australia, Bangladesh, Hong Kong/Cina, India, Indonesia, Jepang, Korea, Sri Lanka, Thailand-Laos, dan Vietnam serta Filipina sebagai Tuan Rumah. Tema yang diusung tahun ini adalah “Konteks Kepemudaan Masa Kini” (Formasi Kontekstual), dengan tujuan:
(1) Menyediakan sebuah forum yang mendengarkan, berbicara dan bertukar pikiran sesuai dengan tema yang diangkat;
(2) Melihat dan menyadari spiritualitas, nilai-nilai, sikap dan kepentingan kaum muda zaman sekarang;
(3) Mampu untuk meninjau kembali program formasi yang sekarang ini dan membuka kemungkinan-kemungkinan yang dihadapi dalam konteks kepemudaan;
(4) Memperkuat ikatan persaudaraan di antara para formator Asia-Oceania;
(5) Sedikit melihat konteks formasi di Provinsi Filipina;
(6) Memperjelas masalah-masalah dan keprihatinan-keprihatinan dari para formator Asia-Oceania.

Seluruh peserta kemudian terbang ke Cotabato City untuk mengunjungi Rumah Formasi yang terletak di Tamontaka dan Juniorat di Universitas Notre-Dame.

Pembicara pada Sesi Cotabato adalah Bapa Uskup Agung Orlando Quevedo, OMI. Beliau berbicara tentang “Tantangan-Tantangan Formasi dalam Konteks Masa Sekarang”. Bapa Uskup Agung Quevedo kemudian merayakan Ekaristi Kudus dan mengakhiri sesinya dengan makan bersama. Pembicara di sesi siang hari adalah Pastor Jun Mercado yang mengangkat tentang formasi dalam realitas social-politik konkrit seperti pada Perjanjian Perdamaian yang baru saja terjadi. Sidang Pleno diselenggarakan setiap selesai sesi.

Rapat Umum diselenggarakan di hari selanjutnya. Agenda Rapat meliputi:
(1) Arahan-arahan dan keprihatinan-keprihatinan baru dari Komite Umum Formasi tentang oblatologi, pembentukan dan pembinaan formator, persiapan umum untuk kaul kekal dan internasionalitas. Pastor Francis Zabala, OMI menjadi Presenter-nya;
(2) Skolastikat Oblat Internasional di Manila – sebuah tinjauan dan keadaan terkini yang dibawakan oleh Pastor Mon Bernabe, OMI;
(3) Masalah-masalah seputar pembentukan dan pembinaan formator, tantangan-tantangan sebagai formator, formasi bagi para Bruder dan keprihatinan-keprihatinan yang datang dari Komite Umum Formasi – dibawakan oleh Pastor Paul Mariampillai, OMI.

Pada siang harinya, seluruh peserta diajak mengunjungi Perguruan Tinggi Notre Dame Midsayap dengan mendapat sambutan dari Pastor Rogelio Tabuada, OMI, staff administrasi, fakultas, dan seluruh mahasiswa. Rombongan dihibur dengan lagu-lagu dan tarian-tarian yang dibawakan oleh para mahasiswa, kemudian dilanjutkan dengan makan ringan bersama. Rombongan kemudian menuju Paroki Santo Nino untuk berkonselebrasi bersama dalam Misa Novena Santo Nino. Rombongan disambut hangat oleh Pastor Zalde Orola, OMI, Pastor Jerry Villas, OMI, dan umat Paroki dengan makan malam yang luar biasa. (Ditulis oleh Bruder Noel Garcia, OMI, www.omiphil.org)

(Diterjemahkan secara bebas oleh Tim Website OMI Indonesia dari www.omiworld.org)

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.