200 TAHUN OMI

Artikel - Ragam Peristiwa

Sudah 200 tahun OMI melayani Gereja di seluruh dunia. OMI lahir di Aix-en-Provence Perancis Selatan. Kongregasi ini didirikan oleh Pastor Eugenius De Mazenod. Pada waktu itu Pastor Eugenius de Mazenod sendirian sebagai imam muda berusaha memenuhi kebutuhan Gereja di daerahnya paska terjadinya Revolusi Perancis. Dalam proses pelayanan yang begitu melelahkan ia jatuh sakit karena beratnya pelayanan yang ia jalankan. Setelah pengalaman sakit karena cinta yang besar terhadap Gereja, ia kemudian sembuh dan mulai mencari rekan kerja untuk bersama-sama melayani Gereja. Kemudian, setelah ia mengumpulkan teman-temannya, terbentuklah sebuah komunitas kecil di bekas biara Karmel di Aix-en-Provence pada 25 Januari 1816 dan mereka mulai melayani orang miskin berangkat dari rumah itu.

Komunitas kecil itu berisikan lima Imam Projo yang mempunyai satu keprihatinan dan tujuan yang sama yaitu: P. Eugenius de Mazenod, P. Tempier, P. Deblieu, P. Icard, dan P. Mie. Mereka melayani yang terabaikan dan dilupakan oleh Gereja saat itu. Dalam proses pelayanan, mereka menamakan diri sebagai Misionaris Provence. Sepuluh tahun kemudian mereka mengganti namanya menjadi Oblat St. Carolus dan ingin mengajukan ke tingkat Kepausan agar dapat melayani Gereja lebih total.

 

Dalam proses pengajuan kongregasi ke kepausan, Pastor Eugenius mempertimbangkan nama kongregasinya, lalu mengganti nama kongregasi yang awalnya adalah Oblat St. Carolus menjadi Oblat Maria Imakulata. Ketika ia menghadap Paus pada 17 Februari 1826 dan mengusulkan nama Oblat Maria Imakulata, nama itu pun disetujui oleh Paus Leo XII. Artinya nama Oblat Maria Imakulata disetujui oleh Gereja dan itu merupakan pemberian nama yang indah dari  Gereja.

25 Januari 2016, Oblat Maria Imakulata (OMI) telah genap 200 tahun dan sudah tersebar di seluruh dunia termasuk Indonesia. Di usia 200 tahun, OMI Internasional merayakan dengan penuh syukur dan terima kasih kepada Allah dan dengan kesederhanaan sesuai dengan situasi dan kondisi di tempat para Oblat berkarya.

OMI Indonesia, khususnya di Distrik Formasi merayakan 200 tahun OMI dengan Misa Syukur bersama di Kapel Seminari Tinggi OMI Minggu, 24 Januari 2016. Dalam perayaan syukur itu, Provinsial OMI Indonesia, Rm. Ant. Rajabana menjadi selebran utama.

Sebagai ucapan syukur dan terima kasih atas segala kebaikan Tuhan, OMI Provinsi Indonesia mempersembahkan dua orang frater yang secara bebas mengikrarkan kaul kekal di hadapan Provinsial OMI Indonesia dan seluruh umat yang hadir. Dengan lantang dan mantap mereka berjanji siap dan bersedia menjadi Oblat misionaris yang setia dan total. Kaul kekal mereka adalah kado terindah untuk perayaan 200 tahun OMI.

Persembahan kedua frater tersebut bukan hanya menambah jumlah anggota Oblat khususnya OMI Indonesia, namun menjadi tanda restu Allah akan hadirnya OMI di tengah-tengah Gereja dan umat mengharapkan OMI terus bertumbuh dan berkembang menjadi misionaris yang handal dan terdepan untuk melayani Gereja.

Harapan saya untuk Kongregasi OMI ialah semoga di usia yang sudah 200 tahun ini, OMI tetap berdiri kokoh kuat di tengah himpitan zaman yang semakin maju. Semoga di usia 200 tahun ini semakin banyak kaum muda bergabung bersama dengan OMI agar dapat melayani yang tak terlayani. (Penulis: Frater Novis Flavianus A. A. Onlet, OMI)

 

(Sumber:  Buletin Novisiat OMI "Beato Joseph Gerard" - Gerard.Com Edisi Februari 2016)

 

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.