Abang Kuli Ekstra

Artikel - Ragam Peristiwa

Selama dua minggu aku menjalani masa probasi dengan bekerja sebagai buruh bangunan di tempat Pak Langgono di Berbah mulai dari tanggal 1-16 Oktober 2015. Aku bekerja mulai dari pagi pukul 08.00 hingga pukul 16.00, bila lembur biasanya sampai pukul 22.00. Selama bekerja, aku tinggal bersama dengan keluarga Pak Langgono.

Lewat bekerja, aku merenung dan mendapat pesan yang Tuhan  ingin sampaikan padaku yakni: Bersyukur, misionaris harus bisa bersyukur dalam segala hal, meskipun dalam keadaan yang sangat sulit sekalipun. Sebagai calon misionaris yang akan pergi ke tempat-tempat yang kurang terlayani, aku tidak boleh mengeluh. Aku menyadari dengan bersyukur, aku bisa semakin dekat dengan Tuhan, dan Tuhan semakin memberikan rahmat dan anugerahNya kepadaku.

Pantang menyerah, sebagai calon religius misionaris, tak ada kata menyerah, aku mulai mengerti bagaimana kerasnya hidup dan perjuangan saat bekerja. Dari situ aku belajar untuk pantang menyerah. Inti seorang misionaris ialah keselamatan jiwa-jiwa. Kelak aku akan diutus ke suatu tempat untuk mewartakan kabar gembira maka aku harus siap dan berjuang untuk menyelamatkan jiwa-jiwa, agar bisa terselamatkan, dan sama seperti yang dikatakan  Yesus, “Bertolak ke tempat yang dalam.”

Melayani, dengan bekerja aku semakin dekat dengan orang-orang miskin, dan dari mereka aku belajar untuk melayani dengan cara yang sederhana seperti membantu kerja, sharing dan mendorong serta menyemangati mereka saat kerja. (Pra-Novis Konstantinus Karaeng Tasik, OMI)

Sumber: Buletin Bulanan Novisiat OMI "Gerard.Com" Edisi November 2015

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.