Saint Vincent's Home, Maggona, Sri Lanka

Artikel - Ragam Peristiwa

Tanggal 19 Juli 2015 merupakan hari Kaul Pertama kami - Bruder Andhy, OMI, Frater Alvin, OMI dan saya. Pada hari itu juga kami masing–masing diberi perutusan baru dari Bapa Provinsial setelah 2 tahun menempuh pendidikan di Novisiat OMI “Beato Joseph Gerard”, Blotan, Yogyakarta. Saat itu perutusan yang diumumkan pertama adalah bagi Frater Alvin, OMI untuk belajar Filsafat dan Teologi di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.  Lalu yang kedua adalah perutusan untuk saya.  Saat itu Bapa Provinsial mengumumkan: “Bruder Jojo, OMI diutus … (saat itu Bapa Provinsial sempat berhenti sejenak dan saya melihat beberapa Oblat yang hadir memimpin Misa tersenyum–senyum dan mata beberapa umat mulai penasaran), Bruder diutus tinggal di Komunitas OMI Saint Vincent’s Home, Maggona, Sri Lanka.”   Bruder Andhy, OMI juga mendapat perutusan yang sama dengan saya, tinggal di Komunitas OMI Saint Vincent’s Home Maggona, Sri Lanka.

Dalam tulisan saya kali ini, saya ingin berbagi tentang komunitas Saint Vincent’s Home, tempat saya tinggal sekarang.

 

Saint Vincent’s Home Maggona adalah sebuah institusi yang melayani demi perbaikan/ kemajuan anak–anak dan kaum muda (laki-laki) yang ditolak oleh masyarakat dan tak terlayani. Institusi yang sudah berusia 150 tahun ini dilayani oleh para Bruder dan Pastor OMI.  Sungguh merupakan suatu kesempatan yang berharga bagi saya diutus tinggal dan terlibat dalam karya para Bruder dan Pastor OMI di komunitas ini yang membantu mengembangkan talenta dan kemampuan yang tersembunyi dari setiap anak dan kaum muda di sini dan juga membesarkan hati mereka untuk mengeksplor dan mengembangkan  diri melalui berbagai aspek pelajaran. Institusi ini mengayomi anak–anak dan kaum muda di masyarakat  yang terlalaikan oleh orangtua mereka karena masalah keuangan dan masalah sosial lainnya atau, mereka yang terbuang dan tak diperhatikan, juga mereka para yatim piatu. Anak–anak tersebut tinggal di komunitas ini dan disekolahkan hingga tamat SMA, beberapa bahkan hingga perguruan tinggi/universitas.  Mereka yang sudah tamat dari SMA/universitas akan dicarikan pekerjaan oleh para Oblat di komunitas ini hingga mereka bisa hidup mandiri. Bahkan beberapa dari donatur utama Saint Vincent’s Home adalah mereka yang dahulu juga tinggal di komunitas ini karena yatim piatu, tidak memiliki keluarga lagi dan memilih tinggal di jalanan, lalu akhirnya dibawa oleh seorang Bruder OMI (Misionaris dari Perancis) tinggal di Saint Vincent’s Home dan disekolahkan hingga lulus universitas dan sekarang membantu membiayai sekolah anak–anak di sini.

 

Sebagai sebuah komunitas religius Bruder dan Imam OMI, kami tinggal dan bekerja bersama, kami berusaha untuk mencapai yang terbaik dari tujuan kami berkarya di bidang sosial ini (Saint Vincent’s Home). Para Bruder dan Pastor di sini berusaha untuk mengembangkan dan menumbuhkan kepribadian dari setiap anak yang termasuk juga mengembangkan fisik, emosional, psikologis, spiritual dan kecakapan dalam bidang intelektual.

Komunitas kami beranggotakan 18 Oblat (5 Bruder, 9 Imam, 3 Skolastik, dan 1 Novis) dan berkarya di berbagai karya pelayanan yang sesuai dengan karisma Kongregasi. Saya dipercaya untuk mengajar matematika kelas 4 SD St. Vincentius, juga mengajar Bahasa Inggris untuk kelas 6, 7, 8, dan 9 di SD dan SMP St. Vincentius.

 

Anggota Komunitas kami adalah:

  1. Romo Dilan Perera, OMI
  2. Bruder Sebastian Tissera, OMI
  3. Romo Marius, OMI
  4. Bruder Benedict Kurera, OMI
  5. Romo Gabriel Nanayakarra, OMI
  6. Bruder Felician Francis, OMI
  7. Romo Anthony J’manne, OMI
  8. Bruder Michael Andhy Kusmajaya, OMI (Balikpapan – Indonesia)
  9. Romo Michael Silva, OMI
  10. Bruder Johanes Baptista Adhi Samudro, OMI (Jakarta – Indonesia)
  11. Romo Edmund Murugupillai, OMI
  12. Romo Lucian Fernando, OMI
  13. Romo Anton Grecian, OMI
  14. Romo Sameera Fonseka, OMI
  15. Frater Ephraim, OMI (Lesotho – Afrika Selatan
  16. Frater John, OMI (Lesotho – Afrika Selatan)
  17. Frater Justice, OMI (Lesotho – Afrika Selatan)
  18. Frater Novis Poo Yong Jong, OMI – (Seoul, Korea Selatan)

Karya pelayanan kami di Saint Vincent’s Home tidak hanya terbatas melayani anak–anak dan kaum muda tetapi juga menyentuh masyarakat melalui:

  • Gua Maria dan Tempat Ziarah Jalan Salib
  • Rumah Retret
  • Panti Asuhan
  • Pusat Rehabilitasi Anak–Anak
  • Wisma Bahasa Inggris (Kursus Bahasa)
  • Panti Jompo
  • TK - SD – SMP –– SMA St. Vincentius
  • SMK Teknik St. Vincentius
  • Percetakan Buku
  • Perkebunan karet, kelapa, kakao, dll.
  • Peternakan babi, sapi, ayam, dll.
  • Perikanan
  • Persawahan (Padi dan Palawija)
  • Pembuatan Lilin

Demikianlah gambaran sekilas Komunitas OMI St. Vincent’s Home, Maggona, Sri Lanka, tempat saya sekarang tinggal.

 

(Penulis/Dokumentasi: Bruder Johanes Baptista Adhi Samudro, OMI, Komunitas St. Vincent’s Home, Maggona, Sri Lanka)

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.