Menapaki Kembali Jejak-Jejak Langkahku

Artikel - Ragam Peristiwa

Hampir di penghujung bulan September, saya berkunjung ke Indonesia selama 10 hari, mendatangi tempat-tempat saya pernah berkarya dari tahun 1982 hingga 2011.  Sungguh kagum melihat kemajuan dan perkembangan dari sejak karya misi Oblat Provinsi Australia dimulai di tahun 1971.  Pertama-tama saya mendarat di Jakarta.  Paroki Trinitas telah menjadi 2 Paroki pada akhir bulan Agustus.  Paroki baru diberi nama “Maria Imakulata”, kedua paroki dipercayakan untuk digembalakan oleh para Oblat.  Gereja baru Maria Imakulata selesai dibangun pada 2012 dan mempunyai 12.000 umat Katolik yang termasuk di dalamnya Stasi Pallotti. Dalam Misa Minggu yang utama, Gereja Maria Imakulata dapat menampung 2.000 umat.  Paroki Trinitas memiliki 9.500 umat dan dalam Misa Minggu yang utama, 1.500 umat dapat duduk dengan nyaman di gereja.  Setiap Paroki dilayani oleh dua Oblat.  Gereja Trinitas telah direnovasi dan diperbesar, juga ditambahkan kapel Sakramen Mahakudus untuk Adorasi harian.  Kedua Gereja Paroki memiliki Kapel yang dapat menampung 150 orang.  Sungguh kagum melihat semuanya berjalan dengan baik, dengan peranserta dari banyak umat.  Untuk Misa hari Minggu, ada 20 Prodiakon yang membagikan Tubuh Kristus.  Setiap Prodiakon ditemani oleh “Puteri Ekaristi” yang memegang lilin bernyala dan memandu Prodiakon ke tempat pembagian Komuni Kudus yang telah ditentukan.  Dengan semua pembantu Misa Kudus ini, maka prosesi masuk ke dalam gereja dapat menjadi cukup panjang.  Semuanya teratur baik, disiplin dan dalam suasana hikmat.  Sungguh membahagiakan melihat jumlah pelayan Gereja yang besar.  Indonesia memiliki Gereja yang hidup dan aktif.  Masih juga terdapat penambahan umat yang menjadi Katolik yang cukup besar setiap tahunnya lewat bimbingan Katekese Sakramen Baptis.  Di dua Paroki Oblat ini, terdapat sekitar 200 orang dewasa yang dibaptis setiap tahunnya, turun dari yang biasanya 400-500 orang per tahunnya.

Cilacap terus berkembang subur.  Pastor Peter Stoll,OMI  akan pindah ke Cilacap di bulan Oktober sebagai Pastor Paroki.  Pastor Charlie Burrows, OMI terus berkarya dengan banyak macam ragam proyeknya.  Akademi Maritim mekar dengan sejumlah besar pendaftar untuk tahun ini.  Akademi telah kuat sebagai pusat pendidikan pelaut di masa depan.


Kaliori yang dikenal sebagai salah satu pusat devosi Maria di Indonesia, terus menarik sejumlah besar peziarah.  Setiap hari Minggu, ada Misa Kudus di gereja Gua Maria.  Gua Maria itu sendiri telah mengalami renovasi, area doa diperbesar dan beberapa penambahan fasilitas.  Sekarang kendaraan dapat masuk sampai ke Gua Maria, sungguh bantuan besar bagi para difabel.  Saya mengunjungi musoleum tempat 2 Oblat dimakamkan dan berdoa di makam Pastor Kevin Casey, OMI.  Kaliori juga merupakan basis Administrasi Provinsial.

Provinsi Indonesia memiliki rencana besar untuk Formasi.  Prioritas utamanya adalah mempersiapkan para Formator masa depan.  Sekarang ini ada 12 Skolastik (termasuk 2 Bruder) dan 7 Novis. Novis tahun pertama ada 3 orang, dan Novis tahun kedua ada 4 orang.  Kompleks Skolastikat telah mengalami transformasi besar.  Dalam tahun-tahun terakhir, ada banyak kelompok yang datang ke Skolastikat untuk seminar, retret dan konferensi.  Untuk menjawab kebutuhan ini, sebagian hunian diperbaharui dengan hasil sangat bagus.  Sekali sebulan diadakan Misa Kudus untuk para difabel, ramp juga dibuat sehingga kompleks Skolastikat menjadi “ramah kursi roda”.  Prasasti pemberkatan Skolastikat oleh Pastor Austin Cooper, OMI Provinsial Australia waktu itu, kini dipasang pada batu seberat 5 ton yang dimuntahkan Gunung Merapi saat letusan di tahun 2010 dan dibawa ke Skolastikat di tahun 2013.  Inilah monumen kokoh tanda kekuatan dan pentingnya masa depan Gereja, juga menjadi tanda kekuatan kehadiran Oblat di Indonesia.

(Penulis: Pastor John O’Doherty, OMI, diterjemahkan secara bebas oleh Tim Website OMI Indonesia dari artikel yang berjudul "Retracing My Footsteps" seperti yang dimuat di buletin AMMI Australia, MAMI Newsletter Vol. 46 No. 4, November 2015)

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.