Inisiasi Pranovis 2015

Artikel - Ragam Peristiwa

“……mereka memikul tanggungjawab spesifik di hadapan Gereja dan Lembaga Hidup Bakti, seperti halnya para kandidat. (Konstitusi 51)

18 Juli 2015 di Novisiat Beato Joseph Gerard, Yogyakarta, berlangsung Inisiasi (upacara yang harus dijalani seseorang yang akan menjadi anggota suatu perkumpulan) Pranovis OMI tahun ajaran 2015 oleh 4 orang yang berniat untuk menjadi OMI.   Upacara dipimpin oleh Pastor Simon Heru Supriyanto, OMI bersama Tim Formator dan Provinsial OMI Indonesia.  Inisiasu Pranovis dilaksanakan dalam ritus Ibadat Harian, sangat sederhana, tetapi kesan yang ditinggalkan sangat mendalam!

Angkatan Pranovis OMI Indonesia yang ke-33 ini tergolong unik, karena ada 2 peserta yang sudah mempunyai pengalaman bekerja.  2 peserta lainnya baru saja lulus dari Seminari Menengah atau SMA.  Siapa saja mereka?  Berikut  biodata mereka :

Tarcizius Edtwin, berasal dari Solo, lahir 7 Oktober 1982, telah menyelesaikan jenjang Strata 1 (S1) Bahasa Inggris di Universitas Slamet Riyadi, Surakarta.  Pekerjaan terakhir Edtwin adalah Research and Development Staff di Samkotimber Indonesia.  Edtwin mencalonkan diri sebagai Bruder OMI dengan motivasi ingin menjadi berkembang di setiap aspek kehidupan dalam tahap pembinaan.

R. BintangTaruna, berasal dari Semarang, kelahiran 24 Oktober 1987. Pendidikan terakhir S1 Psikologi dari UNIKA Semarang.  Pekerjaan terakhir di Prime Resources Indonesia. Mencalonkan diri sebagai Imam OMI dengan motivasi mencari tahap kehidupan yang lebih tinggi dengan menyerahkan seluruh hidup untuk Tuhan.

Konstantinus Karaeng Tasik. Berasal dari Penajam – Kalimantan Timur, lahir 24 Maret 1997. Pendidikan terakhir Seminari Menengah Santo Yohanes Don BoscoSamarinda.   Mencalonkan diri sebagai Imam OMI dengan motivasi ingin melayani Tuhan lewat orang-orang miskin dan terlantar.

Abel Doni Pratama.  Berasal dari Cilacap, lahir 10 September 1997. Pendidikan terakhir di SMA Yos Sudarso Cilacap.  Mencalonkan diri sebagai Imam OMI dengan motivasi suka dengan jubah dan salib OMI.

Para Formator dan para Oblat telah mengajak dan mendampingi para Kandidat Pranovis dengan baik sebelum masuk masa pranovisiat dengan cara mengajak terlibat dalam kegiatan pastoral bersama seperti pelayanan umat (Choice, PPDM, SASEM, MisaUBK,dll) pelayanan orang miskin dan terlantar (misalnya di Kampung Laut - Cilacap, Dangkan Silat – Kalimantan Barat,  Yayasan Hellen Keller).  Kegiatan-kegiatan tersebut ditawarkan oleh muda-mudi (terutama kepada mereka yang memilki keinginan untuk menjadi biarawan) – dan orang-orang muda tersebut menerima dengan sukarela dan serius.

Para calon Pranovis juga diajak ke tanah misi yang berarti diajak untuk juga kenal dengan para Oblat.  Calon-calon yang sudah bekerja menerima tawaran tersebut, meluangkan waktu untuk saling kenal dengan OMI sejak 3 tahun yang lalu, dan ada juga yang sudah mengundurkan diri dari pekerjaan tetapnya 7 bulan sebelum penerimaan calon pranovis karena keseriusan untuk memilih bergabung bersama Kongregasi Missionaris Oblat Maria Imakulata (OMI). Sedangkan para calon yang baru saja lulus dari Sekolah Menengah Atas berasal dari Paroki OMI.

Kegiatan-kegiatan pengenalan akan OMI bertujuan untuk memastikan bahwa para kandidat yang terpanggil untuk menjadi imam telah juga jatuh cinta kepada Komunitas OMI.  Meski latar belakang para kandidat yang berbeda-beda, memiliki pengalaman yang berbeda-beda bersama para Oblat, kesemuanya dapat maju memilih OMI  dan diberi kesempatan untuk berjuang bersama di dalam Komunitas OMI.

(Penulis: R. Bintang Taruna, Pranovis Angkatan 33, Novisiat OMI "Beato Joseph Gerard", Blotan, Yogyakarta)

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.