OMI Membutuhkan Awam, Awam Membutuhkan OMI

Artikel - Ragam Peristiwa

Anggota Sahabat Seminari Distrik Balikpapan, Kalimantan Timur

 

Salah satu hal yang menonjol dari komunitas-komunitas OMI di manapun, baik di luar negeri maupun di dalam negeri, adalah kedekatannya dengan umat. Dan memang aspek hospitalitas, persaudaraan, hidup komunitas apostolik merupakan hal-hal yang dengan sendirinya terpancar dalam gaya hidup seorang Oblat berkat pengalaman dicintai, dikasihi, ditebus dan diselamatkan oleh Yesus Kristus yang Tersalib.

Kedekatan hati dengan umat ini pada akhirnya memungkinkan bentuk-bentuk kerjasama antara para misionaris OMI dan kaum awam. Semakin lama semakin disadari betapa OMI membutuhkan awam, dan sebaliknya pula awam membutuhkan OMI. Kesadaran ini sungguh amat sangat berharga dan diperlukan dalam menghidupi semangat misioner Gereja.

Dulu, di awal kisah perjalanan OMI di Indonesia, banyak para misionaris OMI datang ke Indonesia sekitar tahun 1970-an. Mereka adalah para imam yang berasal dari Australia, Perancis, dan Italia. Kehadiran dan karya mereka sungguh sangat berarti bagi pewartaan Injil. Di satu sisi suburnya sekularisme dan konsumerisme yang melahirkan semangat individualis, khususnya di negara-negara maju di bagian Barat, telah membuat jumlah orang-orang muda yang terpanggil mengikuti Tuhan di jalan khusus sebagai imam, bruder, dan suster pun semakin menipis. Demikian pula aliran dana dari luar negeri yang menopang terselenggaranya karya misi OMI di Indonesia makin menipis. Di sisi lain, situasi itu menjadi berkat bagi tumbuhnya suatu kesadaran yang makin meningkat di hati para misionaris OMI asal Indonesia, bahkan kesadaran ini makin dirasakan sebagai sebuah desakan kuat untuk mengusahakan panggilan-panggilan baru dan kecukupan finansial untuk menyelenggarakan pelayanan Gereja.

Di sinilah kaum awam makin lama makin berperanan dalam misi Gereja. Kaum awam yang selama ini dekat dengan para misionaris OMI, telah turut tergerak hatinya untuk melibatkan diri dalam karya kerasulan OMI, khususnya dalam karya formasi/pendidikan para calon imam/bruder OMI. Dukungan kaum awam terwujud dalam macam-macam wajah: doa bagi para OMI, kunjungan ke rumah-rumah pendidikan OMI, ambil bagian dalam pengajaran kelas mata pelajaran tertentu bagi novis OMI, juga sumbangan dana bagi pendidikan calon OMI.

 

Dari sekian banyak hal yang bisa disebut tadi, yang paling disyukuri adalah keberadaan SASEM OMI (Sahabat Seminari OMI). SASEM memberikan dukungannya secara khusus dalam hal finansial bagi pendidikan para (calon) misionaris OMI. Keterlibatan awam dalam SASEM semakin lama semakin meningkat. Dilihat dari jumlah keanggotaannya, per November 2015 ini anggota SASEM berjumlah 474 orang. Mereka ini ada yang merupakan umat dari Paroki-Paroki OMI berkarya, ada pula yang dari luar Paroki OMI. Sebagian besar berasal dari Jakarta, dan sebagian lain berasal dari Yogyakarta,  Cilacap, Purwokerto, Balikpapan – Kalimantan Timur, Tarakan – Kalimantan Utara, Sintang – Kalimantan Barat, dan bahkan pulau-pulau lain yang tidak ada karya OMI di sana.

Dalam rangka mengapresiasi dan mengembangkan relasi dengan kaum awam inilah pada 21 November 2015 yang lalu, Pastor Antonius Widiatmoko, OMI selaku Direktur Sahabat Seminar OMI menyapa para anggota SASEM Balikpapan di Gereja St. Petrus dan Paulus - Paroki Dahor, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Wajah-wajah ceria umat yang hadir, tegur sapa penuh rasa akrab, usulan dan sumbang saran dari kaum awam dalam dialog, sungguh membesarkan hati. Karya misi Gereja untuk menciptakan dunia yang lebih baik pastilah akan terus berlanjut, karena Roh Kudus senantiasa hadir dan berkarya dalam Gerejanya, dalam diri para misionaris OMI dan dalam diri kaum awamnya.

Terimakasih Bapak, Ibu, Saudari-Saudara semua yang telah mengambil bagian dalam karya kerasulan Gereja, khususnya dukungannya terhadap OMI! Tuhan memberkati kita semua.  Terpujilah Yesus Kristus dan Maria Imakulata.

 

(Kontributor/dokumentasi: Pastor Antonius Widiatmoko, OMI, Direktur Sahabat Seminari OMI/Rektor Seminari Tinggi OMI “Wisma de Mazenod”, Condongcatur, Yogyakarta)

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.