Laporan Pastor Jenderal

Artikel - Ragam Peristiwa

 

Minggu, 28 April adalah waktu untuk istirahat bagi seluruh peserta Rapat Antar-Kapitel (Interchapter) yang sedang dilaksanakan di Bangkok, Thailand saat ini. Inilah kesempatan untuk mengunjungi beberapa tempat penting di Thailand dan untuk mempelajari sedikit kebudayaan dan sejarah dari negara ini.

Senin, 29 April diperuntukkan bagi mendengarkan laporan dari Pastor Jenderal kepada peserta Rapat Antar-Kapitel. Sebetulnya, Pastor Jenderal tekankan pada kata “presentasi” bukan “laporan”, karena Beliau mau berbagi kepada para peserta rapat beberapa pemikiran yang telah Beliau kembangkan selama 3 tahun menjadi Superior Jenderal.

Pertama-tama, Beliau menunjukkan penghargaannya kepada kerja dari Superior-Superior di dalam Kongregasi, karya yang diselesaikan dengan dedikasi dan kemurahan hati meski banyak tantangan yang harus dihadapi.

Setelah berbagi tentang begitu banyak tanda harapan yang Beliau lihat di dalam Kongregasi kita, Beliau membagikan juga apa yang dilihatnya sebagai “kerja yang belum selesai” dalam terang panggilan untuk pertobatan pribadi dan komunitas yang mendalam kepada Yesus Kristus di tiap-tiap dari 5 dimensi Kapitel. Mengenai hidup komunitas, Beliau tekankan bahwa keseluruhan dimensi hidup kita sebagai orang-orang berkaul ada dalam resiko dan panggilan untuk pertobatan – pribadi maupun komunitas – adalah sangat urgen. Sambil menganalisa tiap-tiap kaul, Pastor Jenderal memperlihatkan tantangan-tantangan yang kita hadapi dalam menghidupi kaul-kaul tersebut. Beliau menunjukkan bahwa seringnya kehidupan kita dalam iman terkikis oleh keaktifitasan dan komunitas apostolik kita dikompromikan. Beliau menyimpulkan poin ini dengan pernyataan keras: “Saya percaya bahwa inilah salah satu alasan panggilan sebagai Bruder Oblat melemah di antara kita dan kadang-kadang kita sepertinya tidak peduli mengenai hal ini karena kita kehilangan rasa apa artinya menjadi orang-orang yang ditahbiskan yang hidupnya berdasarkan kaul-kaul Injili, di atas kehidupan iman dan komunitas apostolik. Kita mengambil resiko mengurangi (jumlah panggilan menjadi Bruder Oblat) untuk sebuah asosiasi imam.”

Berbicara tentang misi Oblat, Pastor Jenderal menekankan bahwa kita perlu untuk meneruskan kearifan (discernment) komunitas atas komitmen misionaris, mewartakan Yesus Kristus dalam persatuan dengan Gereja dan mencintai Gereja dengan sungguh. Komitmen kepada pewartaan perdamaian, keadilan, dan integritas ciptaan adalah elemen konstitutif dari pewartaan Kabar Gembira kepada kaum miskin.

Mengenai pelayanan kepemimpinan, Pastor Jenderal menekankan pentingnya melanjutkan restrukturisasi, konsolidasi dari rumah-rumah formasi, administrasi yang baik, peduli panggilan menjadi Bruder Oblat, dan saling berbagi antar anggota di semua tingkat.

Mengenai formasi, Pastor Jenderal menyuarakan kebutuhan untuk bekerja lebih bagi formasi permanen dari seluruh anggota, dengan bekerja bersama di antara unit-unit, khususnya pada formasi tingkat pertama, dan juga persiapan cukup bagi para formator untuk karyanya.

Akhirnya, mengacu pada penataan keuangan, Beliau menekankan diperlukannya mempersiapkan para bendahara dan dengan bijaksana menunjuk para bendahara untuk menghadapi hari-hari sulit yang terbentang di depan kita.

Hampir seharian para peserta rapat berefleksi atas masukan-masukan Pastor Jenderal, baik dalam grup-grup kecil dan dalam sesi pleno. Intervensi dari Pastor Jenderal dirasa sebagai panggilan mendalam bagi para peserta rapat untuk memperbaharui komitmen kami pada pertobatan yang sejalan dengan undangan yang ditawarkan oleh Kapitel Umum.

Pada 30 April, di pagi hari kami pertama-tama mendengarkan panggilan-panggilan Kapitel untuk kepemimpinan yang dipresentasikan oleh Komite. Kami juga berbagi pengalaman dalam hal ini lewat grup-grup kecil. Bagian ini menjadi waktu persaudaraan dan peneguhan di antara para superior.

Para anggota Delegasi Thailand-Laos bergabung bersama kami untuk Perayaan Ekaristi dan makan siang bersama di tengah suasana komunitas persaudaraan.

Akhirnya, pada siang harinya kami diberikan informasi terkini tentang komunitas baru di Aix-en-Provence dan tentang Direktori dan Kebijakan Administrasi yang baru.

(Ditulis oleh Pastor Claudio Bertuccio, OMI di www.omiworld.org - Diterjemahkan secara bebas oleh Tim Website OMI Provinsi Indonesia)

 

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.