Makan Enak, Tubuh Sehat!

Artikel - Ragam Peristiwa

Berangkat dari keprihatinan akan adanya ‘beberapa’ imam-biarawan-biarawati yang mempunyai masalah kesehatan akibat makanan, bapak Wied Harry mengambil inisiatif untuk terlibat dalam karya pewartaan iman dengan cara memberikan edukasi tentang hidup sehat yang dimulai dari makanan kepada para Imam-biarawan dan biarawati.  Pada Senin, 19 September 2016, Bapak Wied Harry hadir di Seminari Tinggi OMI “Wisma de Mazenod”, Yogyakarta untuk memberikan edukasi dengan tema “Makan Enak, Tubuh Sehat”.  Sebelumnya pria kelahiran Surabaya berusia 57 tahun ini telah pula berkeliling ke bebarapa biara untuk memberikan edukasi yang sama.

Sungguh suatu anugerah bahwa atas inisiatifnya, Pak Wied Harry berkenan hadir dan memberikan edukasi pola makan enak dan sehat bagi Komunitas OMI Distrik Yogyakarta lewat kerjasama dengan Pastor Antonius Widiatmoko, OMI selaku Superior Distrik OMI Yogyakarta. Hadir dalam acara edukasi ini para Romo-Bruder-Frater-Novis-PraNovis OMI, karyawan-karyawati Seminari Tinggi dan Novisiat OMI, serta Keluarga Sahabat OMI Yogyakarta.

Bapak Wied Harry adalah seorang Bapak Rumah Tangga yang juga menyebut dirinya sebagai Nutripreuner. Pak Wied memiliki latar belakang pendidikan Sarjana di Bidang Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga dari Institut Pertanian Bogor (IPB), serta gelar Master dalam bidang Manajemen Pemasaran dari UNIKA Atma Jaya. Pak Wied sering menjadi Konsultan Nutrisi di berbagai daerah dan kalangan. Sampai saat ini Pak Wied sudah menerbitkan sekitar 70 buku yang sebagian besar masuk dalam Best Selling.

Di awal pembicaraan, Pak Wied  menjelaskan bahwa sejak semula Allah memberikan anugerah kesehatan yang luar biasa kepada setiap pribadi manusia dan itu akan bisa terpenuhi apabila didukung dengan usaha manusia untuk menjaga kesehatan dengan memperhatikan yang dikonsumsinya. Banyak kali masalah kesehatan dalam diri manusia muncul karena makanan. “Agar nutrisi pada makanan tidak hilang, makanan haruslah sedekat mungkin dengan bentuk aslinya,” demikian diungkap oleh Pak Wied. Pada suhu 40o C, makanan sudah mulai kehilangan nutrisi, apalagi jika dimasak dengan suhu yang lebih tinggi. Pak Wied merekomendasikan kepada para pendengar untuk semakin banyak mengkonsumsi sayuran segar dan buah-buahan dalam pola makan harian. Menjadi suatu hal yang baru bahwa tubuh lebih membutuhkan nutrisi untuk aktivitas. Ketika nutrisi tubuh sudah terpenuhi sebagaimana mestinya, tubuh tidak akan menjadi lemas dan kehilangan tenaga. Dengan nutrisi yang terpenuhi maka tubuh memiliki bahan bakar yang cukup untuk beraktivitas.

Indikator paling mudah untuk menguji apakah tubuh mengkonsumsi makanan yang sehat atau tidak dirumuskan dengan rumus “BAB 5”. BAB 5 berarti 5 poin penting Buang Air Besar. Tubuh terindikasi sehat apabila 3 poin dari 5 poin itu sudah terpenuhi setiap hari:

(1) BAB sebaiknya setiap pagi

(2) BAB keluar secara otomatis

(3) BAB mengambang – menandakan cukup serat dalam perut kita

(4) BAB selesai dalam 2 menit- tidak berlama-lama di WC

(5) BAB keluar, kita merasa plong atau lega.

Banyak mengkonsumsi sayur segar dan buah-buahan menjadi rekomendasi utama dari edukasi ini. Mengapa? Karena bila tubuh sedikit mengkonsumsi sayur segar dan buah-buahan, darah dalam tubuh manusia menjadi kental. Apabila darah menjadi terlalu kental, penyakit mulai bermunculan. Terlalu banyak mengkonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi memberi pengaruh signifikan dalam meningkatnya sel darah putih (Leukosit) dan berefek pada iritasi/peradangan, yang kemudian menyebabkan beberapa masalah seperti hipertensi dan kegemukan.

Tujuan edukasi dari Pak Wied ini bukanlah untuk meningkatkan popularitas dirinya, sebab memang ia sudah terkenal. Yang terutama menjadi motivasi Pak Wied untuk memberikan edukasi dari biara ke biara adalah untuk terlibat dalam pewartaan dengan cara membantu para imam-biarawan-biarawati untuk bisa hidup lebih sehat. Harapannya, dengan edukasi ini para imam-biarawan-biarawati dapat hidup sehat dan bisa semakin maksimal dalam tugas dan pewartaan. Sungguh suatu hal baik yang patut diapresiasi.

Setelah edukasi dari Pak Wied Harry, Komunitas OMI Yogyakarta memberikan kenang-kenangan sebagai ucapan terima kasih berupa Patung Maria Oblat. Acara diakhiri dengan makan malam bersama yang sebagian besar masakannya disiapkan oleh Pak Wied, Mbak Dian (Asisten Pak Wied) bersama karyawan/wati Wisma de Mazenod. Tentu saja makanannya adalah makanan enak dan sehat ala Wied Harry!

(Penulis:  Frater Skolastik Henrikus Prasojo, OMI, Seminari Tinggi OMI "Wisma de Mazenod", Condong Catur, Yogyakarta/Foto: WDM)

Masakan sehat yang disiapkan Pak Wied

Suasana Edukasi "Makan Enak, Tubuh Sehat"

Pak Wied menerima kenang-kenangan dari Pastor A. Widiatmoko, OMI

Makan bersama, mencicipi masakan enak dan sehat a la Pak Wied


Eugenius de Mazenod

Kemampuannya dalam pewartaan injil dan bakat kepemimpinannya dalam mengarahkan berbagai Misi merupakan tanda-tanda lahir hidup batin yang menjadikan Eugene de Mazenod sebagai penjala manusia.

Readmore

Copyright © 2010. Oblat Maria Imakulata. Website Design by Yopdesign.