Edisi Baru Buku Konstitusi dan Aturan Hidup

Artikel - Ragam Peristiwa

 

Jumat, 26 April, adalah hari rekoleksi bagi para peserta Rapat Antar-Kapitel (Interchapter). Dalam kehadiran Tuhan, para peserta melanjutkan berefleksi tema Interchapter: “Misionaris Oblat: Manusia Macam Apa?” Pastor Francis Nallappan, OMI membantu lewat 2 pembicaraannya yang memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. Beliau melihat Oblat dari sudut internal dan eksternal.

Pembicaraan pertama “Seorang Rahib di Tengah Pasar,” menekankan pentingnya bagi para Oblat untuk memiliki pengalaman mendalam dengan Tuhan; sedangkan pembicaraan kedua yang berjudul “Misionaris dalam Persekutuan Dialogis” mengundang para peserta rapat untuk menemukan wajah baru dari Tuhan dalam dialog dengan sesama kita dari berbagai agama/kepercayaan, berbagai kebudayaan dan kaum miskin dengan banyak wajah.

Di sore harinya, edisi baru dari buku Konstitusi dan Aturan Hidup diserahkan kepada setiap Oblat yang hadir dalam Rapat Antar-Kapitel ini dalam Ibadat Komunitas yang sederhana tetapi sungguh menyentuh hati yang disiapkan oleh Pastor Alfredo Ferretti, OMI. Berawal di ruang rapat dengan pendahuluan dari Pastor Jenderal yang menegaskan bahwa bagi para Oblat, Konstitusi dan Aturan Hidup bukanlah hukum kaku, tetapi aturan hidup yang berkata kepada kita semua siapa kita sekarang di hadapan Tuhan, Gereja, dan dunia. Dalam konteks bersyukur dan memuji Tuhan, para peserta rapat berprosesi ke arah Kapel. Setelah mendengarkan Firman Tuhan dan kata-kata Bapa Pendiri, St. Eugenius de Mazenod, para peserta rapat menerima dari Pastor Jenderal edisi baru dari buku Konstitusi dan Aturan Hidup yang memuat perubahan-perubahan yang dibuat dalam 2 Kapitel Umum terakhir. Inilah saat untuk memperbaharui komitmen, menghidupi Konstitusi dan Aturan Hidup dalam hidup dan karya para Oblat.

 

Pada 27 April, para peserta rapat mendengarkan Pastor Oswald Firth, OMI dan Pastor Paolo Archiati, OMI yang dalam sudut pandang yang berbeda membuat sintesis dari hasil Rapat Antar-Kapitel yang telah berjalan selama 1 minggu. Pastor Oswald, dalam konteks identitas para Oblat, memakai perangkat manajerial untuk membantu para peserta rapat memadukan antara tantangan-tantangan dengan kemampuan-kemampuan yang telah didiskusikan beberapa hari sebelumnya, khususnya yang menyangkut kehidupan komunitas, misi, dan formasi. Proses ini dapat membantu secara praktis mewujudnyatakan pokok-pokok hasil berbagi bersama.

 

Pastor Paolo, dengan menggunakan berbagai gambar, menyatukan ide-ide yang terkumpul dari hasil berbagi bersama seputar identitas para Oblat yang berhubungan dengan Yesus Kristus dan St. Eugenius de Mazenod. Menukil Homili dari Paus Fransiskus pada pesta namanya, Beliau menekankan bahwa kehidupan yang keluar dari identitas kita sendiri tidak dapat dipisahkan dari rasa memiliki. Kedua pemaparan ini dilanjutkan dengan berbagi bersama pandangan-pandangan dan reaksi-reaksi di antara para peserta rapat. (Pastor Claudio Bertuccio, OMI/diterjemahkan secara bebas oleh Tim Website OMI Indonesia dari Oblate Communications, www.omiworld.org)

 

 

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.