Kapitel Umum XXXVI - Homili Superior Jenderal

Artikel - Ragam Peristiwa

Pastor Louis Lougen, OMI, Superior Jenderal OMI

 

Homili Pastor Jenderal dalam Perayaan Ekaristi Pembukaan Kapitel Umum XXXVI

Pesta Salib Suci adalah saat indah untuk memulai Kapitel Umum XXXVI kita yang dipersembahkan untuk “Karya Misi”.  “Salib Yesus merupakan inti perutusan kita.  Seperti Rasul Paulus, kita mewartakan ‘Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan’.... Melalui pandangan Penyelamat kita yang tersalib kita melihat dunia ditebus oleh darahNya, dengan suatu kerinduan bahwa orang-orang yang di dalam diri mereka Ia terus bersengsara, akan mengenal juga kuasa kebangkitanNya.” (Konstitusi OMI No. 4)  Salib Kristus membukakan siapa kita, bagaimana kita hidup, dan apa yang kita perbuat sebagai Misionaris Oblat Maria Imakulata.

Salib adalah tanda besar dari iman.  Kita mungkin melupakan hal ini.  Saat kita memandang Salib, kita tidak lagi melihat kengerian, skandal, penghinaan, dan kemustahilan dari Anak Allah yang mati dengan cara ini.  Iman membawa kita untuk melihat Yang Dibangkitkan yang menang melawan dosa, kematian dan kekerasan.  Salib mewartakan kasih Tuhan yang tak terbayangkan.  Maka, di saat kita dikelilingi oleh begitu banyak gambar salib, seringnya berupa dekorasi murah dan sederhana, kita dapat melupakan misteri cinta yang luar biasa dan kemenangan atas dosa, kejahatan dan kematian.

Saya mengundang kita semua untuk melihat Salib dan memohon pada Tuhan untuk menguatkan iman kita, membuat kita lebih sadar akan iman dalam hidup kita.  Iman kita anggap sebagai yang begitu-begitu saja, maka menjadi sesuatu yang duniawi, dan sebuah refleksi otomatis.  Hidup kita dapat menjadi rencana-rencana dan kalender; kita hidup, bergerak, dan menjadikan keberadaan kita seakan-akan kita mengoperasikannya seperti kerja mesin cuci otomatis.  Tombol ditekan dan kita pun bergerak.  Sebagian dari kerja mesin cuci otomatis itu adalah doa harian dan Ekaristi, lalu kita pergi berkarya, sebuah ruangan yang terpisah dari doa.  Kita mungkin lebih percaya pada diri kita sendiri daripada kepada Tuhan!  Kita berpikir kita ini “sang penggerak dan pengguncang” dan Tuhan itu jauh sekali, terasing dan tidak terlihat.  Kita memikul beratnya dunia di atas bahu kita.  Kita harus menyelamatkan dunia!

Saya mengundang kita semua untuk mohon kepada Tuhan karunia iman saat kita membuka Kapitel Umum ini, Kapitel Yubilium kita.  Kita datang ke sini, pertama-tama, sebagai orang-orang beriman, dan ini berarti  orang yang memiliki visi, yang melihat secara mendalam apa yang tidak nyata, dan yang memiliki kebijaksanaan.  Kita percaya Yesus membawa kita ke sini sebagai para misionarisNya.  Ia ingin menghembuskan pembaruan dan kuasa Roh Kudus atas kita, tubuh khusus dari para Oblat yang disebut Kapitel Umum.

Ini bukanlah hanya sebuah pertemuan, satu lagi Kapitel Umum.  Kita tidak dapat berada di sini untuk berpikir “apakah Kapitel ini akan berguna!”  Kita tahu Roh Yesus ada bersama kita dan akan berbicara kepada kita.  KITA harus membuat Kapitel Umum sebagai sesuatu yang dapat menyentuh Kongregasi!

Saya pernah berada dalam pertemuan provinsi, sekelompok besar Oblat dengan hikmat berprosesi menuju kapel dengan melagukan “Veni, Creator Spiritus” (Datanglah, Ya, Roh Kudus).  Sungguh kuat kuasa dan indah.  Setelah doa yang indah kepada Roh Kudus itu, kami berjalan ke aula pertemuan dan saya mendengar komentar-komentar ini:  “Rapat yang tak berguna lagi.”  - “Sungguh membuang waktu dan uang!” – “Kita mendengar orang-orang yang sama berbicara terus dan setelahnya tidak ada yang terjadi.”  Biarkan saya memakai kata-kata Yesus kepada murid-muridNya, “Di antara kalian tidak boleh seperti ini.”  Pesta Salib Suci memanggil kita kepada iman.  Kita tidak dapat kehilangan kepercayaan dalam kehadiran dan peranserta Tuhan di antara kita.

  • Kita akan memohon Roh Kudus, dan Roh Kudus akan ada bersama kita.  Kita HARUS memiliki iman; kita harus MENDENGARKAN, melihat, berdoa, berbagi, dan bekerja keras untuk menjadi setia kepada Roh Kudus.
  • Dalam terang kemenangan Salib, saya percaya bahwa Tuhan yang bangkit ada di antara kita, sungguh hadir!
  • Dalam terang kemenangan Salib, saya percaya bahwa Bapa dan Tuhan Yang Bangkit mengirimkan Roh Kudus sebagai Pembimbing dan Penasihat, juga untuk mengguncang kita.  Saya harap demikian!
  • Dalam terang kemenangan Salib, saya percaya bahwa Tuhan akan berbicara lewat karya kita.  Dia akan membukakan rencana misionerNya dan peranserta kita di dalamnya.
  • Dalam terang kemenangan Salib, saya percaya bahwa para Oblat yang tua maupun yang muda adalah berharga dan penting bagi misi dan masa depan Kongregasi.
  • Dalam terang kemenangan Salib, saya percaya bahwa para Oblat Maria Imakulata memiliki banyak untuk dipersembahkan kepada Kerajaan Allah dan Gereja, dan saat ini bukanlah waktu untuk berbaring dan mati.

Di hari-hari pertama Kapitel Umum ini, kita akan menggunakan berjam-jam untuk mendengarkan sejumlah laporan.  Saudara-saudaraku, kita berada di sini bukan untuk dihibur!  Kita diundang untuk melihat karya-karya Tuhan dalam karya misioanaris Kongregasi kita.  Gambaran untuk memotivasi kita untuk hari-hari pertama ini adalah untuk melihat Kapitel Umum sebagai kembalinya 70 murid dalam sukacita setelah mereka diutus berkarya misi.  Para murid pulang dan berkata kepada Yesus segala yang mereka lakukan.  Laporan-laporan kita akan menjadi seperti demikian, mengaitkan tanda dan keajaiban yang luar biasa, dan juga tantangan-tantangan yang hanya dapat dihadapi dengan puasa, pertobatan dan doa.

Dalam perikop itu, kita membaca bahwa Yesus  bergembira dalam Roh Kudus saat mendengar pengalaman perutusan pada muridNya.  Saudara-saudaraku, Yesus ada di antara kita dan akan bergembira dalam Roh Kudus di hadapan Bapa saat kita menyaksikan keajaiban-keajaiban perutusan yang telah kita selesaikan!  Kita, para sahabat Yesus, berkumpul di sekelilingNya, bersukacita dalam kebersamaan.  Kita ingin menceritakan hal-hal baik yang telah kita lakukan di dalam namaNya.  Marilah kita percaya dan melihat lebih mendalam pada “laporan-laporan”.  “Jangan lupa akan keajaiban-keajaiban Tuhan!”

Juga, saya mengundang kita semua untuk percaya bahwa Allah Yang Bangkit ada di sini bersama kita.  Ktia tahu Dia datang kepada kita lewat Sabda dan Sakramen.  Marilah kita lebih sering lagi mengadakan aksi iman selama hari-hari ini, untuk melihat Yesus dan mendengarkan Dia dalam pertemuan kita ini -  kelompok beragam misionaris yang sungguh mencintai kaum miskin!  Saya mengundang kita untuk memiliki mata yang mengenali Yesus di antara ktia, yang menghembuskan Roh KudusNya kepada kita yang berkumpul di Ruang Kapitel ini dan di lorong-lorong, memecahkan roti bersama kita di meja dan di dalam kelompok-kelompok kecil ktia.  Lewat kuasa Salib, semoga kita membiarkan Roh Kristus untuk menginspirasi kita, mengirim kita dalam karya misi kepada kaum miskin.

Saat kita berbicara tentang perutusan, kita memiliki pertanyaan besar dalam hati kita yang terbakar: “Tuhan, apa yang akan Engkau ingin kami lakukan?”  Biarlah ini menjadi fokus selama Kapitel Umum.  “Tuhan, ke mana Engkau akan mengirim kami yang setia kepada karisma Oblat yang sangat diperlukan sekarang ini?”  Kita membuka diri kita pada Roh Kudus untuk menerima keteguhan hati seorang pengikut St. Eugenius de Mazenod (Mazenodian), keberanian dan kreatifitas, untuk membawa Kabar Baik kepada dunia sekarang ini.  Kabar Baik ini lebih kuat daripada kekuatan apa pun di dalam masyarakat dan hanyalah Kabar Baik yang dicari oleh orang banyak.  Bapa menuntun semua orang kepada Sumber Air Kehidupan.

Saat kita berkontemplasi tentang Salib, kita ingat bahwa iman adalah kepastian dari segala yang kita harapkan; keyakinan akan hal-hal yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1).  Saudara-saudaraku, marilah kita masuki Kapitel Umum 2016 dalam tanda Salib, dengan iman yang besar akan Tuhan Yang Bangkit yang ada di antara kita, Yang mengaruniai kita dengan RohNya, dan Yang ingin mengutus kita untuk bermisi.

(Diterjemahkan secara bebas oleh Tim Website OMI Indonesia dari artikel berjudul "Fr. General's Opening Homily" yang terbit di www.omiworld.org)

Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.